SMS Bunda untuk Layanan Kesehatan Perempuan

Luviana – www.konde.co

Konde.co, Jakarta –  Seberapa penting informasi tentang kehamilan, melahirkan hingga menyusui bagi orangtua?. Yuli dan Iwan suaminya, pasangan yang tinggal di Jakarta ini misalnya, menyatakan  bahwa informasi seperti ini sangatlah penting. Selama ini informasi penting ini biasanya mereka dapatkan dari buku, tetangga, saudara maupun dari dokter ataupun teman.

Pemerintah sejak April tahun 2015 lalu bersama lembaga Jhpiego mulai meluncurkan layanan SMS Bunda. Layanan SMSBunda merupakan program untuk membekali bagi (calon) ibu dan keluarga, dengan pengetahuan tentang praktek perawatan kesehatan, tanda bahaya pada ibu dan bayi baru lahir dan juga perawatan dasar bayi baru lahir.


Dengan diterimanya informasi langsung ke telepon genggam, diharapkan para ayah dan ibu akan lebih mampu merawat diri dan bayinya, serta paham cara mencari penanganan disaat komplikasi terjadi.

“SMSbunda berisi informasi mengenai kesehatan di masa kehamilan dan perawatan anak hingga 1000 hari pertama kehidupan. Informasi ini dapat dimanfaatkan setiap ibu dan ayah di Indonesia secara gratis,” jelas Direktur Projek SMSBunda, Sushanty.

Sushanty menyatakan dari sejak diluncurkan pada April 2015 lalu, layanan SMSbunda telah dimanfaatkan oleh 200 ribu ibu/ayah di 219 kabupaten/kota di Indonesia. Kini SMSBunda akan diluncurkan di Jakarta pada Kamis (24/03/2016) esok.

Data menunjukkan saat ini Indonesia adalah negara dengan tingkat kematian Ibu tertinggi di Asia Tenggara. Begitu juga dengan tingkat kematian bayi baru lahir (berusia 0-28 hari) yang tergolong tinggi.  Dimana sebagain besar kematian ini sebenarnya dapat dicegah dengan penanganan yang tepat selama masa kehamilan, persalinan dan paska melahirkan. 

Walaupun mayoritas perempuan di Indonesia menerima perawatan antenatal selama kehamilan, namun hanya 53% yang mendapatkan informasi mengenai tanda-tanda komplikasi kehamilan selama kunjungan.

“Konten SMSbunda yang dikembangkan oleh tim klinis Jhpiego dan disesuaikan dengan pedoman Kementrian Kesehatan akan membekali ibu dengan pengetahuan kehamilan dan nifas, perilaku hidup bersih sehat dan tanda-tanda bahaya, sesuai dengan usia kehamilan atau usia bayi, yakni dari trimester pertama hingga 42 hari setelah melahirkan,” tutur Sushanty.

“SMSbunda memang dimaksudkan sebagai promosi layanan kesehatan, agar ibu hamil datang untuk melakukan perawatan di fasilitas kesehatan. SMSBunda tidak didesain untuk menggantikan peran tenaga kesehatan, namun menjadi corong bagi para tenaga kesehatan untuk  mengedukasi ibu hamil,” tambahnya.


Tak Semua Keluarga Bisa Mengakses Informasi

Sushanty menyatakan bahwa peningkatkan pengetahuan ibu untuk mengenali tanda bahaya kehamilan adalah tujuan utama SMSbunda. 53% perempuan Indonesia tidak mendapat informasi tentang kehamilan rawan, akibat keterbatasan akses informasi. Proses edukasi ibu hamil bukan sesuatu yang baru di Indonesia. Telepon genggam pun tak lagi menjadi barang mewah. Menggabungkan keduanya merupakan pilihan rasional di era teknologi kini.


Walaupun Handphone atau telepon genggam saat ini mudah diakses atau jauh lebih murah harganya, namun kenyataannya, tak semua keluarga di Indonesia ternyata sudah bisa mengaksesnya. Di Papua dan wilayah-wilayah  Indonesia Timur misalnya, tak banyak orang yang bisa mengakses telepon genggam karena infrastruktur yang masih buruk. Jika menggunakan Handphone, sinyal akan putus-putus. Belum lagi, harga pulsa yang sangat mahal disana.



Jangankan Handphone, untuk menikmati listrik saja masih kesulitan. Masyarakat di sejumlah wilayah Papua misalnya harus membeli bensin dengan harga yang sangat mahal agar bisa menikmati listrik. Tentu ini tak bisa dilakukan oleh rumah tangga-rumah tangga miskin disana. Jadi listrik dan akses informasi menjadi barang mahal.

Hal ini tentu harus menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, karena memberikan infrastruktur yang memadai bagi perempuan dengan sendirinya akan membuka akses informasi yang cepat, terlebih informasi tentang kesehatan reproduksi. Karena sebenarnya informasi kesehatan seperti ini akan bermanfaat bagi perempuan atau keluarga yang  rumahnya jauh dari dokter dan rumah sakit, akses kesehatan yang sulit dan mahal.

(Foto: Pkbijateng.or.id)