Setelah Dibubarkan Ormas Islam, Panitia Ladyfast Ditangkap Polisi

Luviana – www.konde.co

Konde.co, Yogyakarta -  Sebanyak 4 panitia penyelenggaraan acara Ladyfast yang ditangkap Polsek Bantul, Yogyakarta pada Sabtu (02/04/2016) kemarin, hari ini mulai diperiksa polisi dengan didampingi kuasa hukum dari LBH Yogyakarta. Hal ini menyusul kekerasan yang dilalukan Ormas Islam terhadap penyelenggaran Ladyfast di Yogyakarta Sabtu  kemarin.

Dalam pemeriksaan polisi yang dilakukan hingga Minggu (03/04/2016) hari ini, panitia diinterogasi soal penyelenggaraan acara ini dan adanya logo Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang polisi lihat di dalam buku acara. Padahal acara ini adalah acara musik, workshop dan sharing untuk para perempuan. Namun malah dibubarkan dengan kekerasan oleh Ormas Islam fundamentalis dan justru polisi menangkap para panitia.


Panitya cara Ladyfast memberikan pernyataannya soal pembubaran yang dilakukan Ormas Islam Fundamentalis pada acara LadyFast Sabtu malam (02/04/2016) kemarin.

Dinnah dari Kolektif Betina selaku penyelenggara acara melalui pesan singkatnya menyatakan bahwa awalnya acara ini diselenggarakan pada pukul 13.00 WIB pada Sabtu kemarin, yaitu dimulai dengan workshop dan acara musik. Namun tiba-tiba pada pukul 22.00 WIB ada kelompok yang terdiri dari 15 orang yang kemudian datang dan menuntut dibubarkannya acara tersebut.

Panitia sudah berusaha menjelaskan mengenai acara LadyFast, namun justru ditanggapi oleh kelompok tersebut dengan makian dan kata-kata yang mengintimidasi. Pada saat itu polisi sudah berada di lokasi tersebut, namun saat terjadinya argumentasi antara panitia dan pengunjung ladyfast dengan kelompok Ormas tersebut, tiba-tiba malah terdengar satu tembakan ke udara dari salah satu polisi berpakaian sipil.

Perwakilan Lady Fast dan perwakilan pemilik tempat acara tersebut kemudian terus mencoba berdialog dengan kelompok tersebut. Tidak ditanggapi dengan baik oleh kelompok tersebut, justru dibalas dengan berbagai makian dan hinaan.


Ormas Islam fundamentalis ini kemudian juga menuding panitia Ladiyfast merusak moral dan mengeluarkan tuduhan komunis. Mereka juga mengancam bahwa 500 orang akan menyerang acara Ladyfast secara fisik.

Dinnah dari panitia penyelenggara Ladifast menyebutkan bahwa panitia Lady Fast sepakat untuk menyudahi acara tersebut. Namun ketika salah satu panitia yang mencoba keluar dari kericuhan tersebut malah diserang secara fisik oleh anggota Ormas tersebut sambil diteriaki.

“Kamu mabuk ya? Mabuk ya?”

Kemudian ada perkataan lain seperti,” Najis, perempuan nggak bener, merusak, menodai!” “Sampah!”

 Teriakan lain juga dikatakan oleh Ormas ini kepada peserta Ladyfast yang menggunakan jilbab.

“Tobat! Tobat! Pakaian sudah bagus kenapa bergaul sama orang-orang ini!”

Dan saat panitia hampir selesai membereskan peralatan dan memasukkan barang-barang ke dalam rumah, kelompok terebut memaksa masuk ke halaman rumah, merekam video, mengambil gambar tanpa seizin panitia, mengobrak-abrik tempat sampah, kemudian memaksa masuk ke dalam rumah yang sudah ditutup dan dikunci. Mereka juga berteriak: Allahuakbar! Allahuakbar!.

Kelompok tersebut terus mencoba memaksa masuk sambil merusak gagang pintu dan engsel pintu. Pihak panitia lalu menanyakan soal ada atau tidaknya surat penggeledahan polisi. Polisi mengatakan bahwa apabila panitia tidak membuka pintu, maka Ormas tersebut akan mendobrak masuk.

Setelah pintu berhasil terbuka, polisi dan sekitar 15-20 orang dari Ormas ini kemudian masuk ke dalam rumah, merekam video, mengambil gambar wajah para peserta Ladyfast. Salah satu peserta perempuan meminta agar mereka tidak mengambil gambar karena anak-anak yang mengikuti acara tersebut sangat ketakutan. Ketika dalam posisi ketakutan, Ormas tersebut malah berteriak: bakar, bakar.

Dinnah menyatakan bahwa sebanyak 4 Panitia kemudian dibawa oleh polisi ke Mapolsek Kasihan, Bantul dengan alasan untuk diamankan dan dimintai keterangan soal acara Ladyfast. Polisi juga menanyakan soal buku dengan logo Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang mereka lihat.

Panitia mengutuk keras kekerasan yang terjadi dalam penyelengaraan acara Ladyfast ini.

(Foto: Kolektif Betina)