Kekerasan Psikis ada di Sekitar Kita, dan Mungkin Kita Masih Diam. #MaybeHeDoesntHitYou


Sica Harum- www.konde.co

Awal Mei 2016, penulis Zahira Kelly nge-twit begini:

#MaybeHeDoesn’tHitYou but he just comes home angry at the world& broke& starts putting u down for being a useless parasite whos why hes broke.

Twit itu berlanjut terus. Lewat akun @bad_dominicana ia terus bicara bahwa kekerasan bukanlah semata ketika terjadi pemukulan, ataupun pemerkosaan. Banyak kekerasan non fisik atau psikis yang terjadi dalam hubungan pacaran dan rumah tangga. Namun, seperti dikutip dari BBC, Kelly tidak pernah menyangka, tagar #MaybeHeDoesntHitYou mendapatkan respons dari ribuan perempuan yang ikut ngetwit, dan mungkin juga sekalian ‘curhat colongan’.

Ada yang ngetwit tentang si pacar yang selingkuh berkali-kali tapi tetap mau kembali. Ada twit tentang kebiasaan pasangannya meremehkan dan membuat ia merasa bodoh di depan teman-teman kerja si lelaki.

Tagar #MaybeHeDoesn’tHitYou kemudian menjadi trending topic seiring dengan ramainya netizen seluruh dunia berkomentar.

hashtags data by hashtagify.me

Kekerasan non fisik itu ada, mungkin pernah kita rasakan, dan mungkin kita masih diam.

Seorang teman perempuan yang tak sengaja berpapasan di mal, tiba-tiba bercerita. Ia baru pulang dari salon dan memotong rambutnya.Satu jam kemudian, ia menelepon. Dengan suara bergetar menahan kesal dan tangis, ia bilang:

“Suamiku marah. Kenapa aku ga izin sama dia dulu untuk potong rambut.”

Oh My God.

“Moodnya langsung jadi jelek dan tak mau kuajak bicara. Aku mesti gimana biar dia baik lagi?”

Saya bilang, santai saja. Dia lalu nangis sesenggukan. Saya jadi ingat ia memang tidak bisa santai untuk urusan-urusan seperti ini. Saat kami masih bersama awal-awal kerja sekitar 15 tahun silam, dia banyak membaca artikel-artikel Cosmo yg ngasih tips: bagaimana agar pacar kita gak pergi dari kita?.

Apakah berhasil? Tidak.Ada hal-hal yang tidak bisa dipaksa untuk berhasil. Dan itu pasti bukan karena dia buruk. It simply just ...didn’t work.

Tapi dulu dia 'cuma' pacaran. Kalau masih pacaran, mungkin relatif masih lebih mudah. Tinggalkan saja para pacar pelaku kekerasan non fisik. You are worth for someone better. Dan itu yang dia lakukan seiring dengan kesadarannya yang kian membaik dan duit bulanan kiriman orang tua tak bisa lagi ia nikmati sepenuhnya, karena pacarnya yang waktu itu doyan dan selalu minta traktiran.

Kini ia sudah menikah. Dengan orang yang berbeda. Namun ternyata, persoalannya masih sama. Dan kini, persoalannya jadi sedikit lebih runyam karena ada ikatan pernikahan.

Semoga teman saya tidak bosan untuk terus berkomunikasi dan punya kesepakatan. Yang penting, jangan diam. Tagar #MaybeHeDoesntHitYou memperlihatkan ia, saya, tidak sendirian. Kita tidak sendirian, karenanya jangan diam.