Apa Pengaruh Sosial Media Bagi Perempuan?



Luviana – www.konde.co

Sejumlah aktivis digital percaya bahwa kehadiran internet bisa membawa ruang bagi demokrasi. Masyarakat yang tak bisa menembus media mainstream, bisa menggunakan internet untuk melakukan partisipasi publik.

Coba kita lihat, dengan datangnya internet, masyarakat kini dengan leluasa bisa melakukan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang merugikan publik, jalan rusak, listrik padam, banjir dan bencana alam. Sesuatu yang dulu sulit untuk dilakukan secara mudah dan langsung.

Walau ada banyak  juga yang pesimis dengan datangnya internet. Karena internet pada dasarnya hanyalah seperangkat alat, yang kemudian banyak dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar dan pemerintah.

Namun kali ini kita akan melihat apa guna internet bagi perempuan? Apakah internet mampu merubah perempuan? Bagaimana perubahannya?

Salah satu ahli digital demokrasi, Diana Saco menyebutkan bahwa internet yang merupakan bagian dari ruang digital tak hanya berisi alat-alat, namun proses digitalisasi adalah sebuah ruang dimana internet bisa digunakan sebagai ruang publik dan sosial. Maka dengan ruang publik digital, partisipasi bisa dilakukan.

Bagi perempuan, internet bisa meningkatkan pengetahuan, internet juga bisa digunakan untuk bisnis atau berjualan yang menambah income ekonomi, jadi pekerjaan yang dulu selalu dilakukan di kantor, kini dengan mudah dilakukan di rumah.

Mengapa internet banyak disukai masyarakat? Salah satu pakar komunikasi politik, Tim Unwin menyatakan bahwa disamping murah, internet bisa menembus ruang dan waktu, perempuan bisa berkomunikasi dengan teman di belahan dunia manapun.

Sarah Granger, seorang enterpreuner dan penulis buku The Digital Mystique: How the Culture of Connectivity Can Empower Your Life—Online and Off menuliskan bahwa ada berbagai macam kegunaan sosial media bagi perempuan, antaralain:

1) Digital Media telah memberikan forum bagi perempuan

Pengalaman Granger menyebutkan bahwa sosial media sangat  bermanfaat bagi ibu yang tinggal di rumah dan sering merasa sendirian. Banyak perempuan mengalami kesepian ketika ia sendirian di rumah. Sosial media bisa menghubungkannya dengan banyak teman-teman yang selama ini tidak bisa dijangkaunya.


2) Digital Media telah membantu untuk memberdayakan perempuan sebagai pemimpin.

Perempuan telah memanfaatkan media digital untuk membuat suara mereka agar didengar. Hal ini sering dilakukan oleh perempuan yang menulis blog, aktif berkomentar di facebook maupun twitter. Disinilah para perempuan memanfaatkan ruang untuk memberikan komentar dan pikirannya. Termasuk untuk melakukan kampanye penolakan kebencian atau rasisme pada kelompok tertentu. Juga kampanye soal hak asasi perempuan.


3) Digital Media telah membuat perempuan lebih mudah untuk memulai bisnis mereka sendiri.

Aksesibilitas media digital sangat bermanfaat bagi perempuan pengusaha . Media digital memberikan kesempatan besar bagi perempuan yang ingin menunjukkan keahlian mereka.


4) Digital Media telah memberikan forum bagi perempuan untuk terlibat secara terbuka pada topik yang bermakna.


situs jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook adalah alat yang berguna bagi orang yang ingin menggalang dukungan agar para perempuan terlibat dengan topik yang menarik. Granger menulis bahwa sosial media akan mengorganisir secara online bagi perempuan yang ingin menjangkau khalayak luas dengan cepat.


5). Pendidikan dan informasi untuk perempuan


Sosial media memberikan informasi dan pengetahuan baru bagi perempuan misalnya pengetahuan tentang hak asasi manusia. Selain itu sosial media memberikan peluang baru seperti pemberian informasi tentang beasiswa dan belajar dengan sistem jarak jauh secara online.


Dari catatan tersebut, kita bisa melihat bahwa ada perubahan dengan datangnya internet bagi perempuan. Paling tidak, sebagai alat internet mampu untuk melakukan komunikasi dan melakukan konsolidasi. Dalam advokasi anti kekerasan dan diskriminasi perempuan misalnya, internet kemudian menjadi alat untuk mengkomunikasikan informasi, mengkonsolidasikan pertemuan, mengkonsolidasikan aksi turun ke jalan dan merangkaikan peristiwa-peristiwa dengan lebih mudah.


(Foto: Ilustrasi)
(Bahan: msmagazine.com)