Anna Amalia: Perempuan, Memberontaklah untuk Kemerdekaanmu

Edisi Khusus Refleksi Kemerdekaan Perempuan: untuk edisi Kemerdekaan Agustus 2016 kali ini, www.konde.co akan menampilkan edisi khusus: “Refleksi Kemerdekaan Perempuan”. Refleksi kemerdekaan perempuan ini berisi kritik sekaligus evaluasi dari individu dan sejumlah kelompok tentang pentingnya kemerdekaan perempuan, ide soal kemerdekaan perempuan dan bagaimana refleksi mereka tentang kemerdekaan perempuan di Indonesia. Edisi khusus ini akan kami tampilkan dari tanggal 15-18 Agustus 2016. (Redaksi)

Estu – www.konde.co

Jakarta, konde.co – Kita sering menjumpai bahkan mengalami sendiri, bagaimana keriuhan semua menghadapi hari Kemerdekaan Indonesia yang dirayakan setiap 17 Agustus. Setiap orang kemudian memaknai apa itu kemerdekaan, yang masing-masing tentu memaknainya dengan berbeda. 

Sumber foto: http://ilps-canada.ca/wp/wp-content/uploads/2013/03/Untitled1.png
Kali ini, konde.co mewawancarai Anna Amalia, seorang perempuan yang sering berhadapan dengan ibu-ibu komunitas miskin kota. Anna Amalia merefleksikan kemerdekaan dalam kehidupannya sebagai seorang anak dari keluarga Jawa yang masih kental dengan nilai-nilai yang menempatkan laki-laki sebagai pengambil keputusan dan penentu segalanya. Dia melihat bagaimana ibu kandungnya maupun ibu tirinya merupakan perempuan yang tidak mempunyai banyak pilihan dalam hidupnya dan tidak mempunyai kekuatan untuk mewujudkan apa yang menjadi keinginan mereka. Misalnya ketika ibu tirinya harus menikah dengan ayahnya dalam usia yang sangat muda dan tidak mempunyai pendidikan, ibu tidak bisa dan tidak berani menolak. Bahkan kemudian mendapatkan kekerasan dari ayah, yang akhirnya ibu melakukan kekerasan kembali kepada anak. Ini menunjukkan betapa ibu sebagai perempuan tidak mempunyai kedaulatan atas tubuhnya dan ada akhirnya tidak bisa melakukan atau menjadi yang terbaik bagi dirinya sendiri maupun orang-orang disekitarnya.

Foto: koleksi pribadi Anna
Kemerdekaan bagi Anna adalah ketika perempuan mendapatkan pengetahuan dan mampu menyetarakan diri dengan orang lain dalam banyak hal, terutama pengetahuan. Karena dengan kedua hal itu, perempuan dapat membangun ruang negosiasi yang luas bagi dirinya untuk kemajuan pribadi maupun lingkungan sekitarnya, mempunyai kedaulatan atas tubuhnya untuk kemudian dapat memutus rantai kekerasan terhadap perempuan. Tentunya dengan berhasilnya memutus rantai kekerasan, maka dia akan dapat memberikan manfaat pada banyak orang minimal pada orang-orang terdekatnya. 

Anna menambahkan bahwa memang tidak mudah melakukan itu semua. Dia menyontohkan dirinya, bagaiama dia harus berusaha dua kali lipat dan harus membuktikan keberhasilan serta ketidakbergantungannya kepada keluarga. Dan hal ini tidak ditemui oleh saudara perempuannya yang menempuh kehidupan normative dan menerima apa adanya nasibnya. 
Harapan Anna bagi perempuan agar mendapatkan kemerdekaan sejatinya seperti yang dia maknai. Perempuanmemberontaklah perempuan, karena itu akan membebaskan kamu. Bukan hanya untuk dirimu sendiri, namun juga akan memberi manfaat bagi orang lain. Karena situasi saat ini masih belum banyak memberikan pilihan dan kesempatan bagi perempuan. Bahkan bagi dirinya yang mempunyai kesempatan dan pengetahuan, situasi saat ini masih membatasi dirinya yang belum bisa mengekpresikan kemampuan dan keinginan dirinya secara maksimal.