Inklunesia Award, Penghargaan bagi Pejuang Kesetaraan


Luviana – www.konde.co

Jakarta, Konde.co- Sejumlah aktivis dan kelompok sosial di Indonesia mendapatkan Inklunesia Award di tahun 2016 ini. Inklunesia Award ini merupakan penghargaan yang diberikan oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) yang didukung oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, The Asia Foundation dan DFAT.

Penghargaan ini diberikankepada para pejuang inklusi social pada Program Peduli yang telah bekerja untuk menciptakan lingkungan inklusif, yaitu berupa kebijakan maupun gerakan ke masyarakatan. Penghargaan diberikan pada Selasa (30/8/2016) kemarin di Jakarta.

Melalui inklusi sosial, program ini kemudian mendorong agar seluruh elemen masyarakat mendapat perlakuan yang setara dan memperoleh kesempatan yang sama sebagai warganegara, terlepas dari perbedaan apapun. 

“Melalui Inklunesia, kami menyebut istilah champion atau kader masyarakat menjadi pejuang inklusi, karena memang mereka memperjuangkan diri mereka dan orang lain untuk mendapatkan penerimaan, perlakuan yang adil dan beradab sesuai dengan UUD 1945 dan Pancasila,” tutur salah satu pengurus PKBI, Atas Hendartini.

Peran pejuang inklusi terlihat dari perjuangan mereka pada isu-isu minoritas seperti waria, mereka juga mulai dapat mengakses layanan dasar dan layanan publik yang mereka butuhkan hingga berpartisipasi dalam advokasi berbagai kebijakan yang pro-terhadap waria, anak berhadapan dengan hukum serta anak jalanan.

Atas Hendartini dalam kesempatan ini menambahkan, beberapa hasil yang bisa dirasakan dengan gerakan yang dilakukan oleh pejuang inklusi yaitu adanya pembauran waria dengan masyarakat dalam kegiatan kemasyarakatan.


Gus Dur, Penerima Penghargaan Inklunesia

Penghargaan ini diberikan kepada 17 pejuang inklusi Program Peduli pilar waria dan anak, penerimanya adalah:

1. Pejuang Inklusi Terinovatif : Kepala LPKA Palembang Endang Lintang Hardiman

2. Tim Pejuang Inklusi Terinovatif : Forum Komunikasi Penanganan Anak Berhadapan dengan Hukum Bengkulu

3. Pejuang Inklusi Terkreatif : Karmila - PKBM Karuwisi

4. Tim Pejuang Inklusi Terkreatif : Forum Warga Kampung Jawa

5. Pejuang Inklusi Muda, Beda dan Berbahaya : Bayu Brendah - Waria Muda Sumsel

6. Pejuang Inklusi Berpengaruh : Norma Manalu - KontraS Aceh

7. Tim Pejuang Inklusi Berpengaruh : Badan Pemasyarakatan Bengkulu

8. Pejuang Inklusi Bernyali : Cut Ralian - Orang Tua Waria Aceh

9. Pejuang Inklusi Kuat dan Bersinar : Kukuh Maulana - Anak Eks LPKA Salemba

10. Tim Pejuang Inklusi Kuat dan Bersinar : Forum Jurnalis Makassar

11. Pejuang Inklusi Berdedikasi : Sri Zumaeriyah - Kepala Badan Pemasyarakatan Jakarta Pusat

12. Tim Pejuang Inklusi Berdedikasi : Kesbangpol Kota Palangkaraya & Banjarmasin

13. Pejuang Inklusi Terinspiratif : Rebecca Nyuei - Koperasi Sanggar Suara

14. Tim Pejuang Inklusi Terinspiratif : Forum Keluarga ABH DKI Jakarta

15. Pejuang Inklusi Berintegritas : Suhartini - Ketua RW Prumpung Jakarta Timur

16. Tim Pejuang Inklusi Berintegritas : UPT PSBRKW Dinas Sosial Kalimantan Tengah

Sedangkan Lifetime Achievement Award Tokoh Legenda Pejuang Inklusi : K.H. Abdurrahman Wahid (Gusdur) atas perjuangannya menciptakan ruang inklusi pada minoritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.