Siti Khadijah, Penerima SK Trimurti Award 2016



Luviana – www.konde.co

Jakarta, Konde.co – Siti Khadijah, perempuan pengelola Radio komunitas Hapsari dan orang yang mendedikasikan diri untuk mengajarkan internet serta memberikan informasi selama 19 tahun pada buruh-buruh kebun dan petani di Deli Serdang, Medan, Sumatera Utara mendapatkan SK Trimurti Award 2016.

Penghargaan SK Trimurti diberikan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kepada perempuan yang memperjuangkan perempuan di media atau bagi masyarakat sipil yang memperjuangkan isu media dan kebebasan pers.


Menjadi Relawan Hingga Mengelola Radio dan Internet bagi Buruh dan Petani

Awalnya, Siti Khadijah bekerja mengorganisir para petani dan buruh kebun di Hapsari sejak tahun 1997. Siti Khadijah menjadi relawan organisasi perempuan tani di Himpunan Serikat Perempuan Indonesia (Hapsari) sejak 1997. Ia mengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk anak-anak buruh kebun di Kabupaten Deli Serdang yang merupakan basis Hapsari.

Hapsari kemudian membiayai Siti untuk menempuh bangku perkuliahan di jurusan Sastra Inggris, Universitas Muslim Nusantara, Deli Serdang. Perempuan yang akrab disapa Ijah ini kemudian mulai aktif terlibat dalam pendidikan gender kritis untuk basis massa Hapsari sekitar tahun 2000.

Pada tahun 2009, Ijah begitu ia biasa dipanggil, dipercaya untuk mengelola radio komunitas Hapsari. Ijah adalah inisiator seluruh program-program siaran yang bertema kesetaraan gender tersebut. Ia menjadikan radio hapsari menjadi wadah kebebasan berekspresi bagi buruh-buruh tani. Sebagian besar tema siarannya mengangkat persoalan-persoalan bias gender dalam budaya masyarakat, seperti diskriminasi dan kekerasan.

Radio ini juga menjadi ruang bagi korban-korban kejahatan seksual untuk berani bicara demi menuntut keadilan, di samping mengulas pandangan-pandangan perempuan tentang ekonomi daerah. Buruh-buruh tersebut tak hanya terlatih menjadi public speaker, namun juga mengelola siaran-siaran informasi untuk perempuan. Program itu siar di Hapsari FM setiap hari dari pukul 09:00 s/d 17:00 WIB.

Berkat Ijah dan pengurus hapsari lainnya, nama Hapsari di Deli Serdang menjadi dikenal hingga kalangan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Mereka berhasil merangkul dukungan Pemda yang semula antipati kepada Hapsari. Dalam beberapa kesempatan Ijah menggorganisir kerja sama Hapsari dengan parpol untuk memberikan pendidikan politik kepada para buruh tersebut.

Selain aktif di radio, Ijah kemudian juga ikut menginisiasi untuk memberikan pelajaran soal internet bagi petani dan buruh kebun disana. Ijah mulai mengajari para perempuan bagaimana cara mencari informasi di internet.

“ Bagi buruh-buruh seperti kami, internet ini kami gunakan untuk mencari informasi, untuk mengadvokasi, dan mencari informasi sehari-hari seperti bagaimana membuat menu makanan baru, menu kue-kue baru yang bisa kita jual disini untuk menambah penghasilan,” ujar Ketua Hapsari, Riani yang pernah kami temui pada Maret 2016 lalu.


Penghargaan SK Trimurti 2016


Juri SK Trimurti Award yang terdiri dari Mariana Amiruddin (Komnas Perempuan), Misiyah (Kapal Perempuan) dan Ging Ginanjar (Jurnalis BBC Indonesia) menyatakan bahwa penghargaan ini diberikan pada Siti Khadijah yang telah menunjukkan komitmen khusus, melalui karya-karyanya atau kegiatan-kegiatannya terhadap demokratisasi, pemberdayaan rakyat banyak, pemberdayaan perempuan, dan pembelaan hak-hak sipil

“Begitu banyak perempuan wartawan dan pegiat perempuan dan media di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, terutama, yang karya-karya dan kerja perjuangannya bisa kita saksikan secara dekat sehingga dengan mudah dapat menjadi calon penerima Anugerah SK Trimurti. Namun keadaan ini tidak adil bagi mereka yang bekerja dan berjuang di wilayah-wilayah jauh dari Jakarta dan kota besar lain. Karena kemampuan dan perangkat pemantauan yang dimiliki panitia dan juri jauh lebih terbatas dalam menjejaki dan mengapresiasi karya dan kerja mereka, maka dikerahkan perhatian ekstra untuk menjangkau para aktivitas kerja dan karya perjuangan di pelosok, yang sama berharga dan bernilainya dengan yang dilakukan orang lain di Jakarta dan kota-kota besar, namun kurang terangkat ke permukaan,” ujar Ging Ginanjar.

Penghargaan ini diberikan pada Ijah yang menjadikan media/pers sebagai salah satu peralatan pentingnya untuk bekerja. Sejak 1997 ia menekuni media radio komunitas, untuk melakukan gerakan dan upaya perubahan terkait hak-hak perempuan.

“Pengalaman pribadinya sebagai perempuan yang menghadapi berbagai diskriminasi, menjadi bekal utamanya memperjuangkan hak-hak perempuan sejak hampir 20 tahun ini. perjuangan nilai-nilai keadilan gender dan penghargaan keberagaman (pluralisme) tidak hanya digaungkan di ranah publik, namun diejawantahkan dalam kehidupan pribadinya, dalam keluarganya di ranah privat,” ujar Misiyah.

Ijah terutama memberdayakan kaum perempuan buruh kebun untuk mencari dan mengelola informasi yang di era sekarang bisa sangat menjebak. Informasi yang didapat: kenaikan harga, keadaan buruh, kekerasan seksual, bahkan juga menu makanan, didiskusikan, dibahas juga di radio komunitas Hapsari, oleh kaum perempuan buruh itu, disiarkan secara langsung. Karya dan kerjanya dengan radio komuitas dan kaum perempuan di Deli Serdang sungguh bernilai dan terpuji.


(Pemberian penghargaan SK Trimurti Award 2016 dari Aliansi Jurnalis Independen/ AJI kepada Siti Khadijah, pengelola internet dan Radio Komunitas Hapsari di Deli Serdang, Medan, Sumatera Utara pada Jumat, 26 Agustus 2016 di Jakarta. Foto: Luviana)