Survey Perempuan Pekerja dan Akses Ekonomi Perempuan


Luviana – www.konde.co

Manila, Konde.co - The World Bank Group pada bulan Juni 2016 lalu merilis sebuah laporan tentang kondisi perempuan dalam bisnis, serta hukum yang menghambat produktivitas perempuan di 173 negara. Temuan ini menyatakan bahwa setidaknya ada 1 hukum yang menghambat peluang ekonomi perempuan.

Misalnya, di negara federasi Rusia, pemisahan gender dalam pekerjaan tersebar luas, di mana perempuan dibatasi untuk memegang pekerjaan tertentu. Perempuan juga didorong untuk bekerja di industri perawatan kesehatan, pendidikan dan industri lampu/ pencahayaan. Hal ini mengakibatkan perempuan hanya bekerja di sektor yang terbatas dan dibayar dengan biaya yang lebih rendah.

Dalam sebuah seminar baru-baru ini di Markas ADB di Manila, Philipina, Sarah Iqbal, program officer di Bank Dunia, menguraikan bagaimana seorang perempuan juga tidak bisa membayar pajak secara proporsional seperti yang terjadi di negara-negara Brunei Darussalam, Kamboja, Fiji, Indonesia , Republik Demokratik Rakyat Laos, Malaysia, dan Filipina, di mana ada ketentuan pajak yang hanya mendukung laki-laki.

Di sejumlah negara lain juga ada pemotongan pajak atau kredit yang hanya diberikan kepada laki-laki yang dianggap kepala rumah tangga. Hanya Israel, Singapura dan Spanyol yang memberikan kredit dan pengurangan pajak tertentu untuk perempuan.

Laporan ini juga menggarisbawahi bagaimana kekerasan dapat menghambat ekonomi perempuan dengan memblokir akses ke sumber daya keuangan lainnya. Perempuan di Tanzania, misalnya, memperoleh 60% gaji lebih rendah jika mereka mengekspose laki-laki yang melakukan kekerasan dibandingkan perempuan yang tidak mengeksposenya.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa perempuan dari keluarga kaya memiliki risiko 45% lebih rendah mendapat kekerasan dibandingkan perempuan yang berasal dari rumah tangga miskin


Pemberian Kredit untuk Perempuan

Dalam laporan juga tertulis hanya beberapa negara yang kemudian memberikan kredit dan bantuan untuk perempuan. Di Israel, pemerintah memberikan kredit pajak pribadi dengan jalan mengurangi jumlah pajak perempuan. Hal ini tergantung pada status perkawinan perempuan dan jumlah anak yang ia miliki.

Perempuan Israel yang ingin membuka usaha sendiri juga dapat memanfaatkan diskon atau pembayaran gratis yang dibimbing oleh seorang konsultan bisnis yang disediakan oleh pemerintah.

Sementara itu, di Singapura, pemerintah memberikan bantuan pada ibu bekerja untuk bantuan anak untuk mendorong perempuan menikah untuk tetap bekerja setelah memiliki anak.

Sedangkan di Spanyol, perempuan diberikan pengurangan pajak hingga 2.500 euro, dari ketika mereka melahirkan sampai anak mereka mencapai usia 3 tahun.


  
(Disadur dari: http://www.isiswomen.org/index.php?option=com_content&view=article&id=1790:new-report-bares-legal-barriers-to-women-s-entrepreneurship-employment&catid=196&Itemid=449)