Senjata yang Menjadi Pemicu Kekerasan Dalam Rumah Tangga


Luviana – www.konde.co

Di Amerika, setiap bulan Oktober diperingati sebagai bulan kesadaran menolak kekerasan dalam rumah tangga. Organisasi yang berjuang untuk perempuan, Feminist Majority Foundation merilis bahwa kepemilikan senjata api adalah salah satu pemicu terjadinya kekerasan dalam rumah tangga di Amerika.

Setiap menit di Amerika Serikat, ada 20 orang mengalami kekerasan dari pasangannya.  Lebih dari 1 dari 3 perempuan, dan 1 dari 4 laki-laki akan menjadi korban kekerasan pasangannya.

Ini diakibatkan oleh satu dari tiga orang dewasa Amerika memiliki senjata api. Kesempatan seorang perempuan di sebuah rumah tangga mendapat perlakuan kasar dan dibunuh oleh pasangannya menjadi tinggi ketika ada pistol atau senjata api di rumah.

Pada tahun 2013, hampir 500 perempuan ditembak oleh suami atau pasangan. Ada sekitar 1 juta perempuan di Amerika Serikat yang telah selamat dari penembakan oleh pasangannya. Data lainnya menunjukkan, sekitar 4,5 juta perempuan telah diintimidasi, diancam atau dipaksa dengan pistol oleh pasangannya dan tidak ada pelaporan ke penegak hukum.

Jadi banyak senjata api yang digunakan untuk mengancam dan mengintimidasi korban. Sebuah studi di Harvard menemukan bahwa insiden disana banyak diakibatkan untuk kontrol koersif daripada menggunakan senjata untuk pertahanan diri.

The Feminist Mayoritas Foundation kemudian melobi untuk disahkannya undang-undang yang berpihak pada perempuan korban KDRT, karena sangat sulit untuk menghukum seorang pelaku dari kejahatan kekerasan dalam rumah tangga kecuali korban secara fisik diserang ke titik hampir mati.

Hukum ini sangat penting untuk perlindungan korban mengingat pelaku kekerasan dalam rumah tangga memiliki tingkat tinggi residivisme dan kekerasan cenderung meningkat dari waktu ke waktu.

VOA Indonesia menuliskan bahwa penjualan senjata api di Amerika meningkat pesat dalam beberapa pekan ini karena pembeli khawatir dengan kemungkinan terjadinya serangan teroris dan antisipasi pemberlakuan peraturan baru terhadap penjual dan pembeli senjata api, yang diumumkan Presiden Barack Obama 5 Januari 2016 lalu.

Di Amerika, kepemilikan senjata api dijamin oleh konstitusi, di mana diperkirakan ada sekitar 300 juta senjata api yang beredar di negara ini atau berarti hampir setiap orang dari 322 juta warga Amerika memiliki senjata api. Kepemilikan ini terpusat pada sepertiga warga Amerika di mana salah seorang anggota keluarga memiliki senjata api.


Sumber:
http://feminist.org/blog/index.php/2016/10/06/domestic-violence-awareness-month-guns-in-abusive-homes/

http://www.voaindonesia.com/a/penjualan-senjata-api-di-amerika-meningkat-pesat/3132480.html