Para Feminis Muda


Luviana- www.konde.co

Apa yang dilakukan para feminis muda? Pikiran ini terlintas ketika saya dan beberapa teman melihat kalender hari ini.

Hari sumpah pemuda. 28 Oktober 2016 hari ini merupakan Hari Sumpah Pemuda-Pemudi.

Kami langsung teringat pada perjuangan para feminis muda dulu. Ada S.K. Trimurti, menteri perburuhan Indonesia pertama yang berjuang di masa muda bersama Organisasi Gerakan Wanita Sedar. Ada Sulami, Sri dan Harti yang juga memperjuangkan hal yang sama untuk perempuan buruh di masa-masa tahun 1940-1950an dulu. Mereka para perempuan muda yang kemudian mengorganisir, berbicara tentang perjuangan perempuan, berjuang untuk kesehatan reproduksi perempuan, juga untuk hak-hak buruh perempuan.

Dengan caranya masing-masing,  banyak perempuan-perempuan muda di Indonesia yang juga melakukan sesuatu. Para perempuan muda di masa sekarang misalnya, dalam gerakan internet di Indonesia misalnya melakukan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan. Ini dilakukan organisasi seperti Pamflet Indonesia, Champaign.com. Yang lain, ada beberapa anak muda yang melakukan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan melalui game anti stereotype terhadap perempuan, melalui sosial media dan bekerja keras di media untuk melawan kekerasan dan stigma yang melekat pada perempuan.

Di kalangan aktivis perempuan di Indonesia, banyak anak muda yang kemudian bergerak dalam perjuangan untuk pembelaan pada nasib buruh perempuan. Ada JALA PRT yang berjuang untuk nasib Pekerja Rumah Tangga (PRT) di Indonesia, Organisasi Perempuan Mahardhika, yang diisi oleh anak-anak muda yang melakukan pembelaan pada nasib buruh perempuan. Demikian juga di organisasi lain yang melakukan pembelaan terhadap korban-korban penggusuran, perjuangan anak-anak muda di Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) untuk kelompok perempuan miskin, perjuangan perempuan muda di Solidaritas Perempuan untuk membela nasib nelayan.

Yang lain, ada banyak anak muda yang kemudian membela masyarakat yang tergusur dari rumahnya. Inilah kiprah yang mungkin sering tak banyak terbaca orang umumnya. Padahal dengan caranya masing-masing, banyak yang sudah dilakukan feminis muda dan organisasi-organisasi perempuan yang mereka pimpin.

Di Indonesia juga ada sejumlah anak muda yang kemudian menggagas organisasi fundrising, seperti anak muda yang membangun Indonesia Untuk Kemanusiaan(IKA). IKA kemudian juga bekerja untuk fundrising dan hasil dananya dikumpulkan untuk perjuangan para perempuan korban di Indonesia.

Dengan banyak cara, para perempuan muda Indonesia, para feminis muda ini melakukan banyak hal, berjuang dengan berbagai cara untuk menyelesaikan persoalan kemanusiaan.


Feminis Muda di Sejumlah Negara

Di sejumlah negara, ide untuk membangun gerakan perempuan juga diinisiasi oleh anak-anak muda. Di Philipina misalnya ada organisasi yang bergerak untuk perempuan dan media, Isis International Manila membangun pemikiran-pemikiran penting untuk perempuan. Dalam feminisme, para perempuan muda inilah yang kemudian berpikir dan membangun gerakan yang berpengaruh untuk mengubah pemikiran dan mengajak orang lain bergerak.

Munculnya aktivis muda feminis di seluruh pelosok dunia menunjukkan sebuah kebutuhan akan banyak sumber daya manusia baru. Organisasi the Association for Women’s Rights in Development (AWID) di Marrakech, Morocco dalam websitenya di http://youngfeministfund.org/about-frida/history/ misalnya melihat ada banyak gerakan kritis yang dilakukan anak muda di dunia. Salah satunya adalah yang dilakukan FRIDA, organisasi feminis-feminis muda yang kemudian menggagas dana untuk kampanye perempuan.  Hal ini dilakukan sebagai sebuah urgensi memajukan gerakan alternatif yang berkelanjutan dan respon terhadap kebutuhan untuk membangun gerakan perempuan.

Kebutuhan lain yaitu untuk memobilisasi sumber daya baru dan memperluas sumber daya yang ada dan mendukung pekerjaan organisasi hak-hak perempuan dan gerakan di seluruh dunia, termasuk feminis muda tentu saja.

FRIDA kemudian dirancang atas dasar latar belakang penelitian global dengan para pemangku kepentingan dari masyarakat perempuan akan kebutuhan pendanaan, mengumpulkan dermawan,  badan pembangunan internasional, jaringan feminis, serta perempuan muda yang bekerja di berbagai belahan dunia. Sebuah survei global organisasi perempuan muda selesai pada 2010 dengan ratusan aktivis berbagi pengalaman mereka untuk membangun model pendanaan dan rekomendasi untuk dana baru yang berjuang bagi perempuan.

Di Amerika, para feminis-feminis muda di sejumlah negara kemudian berkumpul bersama Organisasi feminis Mayoritas Foundation pada Maret 2016 lalu. Mereka mengadakan konferensi feminis muda dan memberikan kesempatan pada aktivis muda untuk membangun jaringan, menumbuhkan pengetahuan mereka tentang isu-isu feminis yang bersangkutan dengan isu domestik dan global, dan menyempurnakan metodologi pengorganisasian mereka. Bergabung dengan aktivis muda feminis dari berbagai negara mereka kemudian mendiskusikan isu-isu termasuk reproduksi keadilan, eco-feminisme, intersectionality dan aktivisme berbasis identitas, bagaimana kampus mengorganisir taktik dan metode, kekerasan terhadap perempuan, serta langkah-langkah suara dan pengorganisasian politik, merumuskan bagaimana media sosial dan aktivisme berbasis web digunakan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan global dan isu kesehatan.

Anak-anak muda di ATHENA misalnya meluncurkan kampanye #WhatWomenWant dengan masyarakat sipil perempuan pada Mei 2016. Kampanye ini dilakukan untuk memperkuat suara perempuan, menyoroti realitas dan solusi bagi perempuan. Kampanye #WhatWomenWant dilakukan oleh para aktivis muda untuk menyerukan perubahan, untuk memastikan bahwa pemerintah harus bertanggung jawab untuk perjanjian internasional dan komitmen ditetapkan. Ini adalah kendaraan untuk menjembatani perempuan dalam kebijakan, praktik, dan intervensi untuk meningkatkan kehidupan kita.

Kampanye yang dilakukan misalnya memobilisasi pendukung dan pemimpin pemikiran di isu-isu kesetaraan gender, HIV, kekerasan berbasis gender, hak-hak perempuan, dan kesehatan dan hak-hak seksual dan reproduksi (SRHR) untuk perempuan.

Banyak anak muda, para feminis muda yang berpikir dan banyak memperjuangkan isu kemanusiaan. Selamat Hari Sumpah Pemudi!



Referensi:
http://feministcampus.org/conferences/2016-nyflc/
http://whatwomenwant.format.com/about
(Foto: www.youtube.com)