Perempuan Perancis Memprotes Kesenjangan Upah


Luviana – www.Konde.co


Perempuan di Perancis pada awal November 2016 lalu melakukan protes atas kesenjangan upah yang terjadi di berbagai tempat kerja yang terjadi pada para perempuan. Langkah ini mendapat dukungan dari sejumlah perempuan Perancis termasuk menteri hak-hak perempuan, Laurence Rossignol. Rossignol mengatakan bahwa ketika perempuan memprotes, mereka ingin melakukan perubahan pada banyak hal yang selama ini tidak terlihat.

Menurut aktivis Rebecca Amsellum, perempuan di Prancis memperoleh 15 persen upah kurang dari rekan-rekan laki-laki mereka, meninggalkan 38,2 hari kerja dalam setahun karena melakukan pekerjaan domestik di luar pekerjaannya di kantor.

Tindakan para perempuan di Perancis yang memperjuangkan upah perempuan ini terinspirasi oleh protes bulan lalu yang terjadi di Islandia. Ketika itu ribuan perempuan berjalan keluar dari pekerjaannya ketika mereka tidak lagi mendapat kompensasi untuk pekerjaan mereka. Amsellum menunjukkan bahwa sementara ini, kesenjangan upah gender tetap terjadi di seluruh Eropa.
Dugaan yang terjadi selama ini banyak perempuan yang memilih untuk dibayar kurang dengan memilih pekerjaan tertentu dan tetap harus bertanggung jawab untuk merawat anak-anak mereka tanpa dibantu laki-laki, hal ini mendorong terjadinya ketimpangan upah untuk perempuan.


(Disadur dari: http://feminist.org/blog/index.php/2016/11/07/women-in-france-protest-the-gender-wage-gap/)

(Foto/ Ilustrasi: Pixabay.com)