15 Februari Hari PRT Nasional


* Yuni Sri- www.Konde.co

Salam hangat dan salam perjuangan untuk teman-teman Pekerja Rumah Tangga (PRT) dimana saja berada, selamat hari Pekerja Rumah Tangga 15 Februari 2017.

Sedikit saya menceritakan tentang Hari PRT Nasional ya, mungkin supaya teman- teman jadi mengerti kenapa kita memperingati Hari PRT Nasional. Sudahkah kalian mengganti profil dengan meme PRT adalah Pekerja, sebagai wujud kita menghormati dan memperingati Hari PRT Nasional?

Setiap Tahun adalah tahun penuh harap dan penantian, semangat untuk berjuang untuk hak hak para PRT. Jala PRT dan beberapa organisasi perempuan, LSM, kawan buruh, dan organisasi PRT itu sendiri mengkampanyekan Perlindungan PRT menjadi Hari PRT Nasional menjadi Hari Libur Nasional PRT setiap tanggal 15 Februari, dan sekarang di tahun 2017 adalah tahun  ke 11 untuk memperingati Hari PRT Nasional.


Awal sejarah Hari PRT nasional

Dilatar belakangi oleh peristiwa penyiksaan dan  kekerasan yang diterima oleh PRTA (Pekerja Rumah Tangga Anak) yang bernama Sunarsih, saat itu ia berusia 15 tahun. Bekerja di Surabaya Jawa Timur dengan majikan yang bernama Ny. Ita,saat bekerja dengan majikannya itu, Sunarsih dan 4 teman PRT nya kerap kali mendapatkan perlakuan dan penyiksaan yang sangat biadab dari majikannya.

Sunarsih tidak mendapatkan hak haknya sebagai pekerja, tidak diberi upah, jam kerja yang lebih dari 18 jam , diberi makan yang tidak layak, tidak mendapat akses untuk keluar rumah karena di kunci, tidak bisa berkomunikasi dan bersosialisasi, tidur dilantai jemuran, dengan penyiksaan yang kerap diterimanya setiap hari menyebabkan Sunarsih meninggal dunia tanggal 12 Februari 2001. Majikan dalam proses hukum dijerat hukuman 4 tahun penjara tapi karena naik banding  menjadi 2 tahun tidak dieksekusi. Keadilan tidak berpihak pada korban yang dianiaya.

Sebenarnya majikan Sunarsih yaitu Ny.Ita pada tahun 1999 pernah juga menganiaya PRT-nya tapi dia lolos dari jeratan hukum.

Dan kembali pada tahun 2005, Nyonya Ita melakukan penganiayan dan kekerasan terhadap "Sunarsih" yang lainnya,

Sampai sekarang pun 2017 ternyata masih tetap saja ada penyiksaan dan kekerasan terhadapa teman- teman PRT, pada bulan februari 2016 kita dikejutkan oleh PRT Anak (PRTA) yang bernama Sri Siti Marni (Ani) yang bekerja dari tahun 2007-2016 saat itu usianya masih 12 tahun, disekap selama 9 tahun oleh majikannya dengan kekerasan dan penyiksaan yang nyaris sama, disiram air panas dn diseterika pula terlebih diberi makan kotoran kucing, sampai akhirnya Februari 2016 Ani melarikan diri dengan loncat dari lantai 3 rumah majikannya dengan hanya seutas tali dan meminta pertolongan dipos Polisi yang terdekat.

Oktober 2016 kita juga dikejutkan kembali dengan penyiksaan Nurlela PRT asal  Cikarang, bekerja di Cileunyi Jawa Barat dengan majikan yang berprofesi sebagai PNS, dengan penyiksaan yang sama kerap kali disiram air panas , disetrika, bahkan digantung dengan dilipat-  lipat tubuhnya.

Hampir dari tahun ke tahun penyiksaan dan kekerasan PRT bertambah, sampai sekarangpun masih saja ada, tapi dengan kejadian seperti itu Pemerintah tetap saja menutup mata, tidak perduli dengan kebiadaban majikan yang seenaknya, tidak ada inisiatif Negara dan Pemerintah untuk mencegah segala bentuk kekerasan terhadap PRT dan memberi Perlindungan atas hak - hak PRT.

Karena itu kami Para PRT  berjuang dengan semangat untuk mendesak pada Pemerintah dan Negara kita yang tercinta ini untuk mewujudkan segera UU Perlidungan PRT dan Ratifikasi Konvensi ILO 189 tentang Kerja Layak PRT , supaya tidak ada lagi kekerasan dan penyiksaan terjadi terhadap PRT, dan PRT Indonesia punya payung hukum, punya perlindungan di Negaranya sendiri. Jadi kami tidak direndahkan dan dipandang sebelah mata atas profesi kami sebagai Pekerja. Dihargai oleh Negara lain yang ada di indonesia.

Semoga dengan cerita yang saya petik dan saya tahu sebagai salah satu PRT juga bisa membuka mata Pemerintah kita  komisi IX  dan Presiden supaya Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) dan Ratifikasi Konvensi ILO 189 segera dibahas dan disahkan. Jangan lagi ada korban lain diluar sana. Karena kenyataannya kehidupan PRT tidak baik baik saja di Negara sendiri.


(Sumber dari: Jala PRT)
(Ilustrasi: Pixabay.com)


*Yuni Sri, Anggota aktif di SPRT Sapu lidi Jakarta