Ibu Soed Saridjah Niung, Lagumu untuk Kami Anak-anakmu


Luviana- www.Konde.co

Seminggu yang lalu, anak perempuan saya mengikuti ujian musik di sekolahnya. Ia memainkan pianika dan melantunkan lagu “Tanah Airku.”

“Tanah airku tidak kulupakan.
Kan terkenang selama hidupku.
Biarpun saya pergi jauh, tidak kan hilang dari kalbu.
Tanah ku yang kucintai, engkau kuhargai.”


Ketika saya mencertakan ini kepada salah satu sahabat saya yang tinggal di Perancis, ia terenyuh mendengar cerita ini. Bukan karena cerita anak saya yang bisa bermain pianika, namun karena ia gemetar, anak-anak Indonesia menyanyikan lagu ini.

Tiba-tiba ia ingat Indonesia, ingat Solo, kota yang membesarkannya dulu.

“Kalau dengar lagu ini, rasanya pengin nangis. Pengin pulang. Tidak mau balik lagi kesini.” Begitu ujarnya ketika menelepon saya malam-malam.

Lagu-lagu seperti ini selalu mengingatkannya pada rumah. Ia berulangkali bercerita, kalau ketemu teman Indonesia disana, mereka tak berhenti untuk bercerita tentang Indonesia, tentang kota, tentang kampung, tentang desa yang telah membesarkan mereka.

Hari ini, pencipta lagu “Tanah Airku”, saridjah Niung atau Ibu Soed ini genap berusia 109 tahun. Google Doodle hari ini di lamannya menuliskan ulangtahun Ibu Soed ini, perempuan yang banyak jasanya untuk anak-anak Indonesia.

Lahir di Sukabumi, Jawa Barat pada 26 Maret 1908. Ibu Soed kemudian meninggal tahun 1993 pada usia 85 tahun. Ibu Soed adalah seorang pemusik, guru musik, pencipta lagu anak-anak, penyiar radio, dramawan dan seniman batik Indonesia. Lagu-lagu yang diciptakan Ibu Soed sangat terkenal di kalangan pendidikan Taman Kanak-kanak Indonesia. Ibu Soed dikenal sebagai tokoh musik tiga zaman (Belanda, Jepang, Indonesia)

Sebagai pemusik yang mahir memainkan biola, Ibu Soed turut mengiringi lagu Indonesia Raya bersama W.R. Supratman saat lagu itu pertama kali dikumandangkan dalam acara Sumpah Pemuda di Gedung Pemuda, tanggal 28 Oktober 1928.

Jauh sebelum meninggal, Ibu Soed sempat mengungkapkan perasaannya yang menyayangkan bahwa lagu anak-anak sekarang telah menjadi serba komersil. Ibu Soed telah menciptakan 480 lagu anak-anak Indonesia, antara lain: Burung Kutilang, Naik Delman, Lihat Kebunku, Kupu-Kupu, Naik-Naik ke Puncak Gunung, Desaku, Hai Becak, Berkibarlah Benderaku, Bendera Merah Putih dan Tanah Airku.

Lagu-lagu Ibu Soed, menurut Pak Kasur, salah seorang rekannya yang juga tokoh pencipta lagu anak-anak, selalu mempunyai semangat patriotisme yang tinggi. Sebagai contoh, patriotisme terdengar sangat kental dalam lagu Berkibarlah Benderaku. Lagu itu diciptakan Ibu Soed setelah melihat kegigihan Jusuf Ronodipuro, seorang pimpinan kantor RRI menjelang Agresi Militer Belanda I pada tahun 1947, dimana Jusuf menolak untuk menurunkan Bendera Merah Putih yang berkibar di kantor RRI, walaupun dalam ancaman senjata api pasukan Belanda

Hingga sekarang, setiap hari kita masih mendengar lagu “Tanah Airku” ini dalam penutup siaran di sejumlah stasiun televisi. Lagu ini selalu mengingatkan saya akan Indonesia, alamnya yang indah, namun juga kemiskinannya, problem sosial masyarakat, persoalan perempuan yang tak kunjung usai. Ibu Soed selalu mengingatkan, pada perjuangan kemanusiaan untuk mencintai Indonesia.


(Referensi: http://www.biografi.id/2016/01/biografi-lengkap-ibu-soed-saridjah-niung.html)
(Foto/ ilustrasi: Google.co.id)