Mencicipi Kopi Sembari Bekerja


Sica Harum- www.Konde.co

Apa yang dilakukan perempuan ketika mencicipi liburan yang sebentar-sembari kerja? Bisa mencicipi liburan sebentar? Duh, enaknya.

Sejumlah teman perempuan saya memilih untuk mengunjungi organisasi perempuan dimana selama ini mereka saling berjejaring. Teman perempuan saya yang lain memilih untuk mengunjungi kampus tempat ia belajar dulu, bertemu dosen dan tentu saling ngobrol. Dan teman perempuan saya yang lain, memilih untuk mengunjungi teman perempuan lainnya.

Saya, yang waktu itu bisa bekerja-sambil mencicip liburan sebentar di yogya, memilih untuk pergi ke toko buku.

Yogya memang selalu bisa membuat saya suka. Mungkin karena tak pernah menetap terlalu lama, mungkin karena memang Yogya punya banyak pesona. Entah. Tapi saya suka atmosfernya. Makanan. Tempat-tempat menarik, dan tentu saja buku-buku Yogya.

Akhir Maret lalu saya ke Jogja. Singkat saja. Pergi pagi, pulang Maghrib. Untungnya yang mengajak meeting tahu tempat menyenangkan hati.

Ia mengajak kami ke Toko Budi, lalu ngopi dan berbincang di Dongeng Kopi. Letaknya di kawasan Gorongan, Condongcatur. Ada di sana juga, Indie Book Corner.

Toko Budi ialah toko buku, kecil saja. Seperti kamar kos-an yang umum ditemui di kota-kota mahasiswa. Bangunannya menempel dengan Dongeng Kopi dan Indie Book Corner. Koleksi buku di Toko Budi tidak banyak, tapi judul-judulnya menggoda untuk diborong.

Kalau kalian orang Jakarta yang doyan ke Pasar Santa, tampilan Toko Budi ini mirip-mirip POST lah, semangatnya, juga beberapa koleksinya. Seperti buku-buku penerbit Oak dan Marjin Kiri. Di toko buku yang kecil ini, umumnya kita bisa bahagia. Bisa ngobrol tentang buku dengan yang kebetulan sedang bertugas jaga.

Saya sempat beli Pangeran Mandasia si Pencuri Daging Sapi. Karya Yusi Avianto Pareanom ini sangat saya rekomendasikan untuk dibaca, terutama kalau kamu udah mulai kebanyakan baca buku-buku Tere Liye dan Andrea Hirata. Kenapa? Haha. Beli aja. Saya belum sempat nulis review-nya. Sudah banyak kok yang nulis, googling aja. Percayalah, dongeng kontemporer ini sangat layak dibeli. Halaman demi halamannya begitu membetot perhatian.

Anyway, ada Olie di Toko Budi saat kami tiba. Ia berbaik hati memberi diskon 10% untuk buku-buku yang kami beli. Yang mengundang meeting, juga baik. Dia membawakan sekantong berisi buku-buku dan mentraktir kopi. Asyik!

Dan kopi di Dongeng Kopi itu bukan bualan enaknya. Saya sempat coba dua rasa. Coffee kill the tea yang hot (iya, namanya emang gitu) dan something cold apple coffee brew. Dua-duanya enak. Tapi mungkin karena siang dan Yogya agak gerah, saya lebih suka kopi dingin rasa apel. Asli, enak banget.

Dan ya, meeting kami lancar siang itu. Mudah-mudahan kelancarannya kelak bisa mendatangkan banyak alasan untuk saya selalu pergi ke Yogya, bekerja sembari liburan sebentar, walau hanya ke toko buku dan mencicip kopi.

Terima kasih buat meeting dan pekerjaan yang asyik. Saya bisa mencicipi kopi sebentar, memilih sejumlah buku perempuan, dan tentu saja bercengkerama dengan keramahan perempuan yogya.