Lita Anggraini, Perempuan yang Mengajak Kami Berani Berjuang


*Leni Suryani- www.Konde.co

Ada yang berbeda di group sosial media Pekerja Rumah Tangga, 31 Juli 2017 lalu. Yuni Sri, kawan kami, pagi itu memposting ucapan selamat untuk Lita Anggraini.

Tempo pada 31 Juli 2017 lalu memang memberikan anugerah sebagai tokoh metro 2017 bagi aktivis Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT), Lita Anggraini. Lita merupakan tokoh Pemberdaya Untuk Pekerja Rumah Tangga (PRT)

Bagi saya, Lita Anggraini adalah sosok di balik perjuangan Kawan-kawan PRT (Pekerja Rumah Tangga) di Indonesia.

Lita Angraini (48) lulusan sarjana Hubungan Internasional Universitas Gajah Mada, dan berasal dari kota Semarang. serta sebagai kordinator JALA PRT ( Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga), adalah sosok yang sedarhana dan mempunyai ciri khas tersendiri yaitu memakai "Kaos Hitam" dimanapun tempat dan menghadiri acara pun beliau selalu memakai kaos hitam.

Ia juga senang sekali makan. Saking senang hobi makan, berat badannyapun terus meningkat, buat Lita, penampilan tidak terlalu penting.

Di balik sosok sederhana itu, ternyata ada mimpi yang sangat mulia dan apapun caranya Mbak Lita- begitu kami biasa memanggilnya-berusaha untuk mewujudkannya.

Salah satunya, yaitu mendirikan Sekolah PRT (Pekerja Rumah Tangga) bagi kami. Lita telah dan mengangkat nasib PRT agar lebih dihargai dan mendapatkan hak-haknya sebagai Pekerja. Dengan mengusung tema Kerja Layak PRT dan memperjuangkan perlindungan untuk Pekerja Rumah Tangga, RUUPPRT (Rancangan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga), advokasi itu terus dijalankannya bersama kami.

Sudah 13 tahun Mbak Lita berjuang untuk perlindungan PRT, Lita sudah terbiasa mondar-mandir di gedung DPR untuk bertemu anggota Dewan membahas tentang situasi kerja layak PRT. Walau kerap ditolak, ia tak pernah putus asa. Sikap itulah yang menular pada kami semua.

Perjuangannya tidak sendirian, di organisasi Pekerja Rumah Tangga Spdprt Sapulidi, Lita Anggraini kemudian mendirikan sekolah untuk PRT, diantaranya sekolah wawasan, yang temanya berganti- ganti setiap pertemuan. Sekolah wawasan ini bertujuan memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada para Pekerja Rumah Tangga agar mereka mengerti berbagai aspek legal terkait dengan pekerjaannya.

Sekolah ketrampilan diantaranya Les Komputer dengan tujuan agar para PRT mampu memanfaatkan teknologi komunikasi dan juga memanfaatkan untuk berkampanye tentang situasi Kerja Layak dan hak-hak sebagai Pekerja.

Hal lain, ada juga les bahasa inggris agar para PRT mempunyai kemampuan dalam berbahasa Inggris, serta Sekolah Ketrampilan Kerja PRT Housekeeping dan Family Cooking yang sekarang sedang dilakukan yang bertujuan mereka mampu bekerja sesuai bidangnya dengan mengacu pada SKKNI ( Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia).

Tidak hanya itu saja, Mbak Lita juga mengajarkan dan melatih PRT di bidang pengorganisasian untuk menghimpun dan memperluas anggota serikat, mengorganisir PRT untuk bergabung di organisasi Pekerja Rumah Tangga.

Karena semakin banyak anggota yang bergabung maka semakin kuat perjuangan menyuarakan hak-hak sebagai pekerja dan memiliki kekuatan banyak untuk meminta perlindungan hukum dengan cara mengadvokasi ke Pemerintah dan DPR.

Mbak Lita juga mengajarkan kami dalam penanganan kasus kawan-kawan PRT, dengan mengadakan pelatihan paralegal pendampingan kasus dengan LBH Apik dan LBH Jakarta. Ini dilakukan karena seringnya terjadi kekerasan terhadap PRT tapi dibiarkan begitu saja tanpa ada kelanjutan hukum.

Banyak sekali kegiatan-kegiatan dan pelatihan yang dipelopori oleh mbak Lita untuk Pekerja Rumah Tangga. Dengan tujuan agar PRT punya ilmu pengetahuan, ketrampilan secara teori dan praktek.

Karena perlindungan untuk pekerja rumah tangga kuncinya adalah berserikat.

Semoga perjuangan Mbak Lita beserta kawan-kawan PRT akan segera tercapai dan Pemerintah akan segera mengesahkan RUUPPRT dan Konvensi ILO No 189 Tentang Situasi Kerja Layak PRT.

Ini sepenggal cerita tentang mbak Lita yang telah berjasa dan patut mendapatkan apresiasi, dan sebagai tokoh Pemberdaya Untuk Pekerja Rumah Tangga.

Selamat atas terpilihnya menjadi Tokoh Metro 2017 oleh Tempo. Kami, para PRT bangga dan akan mendukung terus perjuanganmu.

Terima kasih karena sudah mengorbankan waktu untuk kami semua.

(Foto: WELDD)

*Leni Suryani, aktivis Pekerja Rumah Tangga (PRT) di Jakarta. Ia juga aktif menulis di blog dan sosial media untuk isu-isu PRT.