Berpisah dengan Anakku


Leni Suryani- www.Konde.co

Jakarta Selasa siang. Ini adalah cerita dari seorang perempuan Pekerja Rumah Tangga (PRT), Leni Suryani. Leni adalah seorang PRT yang bekerja meninggalkan kampungnya lalu ke Jakarta. Tulisan ini merupakan kepedihan hatinya, sekaligus rasa gembiranya ketika libur tiba, karena ia bisa bertemu anaknya di sebuah kota di Jawa. Leni rajin menuliskan cerita tentang hubungan jarak jauh dengan anaknya. Ini adalah sejumlah tulisan Leni yang kami bagikan disini:

Tiga bulan tidak bertemu, tanpa disadari semakin beranjak dewasa. Banyak hal yang saya rasakan selama satu Minggu bersamamu kemarin. Kepulanganku adalah setelah 3 bulan kutinggalkan kau, nak. Ibu harus bekerja di Jakarta dalam waktu lama.

Kini, kau semakin mandiri dan sudah pintar bergaya. Tinggi badanmu sudah hampir sebahu ku. Bersamamu menjadi kebahagiaan tersendiri karena kita terpisah oleh keadaan dan waktu.

Sesering mungkin aku sempatkan waktu untuk kamu ya. Untuk kamu, anakku.

Kepulanganku kali ini berbeda dengan sebelumnya yang terbiasa mudik jalan-jalan keliling tempat wisata. Tapi kali ini kita menghabiskan waktu bersama di rumah bersama keluarga dan sanak saudara. Kamu selama satu Minggu ini sibuk dengan kegiatan di sekolah (UTS), dan aku bangga bisa ikut mendampingi belajarmu selama ujian, nak...

Dhiva nama anak saya. Ia selalu menggelendot manja ketika kutinggalkan. Wajahnya tak akan pernah kulupa dimanapun aku ada. Di saat aku bekerja berbenah, membersihkan lantai, mencuci piring. Wajahmu selalu ada, nak...

Libur kali ini saya memang tidak mengajaknya jalan-jalan, karena dalam satu Minggu banyak hal yang saya lakukan dan alami, dari kehilangan saudari (duka), harus membantu orang tua, dll.

Dhiva pun tidak mengeluh, itu saya lihat dari sikap dia yang tidak minta jalan-jalan.

Tapi dua hari ini saya dan Dhiva merasakan kesedihan yang sama. Saya sedih karena harus kembali ke Jakarta dan Dhiva sedih karena di tinggal saya.

Buat saya ini adalah hal yang paling menyedihkan, melihatmu memelukku dengan erat, lalu melambaikan tangan dan melepaskanku pergi. Ibu harus pergi untuk bekerja, anakku. Dan ini semua ibu lakukan agar kita tetap bisa hidup terus. Suatu saat kita akan bersama-sama anakku, hidup di satu kota, satu atap dimana kita bisa bercanda terus setiap hari.

Maafkan ibu ya nak...karena harus pergi lagi, ini semua untukmu. Tiap bulan diusahakan untuk pulang lagi, baik-baik di rumah dan terus belajar ya agar jadi anak yang berprestasi.

Dan selamat jalan-jalan dengan teman-teman di sekolah. Besok hari Rabu kamu mau jalan-jalan ke Purbalingga khan? serta selamat jalan-jalan dengan eyang ke Solo hari Kamis besok ya, nak...

Jangan lupa ya nak, Ibu selalu mencintaimu.. (Bersambung)



*Leni Suryani, Aktif di organisasi Serikat Pekerja Rumah Tangga (SPRT) Sapu Lidi di Jakarta. Penulis di blog dan sosial media. Baginya menulis adalah sebagai bagian dari perjuangan untuk mngubah nasib para PRT di Indonesia.