Drama Musikalisasi Ode Tusuk Konde, Suara Penyintas Kekerasan

Setiap tahun pada 25 November- 10 Desember, Indonesia memperingati 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan. Ini sebagai bagian dari kampanye internasional menolak kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. 16 hari ini sebagai penanda masih banyak terjadinya kekerasan yang menimpa perempuan. www.konde.co menjadi bagian dari kampanye jaringan masyarakat sipil dan Komnas Perempuan #GerakBersama dan 16 FilmFestival. Dalam waktu 16 hari ini, kami akan menuliskan berbagai persoalan, ide dan perlawanan perempuan terhadap kekerasan. Selamat membaca.



Poedjiati Tan- www.Konde.co

IM anak perempuan umur 16 tahun duduk dibangku kelas 2 SMA. Ia adalah korban incest (perkosaan) oleh ayah kandungnya berinisial YT. Kejadian berawal ketika IM pulang sekolah dengan kondisi badan yang kurang sehat. IM lalu memilih untuk istrahat di kamar. YT yang pada saat itu berada di rumah memasuki kamar IM dan memaksa untuk melakukan persetubuhan. IM mendapatkan ancaman dari YT sehingga IM tidak menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya. IM sangat tertekan.

Tidak hanya trauma dan depresi yang dialami IM sesudah itu, namun mereka dipersalahkan oleh keluarga YT. IM dan ibunya diusir dari lingkungan tempat tinggalnya, sehingga menimbulkan tekanan dan reviktimisasi.

Akibat Kondisi yang dialami IM, saat ini IM sangat trauma dan depresi sehingga setiap bulan IM harus melakukan pemulihan secara psikologis dan pengobatan secara rutin dan membutuhkan pengeluaran yang cukup besar untuk menghadirkan pemulihan terhadap IM.

LBH APIK Jakarta mendampingi penanganan Kasus IM, dari awal di tahap kepolisian sampai Putusan Tingkat Kasasi yang menyatakan YT bersalah terbukti melakukan persetubuhan terhadap anak. YT kemudian divonis 14 Tahun Penjara.


Drama Musikalisai Ode Tusuk Konde

Memperingati Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) LBH APIK Jakarta, kemudian menginisiasi lahirnya Drama Musikalisasi tentang keadilan bagi korban kekerasan seksual yang berjudul: Ode Tusuk Konde.

Drama musikalisasi ini akan mengetengahkan cerita soal korban kekerasan. Jika Konde ialah Laki-laki/Perempuan, maka dia hendaknya menguatkan dan memberikan rasa aman terhadap (Korban Kekerasan). Jika tusuk konde ini adalah Kekuasaan, maka dia hendaknya membuat hukum-hukum, kebijakan untuk melindungi (Korban kekerasan).

Pementasan drama ini dipilih karena masyarakat perlu tahu bahwa hingga kini perempuan korban kekerasan masih mengalami kesulitan dalam mendapatkan hak-haknya, mulai dari hak atas keadilan, pemulihan, dan kebenaran.

Pengalaman Penyintas dapat mengedukasi masyarakat supaya tetap kritis terhadap isu kekerasan terhadap perempuan, karena sangat sulit mendapatkan perlindungan serta keadilan atas kekerasan yang dialami.

Catatan Tahunan Penanganan Kasus LBH Apik Jakarta Selama 5 Tahun menyebutkan bahwa dalam 5 tahun terakhir LBH Apik Jakarta menangani 3.792 kasus di wilayah DKI Jakarta. Klasifikasi kasus yang ditangani LBH Apik Jakarta: Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Kekerasan Dalam Pacaran (KDP), Kekerasan Seksual, Pidana Umum, Perdata Keluarga, Ketenaga Kerjaan (PHK), Perdata Umum, Pelanggaran Hak-Hak dasar, Trafficking, Pemaksaan Orientasi Seksual.

Pengalaman LBH APIK Jakarta dalam melakukan pendampingan masih menemukan bahwa korban kekerasan seksual masih dipersalahkan dan dianggap merusak moral sosial. Mereka juga mengalami banyak kerugian mulai dari proses hukum hingga kehidupan bermasyarakat.

Kerugian yang sering mereka alami adalah stigma baik dari aparat penegak hukum, keluaga dan masyarakat, kehilangan pekerjaaan (diberhentikan dari pekerjaan, jualanya tidak ada yang mau beli), berhenti sekolah, dilaporkan secara hukum oleh pelaku (kriminalisasi), dipersalahkan (reviktimisasi). Sehingga kehidupanya berubah dari semula. Menghadapi kondisi ini korban sering merasa putus asa, kehilangan harapan bahkan mencoba bunuh diri.

Pagelaran Drama Musikalisasi Ode Tusuk Konde ini akan dilaksanakan pada Minggu, 10 Desember 2017 pukul 19.00 di GoetheHouse Jakarta, Jalan Dr. Sam Ratulangi No. 9-15, RT.2/RW.3, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.

Jika anda tergerak memberikan sumbangan untuk pertunjukan drama musikalisasi ini, anda bisa meng-klik: https://kitabisa.com/pemulihankorban dan memberikan sumbangan melalui website tersebut.

(Foto/Ilustrasi: Pixabay)