Internet dan Media Alternatif untuk Perempuan



Lanskap perubahan media terjadi sejak masa reformasi dan kehadiran Internet di Indonesia. Media perempuan, tak melulu didominasi/ dimiliki media besar. Sejumlah media perempuan juga muncul sejak tumbuhnya media komunitas dan media baru di internet.

Media alternatif/ komunitas tersebut muncul seiring dengan tumbuhnya sosial media. Sekaligus media perempuan di internet yang dilahirkan oleh industri media yang merambah ke dunia online.

Kondisi ini juga ditandai dengan berjalannya kasus yang ada saat ini: eksploitase perempuan yang makin sering terjadi di internet, media massa yang menuliskan secara sensasional tentang perempuan untuk menaikkan klik, kasus kebebasan berekspresi yang menjadikan perempuan sebagai korban, sekaligus masih minimnya perempuan yang bisa mengakses internet.

Di sisi yang lain, kondisi eksploitase perempuan masih terus terjadi di media televisi. Tayangan yang mengoyak hak personal perempuan dan mengekploitase tubuh perempuan, minim memberikan ruang dan pendidikan kritis untuk perempuan.

Pertanyaannya, apakah media alternatif dan media komunitas yang dibiayai dengan cara crowfunding, dana bersama/ iuran, dikerjakan dengan cara sukarela dan mempunyai idealisme untuk perempuan ini, akan mampu menjawab tantangan dan kondisi saat ini? Jika mampu, lalu bagaimana mereka melakukannya? Apakah minimnya media komunitas/ media alternatif ini cukup untuk memberikan ruang bagi perempuan di media? Jika tidak, lalu apa yang harus dilakukan?

Atas kondisi inilah maka www.konde.co mengundang untuk hadir pada serangkaian acara 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan sebagai bagian dari kegiatan pemutaran 16 Film Festival, jaringan masyarakat sipil #GerakBersama dan Komnas Perempuan:

Hari/ Tanggal: Sabtu, 2 Desember 2017

Waktu: jam 13.00-15.00 WIB

Tempat: Art Society- Gedung Kemang 37- Jl. Kemang Raya 37 (Samping Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indonesia Banking School), Bangka, Mampang, Jaksel

Agenda: Diskusi “Internet dan Media Alternatif untuk Perempuan”

Pembicara:

1. Luviana (www.Konde.co)

2. Devi Asmarani (www.magdalene.co)

3. Yovantra Arief (Remotivi)


Moderator: Kustiah (Aliansi Jurnalis Independen/ AJI)