Bertemu Ibu



Apa yang menyembuhkan luka hatimu? Kata seorang ibu kepada anak perempuannya. Anak perempuan itu hanya menjawab kecil, “Sebuah kata dari  ibu.”

*Almira Ananta- www.Konde.co

Cerita ini saya dapatkan dari seorang teman perempuan yang sudah lama tak bertemu ibunya. Jarak luar negeri ke Indonesia yang jauh, tak bisa membuatnya sewaktu-waktu bisa bertemu ibunya. Juga kesibukannya bekerja dan belajar disana.

Memang saat ini sudah ada handphone yang kita bisa setiap saat melakukan video call, atau telepon, Whats App yang semakin murah dibandingkan dulu.

Namun tetap saja, ia harus bertemu,” Pertemuan tak tergantikan dengan apapun.”

Maka, teman saya ini harus menabung agar bisa sering pulang. Tidak hanya setahun sekali ketika lebaran tiba. Padahal, ia bercerita ketika kami bertemu di satu siang di kantor tempat saya bekerja saat ini, ia bisa bercerita dengan siapa saja. Namun karena kebiasaan bercerita hal-hal yang remeh dari ia kecil, ia ceritakan kepada ibunya, maka ketika ada masalah, ibunyalah yang ia cari.

Seorang teman saya yang lain  selalu meledek,” Kalau lagi senang, yang kau ingat pasti suami dan anakmu, tapi kalau sedih, yang kau ingat hanya ibumu. Bener gak?.”

Ada banyak ujaran memang mengatakan hal ini: seorang anak hanya ingat ibunya ketika ia sedih. Namun ketika ia lagi senang, ia gak ingat ibunya lagi.

Teman saya, juga teman perempuan saya yang lain banyak yang menggeleng. Ada banyak hal yang selalu mengingatkan mereka tentang ibu, orang yang selalu menjadi tempat untuk mengeluh. Orang yang selalu menjadikan kuat bagi pijakan baru.

Hanya satu kata yang menyembuhkan semuanya: Sebuah kata dari Ibu.

Mungkin bukan kalimatnya, namun sosok, seseorang yang selalu menerima kita apa adanya adalah ibu. Tak peduli malam berganti petang atau badai menjemput dan matahari menghilang.

Aku pengin ketemu ibu, pengin mendengar kata-kata ibu. Itu kalimatnya, suaranya terdengar sedih, jauh dari ibu. Ia baru saja pulang dari tempatnya kerja, kesepian di ujung Minggu. Setiap mau puasa, setiap mau lebaran, selalu ingat ibu.

Di sebuah senja yang sebentar lagi pulang.


*Almira Ananta, Blogger dan Traveller

(Foto/Ilustrasi: Pixabay.com)