Koperasi Perempuan, Mempertemukan Para Perempuan Urban

Melly Setyawati - www.konde.co

Dimanakah kalangan perempuan urban perkotaan bisa berkeluh kesah, bercerita tentang hidupnya? Pasti melalui berbagai cara dan di beberapa tempat.

Namun jika anda berada dalam Koperasi Komunitas Tanah Baru, anda akan merasakan bahwa koperasi ini tak hanya sebagai bentuk organisasi, namun juga tempat untuk bertemu, berkumpul, berkeluh kesah para perempuan urban Jakarta.

Koperasi Komunitas Tanah Baru merupakan salah satu koperasi yang berbasiskan pada komunitas, tahun 2019 ini sudah berusia 7 tahun.

Gerakan dalam koperasi ini, menjadi jawaban dari kegelisahan beberapa aktivis perempuan yang membutuhkan ruang alternatif untuk berinteraksi satu dengan lainnya tanpa sekat lembaga maupun organisasi. Bahkan sudah menjangkau lintas ruang aktifitas, tidak hanya pada kalangan dari lembaga sosial namun juga seniwati, pedagang, pekerja media, ibu rumah tangga dan trans puan.

Telah beranggotakan 87 orang, dengan rutinitas kegiatan pertemuan dwi bulanan dan aktifitas perkoperasian. Perputaran uangnya saat ini sudah mencapai 151 juta rupiah. Mungkin masih sedikit dibandingkan dengan pergerakan Credit Union.

Sekali lagi, Koperasi Komunitas Tanah Baru merupakan salah satu wadah yang bisa menaungi anggota agar tetap "waras" dalam menghadapi kehidupan urban perkotaan. Dengan kekhasannya yang sangat kompleks, penuh tekanan, rutinitas yang menjemukan, individu yang saling berkompetisi dan minimnya interaksi manusiawi.

Di koperasi ini, diadakan pertemuan rutin anggota. Para anggotanya tak hanya melakukan aktivitas koperasi namun yang lebih penting mereka bisa bercerita apa saja tentang keluhan mereka sehari-hari, kesibukan, persoalan pekerjaan atau apa saja yang dialami perempuan urban.

Dalam pertemuan ini, anggota lain akan memberikan saran, rujukan sekaligus pertemanan yang erat tentunya. Kegiatan yang sudah berlangsung selama 7 tahun ini akhirnya mempertemukan banyak perempuan dari berbagai kalangan.

kadang ada seniman perempuan anggota koperasi yang melakukan pameran, maka anggota lain datang dan memberikan dukungan. Begitu juga ketika ada yang sakit atau menikah, ulangtahun dan peristiwa-peristiwa penting anggota koperasi, maka mereka akan datang untuk saling menguatkan atau berbagi kebahagiaan.

Sehingga dalam umurnya yang ke 7 tahun di tahun 2019 ini, aktivitas koperasi menjadi penyatu kebutuhan itu, selain kebutuhan finansial yang harus dipenuhi secara tiba - tiba di luar sistim perbankan. Seperti akses pinjaman yang mudah, dengan syarat anggota koperasi harus aktif berinteraksi, juga aktivis pertemanan yang menyatukan

17 Maret lalu, Koperasi Komunitas Tanah Baru menyelenggarakan Rapat Tahunan Anggota (RAT) yang ke 7. Dalam prosesi tahunan ini, jug melakukan reorganisasi  kepengurusan dari Ratna Fitriani, menyerahterimakan kepada Estu Rahmi beserta jajarannya.

Anik Wusari, salah satu pendiri Koperasi.
Sisa Hasil Usaha yang menjadi hak anggota, terdistribusikan sekitar 9 juta-an rupiah. Anggota yang mendapatkannya sangat tergantung pada jumlah pinjaman dengan koperasi.

Ratna Fitriani menyerahkan LPJ kepada Estu Rahmi
Dalam sesi RAT, Koperasi Komunitas Tanah Baru juga melakukan rechargable wawasan kewirausahaan sosial, yang sudah lebih dulu bergerak yakni Du'anyam dan Kedai Kopi Dewi Nova. Sebab. koperasi Komunitas Tanah Baru merasa harus terus menerus belajar mengupdate diri.
Ratna Fitriani menyerahkan kenang-kenangan kepada Meliana dari Duanyam

Dewi Nova, Sastrawati dan Barista Kopi

 (Sumber foto : anggota Koperasi Komunitas Tanah Baru (Husni Thamrin dkk)