Pemilu dan Agenda Politik Perempuan


Jakarta, Konde.co- Indonesia akan menggelar perhelatan pemilihan umum 2019 (Pemilu 2019) yang meliputi pemilihan presiden dan wakilnya, serta pemilihan para anggota legislatif.

Pemilu semestinya menjadi ajang demokrasi untuk membicarakan gagasan-gagasan bangsa, penegakan Hak Asasi Manusia (HAM), termasuk di dalamnya hak dan kepentingan perempuan.

Namun, Solidaritas Perempuan melihat bahwa rangkaian 4 kali debat dalam rangka perhelatan pemilihan umum 2019, sama sekali tidak terlihat gagasan substantantif maupun komitmen dari kedua pasang kandidat perihal pemenuhan hak dan kepentingan perempuan.

Sebaliknya, perempuan justru rentan dijadikan komoditas politik. Padahal, perempuan senantiasa memiliki peran signifikan termasuk di ranah komunitas hingga pembangunan bangsa, sehingga semestinya pengalaman dan pengetahuan perempuan menjadi agenda politik bangsa.

Tidak diakuinya posisi dan peran signifikan perempuan akan berimplikasi pada berlanjutnya peminggiran perempuan dan kepentingan perempuan dari kehidupan politik, pengambilan keputusan, serta kehidupan bangsa, sehingga perempuan akan  terus berhadapan dengan penindasan serta perampasan kedaulatan di dalam berbagai konteks.

Maka penting untuk menegaskan kembali agenda Politik Perempuan. Untuk itu, Solidaritas Perempuan akan mengadakan “konfrensi pers dengan tema: Kepentingan Politik Perempuan Absen dari Agenda Calon Pemimpin Bangsa.” Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal :  Minggu, 7 April 2019
Waktu : Pukul 10.00 – selesi
Tempat :  Ke:kini Ruang Bersama, .Jalan Cikini Raya Nomor 43/44, Cikini Menteng, Jakarta Pusat

Serta akan menghadirkan Narasumber :
(1) Perempuan Pejuang Agraria Dari Pulau Pari
(2) Keluarga Perempuan Buruh Migran Yang Dipenjara Tanpa Kepastian Hukum
(3) Perempuan Pejuang Dari Aceh Melawan Kebijakan Diskriminatif
(4) Budi Wahyuni, Komisioner Komnas Perempuan
(5) Dinda Nuurannisaa Yura, Solidaritas Perempuan

CP. Zakia : 085886870800 (zakia@solidaritasperempuan.org)

(Foto/ Ilsutrasi: Pixabay)