5 Anggapan Salah tentang LGBT


*Vioranda- www.Konde.co

www.konde.co- Lagi-lagi Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) kembali mendapatkan stigma negatif. Bukan sekali ini saja.

Contoh yang baru, adalah ketika ada kasus yang dilakukan pelaku kekerasan seksual, Reynhard Sinaga terhadap ratusan korbannya di Manchester, Inggris. LGBT kembali dituding sebagai orang yang sesat.

Pemerintah Kota Depok juga sedang mempersiapkan aturan tentang anti-LGBT dengan tujuan untuk mencegah penyebaran virus HIV. Ini jelas akan menimbulkan stigma dan diskriminasi baru.

Apa saja stigma atau anggapan salah yang selama ini dilekatkan pada LGBT? Saya mencatat ada 5 stigma yang dilekatkan pada LGBT selama ini:

1. LGBT Penyebab Bencana Alam

Salah satu stigma yang sering terdengar di masyarakat Indonesia ketika dikaitkan dengan LGBT adalah LGBT sebagai penyebab terjadinya bencana alam yang terjadi di Indonesia. Apakah benar seperti itu?

Padahal sampai saat ini belum ada hasil penelitian atau jurnal apapun yang menguatkan stigma tersebut karena memang tidak kaitan antara terjadinya bencana alam dengan orientasi seksual, identitas dan ekspresi gender dan karakteristik seks seseorang.

Masyarakat Indonesia tak boleh termakan isu ini dan harus lebih memahami tentang letak geografis Indonesia dimana Indonesia terletak pada dua lempeng bumi yang berbeda dan juga dilewati oleh Ring of Fire. Hal ini yang seharusnya menjadi fokus dalam upaya penanggulangan bencana alam.

2. LGBT Penyebar Virus HIV/AIDS

Stigma lainnya adalah LGBT menjadi penyumbang terbesar penyebaran virus HIV/AIDS. Stigma ini seakan-akan membuat kelompok LGBT merupakan penyalur utama dari virus HIV, padahal setiap manusia berpotensi untuk menyalurkan virus HIV.

Bahkan dari data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sekitar 70,2 % pasangan heteroseksual berpotensi menularkan virus tersebut. Sedangkan pasangan homoseksual sebanyak 7%. Hal ini menunjukkan bahwa semua manusia berpotensi terinfeksi virus HIV.

3. LGBT Merupakan Penyakit

Stigma selanjutnya adalah yang menyebutkan bahwa LGBT merupakan penyakit yang bisa disembuhkan dengan menikahi lawan jenis. Hal ini semakin menambah masalah baru dalam kehidupan orang yang bersangkutan.

Disatu sisi mereka mendapatkan penolakan dari orang di sekitarnya dan disisi lain orang tersebut harus menjalani kehidupan palsu yang sebenarnya tidak mereka sukai hanya karena ingin diterima dan dianggap “normal”.

Dampaknya bisa pada mental orang tersebut dan juga bisa berdampak pada orang yang dinikahi tersebut atau bahkan anaknya kelak. Pada dasarnya, LGBT bukan penyakit karena LGBT merupakan gabungan dari orientasi seksual, identitas dan ekspresi gender, serta karakteristik seksual. Badan PBB, World Heatlh Organization (WHO) pun telah menghapus homoseksualitas dari kategori penyakit.

4. LGBT Tak Punya Agama

Stigma berikutnya adalah LGBT dilekatkan sebagai orang-orang yang tidak percaya agama. Ini  karena agama tidak menerima perilaku mereka. Jangan salah kaprah dahulu, agama mana dulu yang tidak menerima orang LGBT.

Contoh kecilnya saja, ada beberapa gereja yang sudah terbuka bagi LGBT dan juga ada pondok pesantren yang menjadikan LGBT sebagai tenaga pengajar mereka, karena agama pada dasarnya terbuka kepada siapapun manusia.

5. LGBT Menularkan Perilaku Homoseksual pada Orang Lain

Stigma lain adalah: bergaul dengan LGBT akan menularkan perilaku homoseksual. Seperti yang sudah ditulis sebelumnya bahwa LGBT bukan merupakan penyakit baik fisik maupun mental jadi tidak perlu khawatir akan tertular dan orientasi seksual bukan suatu hal yang bisa menular. Sebuah pertanyaan muncul, jika orientasi seksual bisa menular apakah homoseksual bisa tertular menjadi heteroseksual setelah bergaul bersama?

Lalu apakah benar LGBT adalah kelompok yang memberikan kemudharatan bagi masyarakat dengan stigma-stigma tersebut?

Beberapa stigma diatas muncul karena masyarakat Indonesia yang kurang paham dengan LGBT. Hal ini diperparah dengan asumsi-asumsi lain yang bermunculan sehingga semakin menyudutkan komunitas LGBT dan juga dipolitisasi oleh sebagian pihak. Sadar atau tidak perilaku membenci akan terus ada jika kita belum memahami secara jelas apa itu LGBT.

Jadi sebelum membenci atau menganggap kotor LGBT bacalah dahulu, karena Tuhan pun tidak pernah menganggap rendah manusia tanpa terkecuali.

Adam Rippon, seorang atlet dari Amerika Serikat yang juga aktivis LGBT pernah berkata : “look to your right, look to your left and if nobody’s gay you’re probably the one.”

Jadi, tak ada alasan menstigmakan LGBT, karena stigma akan berujung pada kekerasan dan diskriminasi

(Foto/ Ilustrasi: Pixabay)

*Vioranda, senang menulis dan meneliti isu seksualitas