Bubuhkan Tandatangan, Bentuk Dukungan Terhadap RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Poedjiati Tan- www.konde.co


Surabaya, Konde.co- Dalam rangkaian kegiatan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan
terhadap Perempuan, aktivis dari 24 organisasi dari jawa timur mengadakan aksi
damai di Car Free Day pada hari minggu, 9 Desember 2018. Mereka mengajak masyarakat untuk menuntut DPR
segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang atau RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Selain tuntutan pengesahaan RUU Penghapusan kekerasan
seksual pada aksi kemarin, mereka juga melakukan edukasi kepada masyarakat
untuk ikut berperan serta dalam menghentikan kekerasan terhadap perempuan. Banyak
sekali masyarakat yang ikut membubuhkan tanda tangan sebagai dukungan.

Yang menarik pada saat itu, ada seorang bapak yang merasa
engan untuk tanda tangan, katanya “Saya khan laki-laki! Ini khan tentang
perempuan!

Dan teman saya kembali bertanya, “maaf bapak sudah menikah? Dan
dijawab dengan anggukan.

Apakah bapak memiliki putri?Tanya teman saya kembali

“Iya, masih SD!Jawab si bapak

“Istri bapak, anak bapak, ibu dan saudara perempuan bapak
bisa jadi korban kekerasan pak! Makanya kita perlu melindungi mereka
semua!Jelas teman saya. 

Si bapak langsung tersadar dan akhirnya ikut
membubuhkan tanda tangannya di tempat yang telah disediakan.

Dari aksi yang dilakukan kemarin, terlihat banyak sekali
orang yang belum mengetahui tentang RUU Penghapusan Kekerasan Seksual ataupun
rangkaian acara kampanye 16 hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Semoga dengan terus dilakukan kampanye tentang kekerasan terhadap perempuan membuat masyarakat sadar dan ikut berperan aktif dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan.

Tim Konde.co

Tim Konde.co

Konde.co lahir pada 8 Maret 2016 untuk mengelola ruang publik dari sudut pandang perempuan dan minoritas sebagai bagian dari kesadaran dan daya kritis, menghadirkan penerbitan artikel di website, produksi video/ film, dan informasi/ pengetahuan publik. Kini dikelola oleh individu-individu yang mempunyai kesamaan dalam memandang perempuan dan minoritas.

Let's share!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email