Perempuan Afganistan Kini Mendapatkan Izin Untuk Menyetir


Perempuan Afganistan kini punya kesempatan untuk mengemudikan mobil. Walaupun perempuan mengemudi sendiri adalah hal biasa di sebagian besar negara, namun di Afghanistan ini masih menjadi sesuatu yang tidak lazim.

Kondisi perempuan Afganistan kini lebih bebas daripada sebelumnya –kemajuan besar sejak rezim kelompok fundamentalis Taliban digulingkan dari kekuasaan hampir 20 tahun lalu.

Perempuan di Afganistan sebelumnya telah berjuang keras untuk mengatasi banyak larangan sosial dan budaya termasuk mengendarai mobil.

Seorang perempuan pengendara mobil, Lailuma Ehsan, yang tinggal di Provinsi Balkh mengatakan kebijakan yang memperbolehkan perempuan menjalankan mobil ini sangat penting.Walaupun perempuan mengemudi sendiri adalah hal biasa di sebagian besar negara, di Afghanistan masih tidak lazim. Tetapi Lailuma Ehsan bertekad akan mengubah hal itu.

Segera setelah memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM), ia memutuskan untuk mengajar perempuan lain cara mengemudi. Ia membuka sekolah mengemudi untuk perempuan.

“Setelah setahun mengemudi mobil ketempat kerja, perempuan lain mendatangi saya dan minta saya untuk mengajar mereka cara mengemudi. Saya memutuskan untuk membantu mereka. Karena itu, saya membuka sekolah mengemudi ini empat tahun lalu," kata Lailuma Ehsan.

Ehsan yakin bahwa bisa mengemudi akan sangat memperkuat jati diri seseorang.

"Sama seperti menggunakan telepon pintar yang sekarang menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari, saya merasa mobil juga harus ada di setiap rumah -mungkin untuk setiap orang," kata Lailuma Ehsan.

Mozhda Hotak baru-baru ini menyelesaikan pelajaran mengemudinya dan mendapat SIM. Ia percaya perempuan di Afghanistan harus berani melawan tekanan sosial.

“Kami menghadapi banyak tantangan yang tidak hanya dipaksakan oleh masyarakat, tetapi juga oleh keluarga. Tetapi saya percaya kami tidak perlu menyerah pada tekanan semacam itu," kata Mozhda Hotak.

Departemen Kepolisian Lalu Lintas Provinsi Balkh mengatakan, jumlah perempuan yang mendapat SIM mencapai rekor di ibu kota Provinsi Mazar-i-Sharif.

“Kami sangat senang melihat di Mazar-i-Sharif, perempuan bisa belajar mengemudi. Sepanjang tahun ini, kami telah mengeluarkan SIM untuk lebih dari 300 siswa perempuan dan 200 lainnya sedang menjalani pelatihan," kata Abdullah Saadat, Kepala Pusat Pelatihan Lalu Lintas Balkh.

Walaupun pengemudi perempuan merasa selangkah lebih dekat untuk mandiri, mereka masih sering menghadapi gangguan ketika berada di belakang kemudi. [ps/ii]

(Foto/ Ilustrasi: Pixabay)

(Sumber: Voice of America/ VOA Indonesia)