Aktivis Perempuan: Kemenangan Kamala Harris Harapan Baru Untuk Perempuan

Sejumlah warga Indonesia menyambut hangat kemenangan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Amerika Joe Biden dan Kamala Harris. Para aktivis perempuan merasakan kehangatan dan kekuatan dalam pidato Kamala Harris dan komentarnya tentang perempuan, tentang ibunya dan bagaimana pidatonya tentang respek terhadap yang lainnya, hal-hal yang selama ini hilang dalam masa pemerintahan Presiden Amerika, Donald Trump.

Sutradara Film, Ucu Agustin selama 5 tahun ini tinggal di Amerika Serikat. Dalam wall facebooknya, Ucu yang tinggal di sebuah apartemen di Washington DC kemudian mengunggah bagaimana keriuhan warga di sekitar tempat tinggalnya dalam merayakan kemenangan Joe Biden dan Kamala Harris. Mereka keluar rumah dan merayakannya di jalan-jalan.

“Aku tinggal di daerah dimana banyak pendatang disini, ada banyak warga Asia yang juga tinggal disini,” kata Ucu Agustin yang diwawancara Konde.co melalui telepon, 9 November 2020

Dalam pengalamannya selama 5 tahun tinggal disana, Ucu Agustin melihat sebagian warga Amerika yang ditemuinya sudah tak mau punya Presiden seperti Donald Trump, karena Trump selama ini banyak mengeluarkan kata-kata dan tindakan kebencian, ini bisa dilihat dari kecaman-kecaman dan kebijakan yang selama ini dikeluarkannya.

Beberapa kebijakan Trump yang sangat kontroversial seperti ditulis Kompas.com misalnya: melarang tujuh negara, Irak, Suriah, Iran, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman, untuk memperpanjang visanya di Amerika, membangun tembok perbatasan dengan Meksiko, hentikan program perlindungan imigran anak-anak, cabut larangan impor satwa yang dilindungi, juga mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel

“Trump bahkan sudah mengubah cinta menjadi sebuah kebencian. Orang menjadi cemas dan takut dan harus siap dengan segala sesuatu yang akan terjadi jika Trump masih terpilih menjadi presiden.”

Selama seminggu ini, Ucu selalu mengamati media dan televisi disana sambil berharap cemas pada hasil Pemilu Presiden ini. Seperti warga Amerika lainnya, setiap hari Ucu memantau apa hasil dari Pemilu ini

“Melihat CNN dan Fox dan memantaunya tiap hari, setiap bangun, menyiapkan sarapan dan langsung memantau lewat televisi.”

Kemenangan itu dirasakannya kemarin, ketika tiba-tiba setelah bangun tidur, ia mendengar ada suara yel-yel kemenangan di jalan-jalan depan rumahnya. Dan benar saja ketika ia melihat ke bawah apartemen tempat ia tinggal, sejumlah orang sudah keluar ke jalan dan merayakan kemenangan.

Sebagai WNI yang tinggal di Amerika, tentu Ucu punya banyak sekali harapan pada kemenangan Biden dan Kamala Harris, apalagi Harris adalah seorang perempuan yang kemudian akan duduk di pemerintahan tertinggi di Amerika.

“Harapannya Kamala Harris bisa membuka kesempatan untuk memperjuangkan perempuan, adanya gaji yang tak diskriminatif pada perempuan dan kulit berwarna, memperjuangkan aborsi yang sehat, dan membuka kesempatan yang lebih banyak pada perempuan. Karena inilah saatnya Amerika kembali menjadi negara demokrasi setelah terkoyak-koyak oleh Trump selama 4 tahun ini,” kata Ucu Agustin

Kegembiraan juga dirasakan para aktivis perempuan di Indonesia. Aktivis perempuan, Theresia Iswarini mengungkapkan kegembirannya dengan terpilihnya Harris di facebook.

Dihubungi Konde.co pada 9 November 2020, Theresia selalu mendukung juga merasa tersentuh dengan pidato Kamala Harris.

“Saya berbincang dg beberapa kawan New Yorkers yg sedang sangat bahagia dng hasil pemilu US. Biden won the election! Menariknya seorang kawan, dosen Univ. Columbia dan pengamat politik US mengatakan bahwa dia lebih suka Harris lebih dari Bidden. Dia bilang Harris lebih karismatik dan sangat mampu bekerja dg banyak kalangan. Seorang ahli debat yg tangguh dan pekerja keras yg mendapat dukungan penuh dari Biden. Yg paling penting juga adalah bahwa Harris seorang perempuan dari kulit berwarna, isu yg kuanggap ‘keras’ di politik US.”

Aktivis perempuan dan mantan Ketua Komnas Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah yang pernah tinggal sementara di Amerika mengikuti summer course ketika suaminya sedang sekolah disana, merasakan hal yang sama.

Ia menunjukkan beberapa hal penting dari kemenangan Kamala Harris sebagai seorang perempuan yang sangat potensial namun selama ini masih terhalang oleh sistem.

“Kemenangan ini adalah satu keberanian Biden yang memilih perempuan sebagai wakil presidennya, yang pro perempuan dan berani memilih wakil presiden perempuan. “

“Ini juga bisa menjadi perayaan perempuan di Amerika dan dunia, sebagai negara yang dianggap sebagai barometer demokrasi, perempuan yang punya kapasitas dan kapabilitas sangat penting untuk dihargai. Ini hal yang penting dalam terpilihnya Harris.”

Kamala Harris merupakan keturunan Jamaica dan India, ini membuat pengharapan yang besar bagi seorang migran di Amerika yang mendapatkan diskriminasi.

“Maka suatu kali presiden dan wakil presiden kita bisa dari perempuan masyarakat adat, dari migran perempuan, perempuan Papua. Aku pernah mengikuti summer course di Amerika, ada isu rasisme di beberapa daerah disana, semoga dengan Harris ini bisa membuka ruang bagi perempuan untuk menggolkan kebijakan penting untuk isu stop rasisme dan mengembalikan luka masyarakat dalam 4 tahun ini. Kamala bisa menjadi collective healing bagi kelompok minoritas di Amerika.”

(Foto: Kamala Harris dan Ucu Agustin/ Sumber Foto: Ucu Agustin dan Youtube)

Tim Konde.co

Tim Konde.co

Konde.co lahir pada 8 Maret 2016 untuk mengelola ruang publik dari sudut pandang perempuan dan minoritas sebagai bagian dari kesadaran dan daya kritis, menghadirkan penerbitan artikel di website, produksi video/ film, dan informasi/ pengetahuan publik. Kini dikelola oleh individu-individu yang mempunyai kesamaan dalam memandang perempuan dan minoritas.

Let's share!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email