Tahun 2021 Diprediksi Sebagai Tahun Perfilman untuk Perempuan

Tahun 2021 tampaknya akan menjadi tahun perfilman untuk perempuan karena banyaknya film tentang perempuan yang digarap secara serius dan diprediksi akan mendapatkan banyak penghargaan

Di dunia film, tahun 2021 tampaknya akan menjadi tahunnya perempuan. Puluhan film dan serial TV terkenal garapan sutradara perempuan yang mengangkat dunia perempuan yang pelik dirilis setiap pekan. Beberapa di antaranya disebut bakal bersaing kuat untuk mendapatkan penghargaan Oscar.

“Promising Young Woman”, film dark comedy garapan sutradara Emerald Fennell, menceritakan kisah perempuan berusia 30 tahun, Casey, yang pernah dikenal sebagai seorang mahasiswa kedokteran yang cemerlang, dalam menjalankan misinya.

Berpura-pura mabuk dan tak berdaya, Casey kemudian menjerat predator seksual dan menghukumnya. Ini ganjaran atas kematian sahabatnya, korban serangan seksual yang kemudian bunuh diri semasa kuliah sepuluh tahun sebelumnya. Pemeran Casey adalah aktris Inggris Carey Mulligan.“Sepuluh tahun setelah kejadian itu, Casey masih terus mengalami trauma tetapi ia berusaha mencari jalan untuk mengatasinya. Dan ia memilih cara untuk mengoreksi ketidakadilan itu satu demi satu,” lanjut Mulligan.

Mulligan mengatakan “Promising Young Woman” membersitkan kesan horor pada film secara halus.

Ia mengatakan, “Ini bukan kekerasan yang ekstrem atau yang terburuk yang pernah dialami kaum perempuan, melainkan hal-hal yang benar-benar tak kentara sehingga masyarakat begitu terbiasa dengan hal tersebut.”

Film ini ramai disebut bakal menerima nominasi Oscar.

“Losing Alice”, karya sutradara Amerika keturunan Israel Sigal Avin, adalah serial drama hitam TV Israel mengenai dinamika kekuasaan antara dua perempuan. Alice, diperankan oleh aktris Israel Ayelet Zurer, adalah sutradara berusia 40-an dengan kesibukan sebagai seniman, ibu dan istri.Ada pula Sophie, penulis skenario muda sekaligus aktris yang penuh kreativitas serta ambisi meluap-luap. Keduanya bertemu di kereta api dan menjalin kemitraan. Alice akan menyutradarai film dengan skenario garapan Sophie. Pemeran utama film thriller psikologis erotis itu adalah suami Alice, seorang aktor terkenal.

Zurer mengatakan cinta segitiga para tokoh ini lebih seperti berkisah tentang eksistensi, apa yang mereka bersedia korbankan demi kreativitas dan kesuksesan, permainan kekuasaan antara perempuan berusia lebih tua dan lebih muda, dan mengenai sasaran untuk mendapatkan semuanya tanpa ada penyesalan.

Ia menambahkan,“Seorang perempuan kadang harus melakukan sesuatu yang buruk untuk menyelamatkan anak-anaknya atau sesuatu yang meragukan demi menyelamatkan anak-anak atau perkawinannya. Pasti ada alasannya, kalau tidak, kita tidak dapat memaafkannya, lanjut Zurer. Tetapi dalam kisah ini, apa yang dilakukan sutradara untuk sosok Alice adalah membuat Alice melakukan hal buruk karena memang ia menginginkannya.”

Serial ini diputar di lebih dari 100 negara.

Jennifer Hudson, peraih Oscar yang juga penyanyi peraih Grammy, menghidupkan sosok Aretha Franklin di layar lebar dalam film biopik “Respect” garapan Liesl Tommy.

Film ini mengikuti perjalanan hidup sang Ratu Soul, sejak masa kanak-kanaknya sebagai penyanyi paduan suara gereja, hingga menjadi bintang internasional. [uh/ab]

(Foto: SaportaReport)

(Sumber: Voice of America/ VOA)

Penelope Poulou

Penelope Poulou

Jurnalis Voice of America (VOA)

Let's share!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email