Gubernur New York Tak Mau Mundur Meski Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual

Gubernur New York, Amerika dituduh melakukan pelecehan seksual pada 3 perempuan dengan melakukan sentuhan yang tidak pantas dan ucapan yang ofensif

Gubernur New York, Amerika Andrew Cuomo, Rabu (3/3/2021), mengatakan ia berniat untuk tetap menjabat, di tengah tuduhan pelecehan seksual yang telah melemahkan dukungan terhadapnya. Kasus itu juga memicu seruan pengunduran diri, bahkan dari beberapa mitranya di Partai Demokrat.

Andrew Cuomo, yang berbicara dengan wajah muram, minta maaf dan mengatakan ia “belajar hal yang sangat penting” tentang perilakunya pada perempuan.

Ini pertama kalinya Cuomo tampil di hadapan publik setelah tiga perempuan menuduhnya telah melakukan sentuhan yang tidak pantas dan ucapan yang ofensif,

“Sekarang saya mengerti bahwa saya bertindak dengan cara yang membuat orang merasa tidak nyaman,” ujar Cuomo. “Hal itu tidak disengaja dan untuk itu saya benar-benar minta maaf,” tambahnya.

Cuomo mengatakan ia “akan bekerja sama sepenuhnya” dengan penyelidikan atas tuduhan-tuduhan itu. Penyelidikan itu diawasi oleh jaksa agung negara bagian yang dipilih secara independen.

Jaksa Agung Letitia James, yang juga seorang Demokrat, sedang dalam proses memilih firma hukum di luar badannya yang akan menyelidiki dan mendokumentasikan temuannya dalam laporan publik.

Ditanya tentang seruan agar ia mundur, Cuomo yang menjabat untuk masa jabatan ketiga mengatakan “saya tidak dipilih oleh politisi, saya dipilih oleh rakyat negara bagian New York. Saya tidak akan mengundurkan diri.”

Cuomo membahas tuduhan-tuduhan itu dalam konferensi pers yang sedianya memusatkan perhatian pada tanggapan pemerintah negara bagian itu terhadap pandemi virus corona, acara yang membuatnya menjadi bintang di program harian televisi dan tentunya di kalangan Demokrat.

Cuomo terakhir kali berbicara pada wartawan dalam pembicaraan via telepon (conference call) pada 22 Februari 2021 lalu. Sementara konfrensi pers disiarkan langsung pada 19 Februari.

Dua perempuan yang menuduh Cuomo pernah bekerja dalam pemerintahannya. Satu perempuan lainnya merupakan tamu dalam acara perkawinan di mana Cuomo menjadi panitia utama.

Mantan ajudannya Charlotte Bennett, yang berusia 25 tahun, mengatakan Cuomo menanyainya tentang kehidupan seksnya dan menanyakan apakah ia terbuka untuk menjalin hubungan dengan laki-laki yang lebih tua.

Bennett menolak upaya permintaan maaf Cuomo. Gubernur berusia 63 tahun itu mengatakan ia hanya “bermain-main” dan menyatakan bahwa leluconnya telah disalahartikan sebagai menggoda.

Mantan ajudan lainnya, Lindsey Boylan, mengatakan Cuomo mengomentari penampilannya secara tidak tepat, menciumnya tanpa persetujuan di akhir pertemuan mereka, dan pernah menyarankan mereka bermain poker telanjang ketika berada di pesawat jet milik negara.

Cuomo menyangkal tuduhan yang disampaikan Boylan.

Perempuan lainnya, Anna Ruch, mengatakan kepada pada surat kabar The New York Times bahwa Cuomo meletakkan tangannya di wajahnya dan menanyakan apakah ia boleh menciumnya, beberapa saat setelah keduanya bertemu dalam sebuah acara perkawinan di Manhattan pada September 2019.

Cuomo mengatakan ia mewarisi cara menyambut orang dengan ramah dari ayahnya, mendiang mantan gubernur Mario Cuomo, dan ia melakukan itu sebagai cara menyambut orang dan membuat mereka merasa nyaman.

Ia mengatakan kini ia menyadari bahwa “niatnya tidak penting, karena yang penting adalah apakah orang merasa tersinggung dengan hal itu atau tidak.” [em/pp]

(Foto/ ilustrasi: Pixabay)

(Sumber: Voice of America)

Eva Mazrieva

Jurnalis Voice of America/ VOA

Let's share!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email