Love Story Bunga Citra Lestari, Ketika Jatuh Cinta Pada Ashraf Orang Yang Tepat

Bagi Bunga Citra Lestari (BCL), Ashraf Sinclair adalah laki-laki yang menerimanya apa adanya. Bersama Ashraf, BCL merasa jatuh cinta pada orang yang tepat. Tak banyak perempuan bisa mendapatkan pasangan yang tepat

“Gue tidak pernah berpikir bahwa hidup gue akan tanpa Ashraf, banyak batu yang harus gue lalui, tapi gue belum pernah berpikir bahwa hidup tanpa Ashraf.”

Kematian aktor, Ashraf Sinclair adalah sesuatu yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Bunga Citra Lestari (BCL) selalu merasa bahwa ia akan meninggal terlebih dulu dibanding Ashraf Sinclair, suaminya.

“Saya selalu membayangkan, ketika kematian saya terjadi, saya sudah lega, karena Noah (anaknya) berada di tangan orang yang tepat, yaitu Ashraf,” kata Bunga Citra Lestari.

Dan ternyata, Ashraf meninggal terlebih dahulu pada Februari 2020. Inilah yang membuatnya pedih. Noah tak lagi punya ayah.

Bagaimana rasanya punya pasangan yang menerima kita apa adanya? Yang pasti kita akan merasakan kenyamanan hidup. Sepertinya ini adalah kalimat yang tepat ketika saya menonton video penyanyi, Bunga Citra Lestari #Lovestory di Youtube It’s Me BCL.

Tayangan episode 1-6 Lovestory ini bercerita tentang relasi BCL dan Ashraf yang sudah dipublikasikan 12 Februari 2021, dan kini sudah ditonton kurang lebih 13 juta penonton

Tulisan ini akan saya fokuskan ke wawancara Daniel Mananta dengan BCL di episode 1 dan 2 karena semakin saya melihat episode sesudahnya, semakin menguatkan keyakinan saya bahwa kehidupan seorang perempuan tidak hanya dapat dipengaruhi oleh lingkungan di mana ia tumbuh dan berkembang, akan tetapi, dipengaruhi juga oleh pasangannya. Episode 1 dan 2 buat saya sudah cukup mewakili episode sesudahnya.

Bunga Citra Lestari kehilangan Ashraf Sinclair pada 18 februari 2020 yang lalu. Bagi BCL, Ashraf adalah seorang sosok laki-laki dan suami yang super baik. Ashraf mau mendukung BCL sebagai istri, dan menerima sosok BCL apa adanya.

“Sebelum bertemu Ashraf, gue pikir hidup itu sesusah itu, gue pikir cinta itu semenyakitkan itu, seberat itu. Tapi setelah ketemu Ashraf, o,  enggak loh. It’s not like that, it’s so easy. For the first time in my life, selain orangtua gue dan keluarga gue, gue merasa, gue diterima menjadi diri gua.”

Selama ini BCL merasa semua orang punya ekspektasi yang besar terhadap dirinya. Dan kadang ini membebaninya, tapi Ashraf tidak memperlakukan dia seperti itu, Ashraf adalah orang yang menerima apa adanya

“Gue diterima apa adanya, Ashraf bisa ngelihat gue yang kuat dan dia menerima gue yang lemah. Dan kita click, partner, dia mengagumi dan menerima gue…dan selama ini gue gak usah menjaga ego Ashraf, padahal a man biasanya ego, tapi saya tidak usah begitu.”

Ketika bersama Ashraf, ia selalu merasa menjadi dirinya sendiri.

Apa yang disukai BCL dari Ashraf sehingga memilihnya untuk dinikahi?

“Ashraf adalah orang yang mau untuk berjuang, ini penting karena gue juga fighter, jadi cocok. Ashraf juga mempunyai empati yang tinggi untuk orang yang ia cintai. Dan Ashraf mau berjuang, apapun yang terjadi.”

Dalam perjalanan hidupnya, ada episode dimana Ashraf kemudian melepaskan pekerjaannya. Keputusan yang berat, memang terutama bagi laki-laki, yang mungkin sangat mementingkan egonya, karirnya. Tetapi, Ashraf memilih ini karena prioritas utamanya adalah keluarganya, bukan karirnya.

“Ya, it’s something big.”

Sesuatu yang tak disadarinya. BCL juga menganggap bahwa Ashraf sebenarnya memiliki berbagai kemampuan yang mungkin akan berguna bagi anaknya. Kemampuan yang mungkin tidak dimiliki oleh BCL sendiri.

Sosok laki-laki yang seperti ini, tentu dapat mempengaruhi bagaimana hidup pasangannya. Pasangannya dapat mempelajari berbagai hal baru, bagaimana perempuan merasa dihargai, merasa diterima hidupnya. Karena laki-laki yang buruk pasti akan mempengaruhi pasangannya

Kematian Ashraf Bagi Bunga Citra Lestari

BCL bertemu Ashraf untuk terakhir kalinya hanya sebentar ketika dini hari, dimana beberapa jam kemudian setelah itu Ashraf pergi untuk selamanya. Saat itu terjadi, BCL sedang minta Ashraf untuk memilih foto mana yang bagus yang akan dipakainya.

“Gue merasa, gue lari terus dengan karir gue, gue punya waktu, tapi jika keadaannya begini, waktunya cuma segini, pilihan gue pasti akan berbeda. Dan ketika kehilangan, saya tanya mengapa gue lari, apa yang gue kejar? Disitulah saya kemudian stop.”

BCL kemudian berhenti dari aktivitasnya selama ini untuk mengisi hidup bersama Noah. Ashraf sudah memberikan pelajaran penting tentang keluarga.

“Dada saya sakit, gak bisa nafas setelah Ashraf pergi. Saat saya melihat dia tidak ada, saya hanya ingin mengatakan oke, dan saya akan urus anak kita. Itu adalah saat yang sangat berat, juga saat menjawab pertanyaan Noah saat Noah tahu ayahnya sudah tidak ada.”

“Sebenarnya di saat itu terjadi gue terima, tapi masih berharap apakah ini mimpi? Gue bisa main di film, tapi gue gak pernah menyangka begini rasanya. Ashraf adalah orang yang selalu ada di hidup gue sehari-hari, dan dia sudah gak ada.”

Di ulangtahun terakhir BCL, Ashraf membelikan buku, agar BCL bisa menulis apa yang dirasakannya.

“Berat karena Ashraf adalah orang yang gue ceritakan apa saja tentang hidup gue, sekarang gue nulis kehidupan gue di buku setelah Ashraf pergi.”

Seperti tulisan saya yang pertama tadi, mungkin inilah rasanya mendapatkan pasangan yang tepat, perempuan akan merasa berharga hidupnya karena akan diterima apa adanya. Namun sayang, banyak sekali perempuan yang tak mendapatkan pasangan yang tepat, buat saya ini adalah situasi yang harus terus diperjuangkan, karena mendapatkan pasangan yang tepat adalah syarat paling penting kenyamanan hidup berelasi

(Foto: Youtube)

Brigitta Audrey

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara, Jakarta

Let's share!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email