Cerita PRT; Organisasi Mengajarkan Saya Bisa Bernegosiasi Dengan Majikan

Saya bekerja sebagai pekerja rumah tangga. Jika tidak berorganisasi, saya tidak tahu bagaimana caranya bicara atau bernegosiasi gaji dengan majikan

Pertama kali bekerja di Jakarta, usia saya 20 tahun. Tetangga di kampung lah yang membantu mencari pekerjaan. Saat itu, saya tak punya handphone. Orangtua saya juga. Sehingga, saya tidak pernah komunikasi dengan bapak dan ibu di kampung.

Akhirnya, bapak pun mencari saya ke Jakarta, karena khawatir saya hilang. Alhamdulillah, kami bertemu. Bapak kembali pulang ke kampung, saya pun kembali melanjutkan kerja.

Saat awal, saya masih belum tahu rute jalan di Jakarta. Saya juga tidak punya banyak teman. Selama satu tahun bekerja, saya tidak pernah libur. Gaji saya juga sangat kecil. Seiring berjalannya waktu, teman saya bertambah. Teman-teman sesama Pekerja Rumah Tangga (PRT).

Akhir tahun 2015, saya mengenal Teh Cyah. Ia minta saya bergabung di organisasi Sapulidi. Saat itu, saya tidak tahu apa itu organisasi sapulidi. Teh Cyah pun menjelaskan panjang lebar dan saya pun jadi tertarik bergabung dengan organisasi sapulidi. 

Setelah mengikuti organisasi itulah, saya ada kemajuan. Para PRT misalnya mengikuti sekolah wawasan. Sekolah wawasan ini untuk mengajak para PRT belajar berorganisasi dan menjadi pemimpin. Ini untuk memecah kepercayaan orang bahwa selama ini PRT selalu identik dengan orang yang bekerja di dapur, tak bisa memimpin dan tak tahu apa yang bisa mereka peroleh dalam berorganisasi.

Dalam sekolah wawasan inilah, maka para PRT diajak untuk memimpin dan berorganisasi. Hal ini penting agar para PRT bisa mengambil keputusan, mengorganisir dirinya dan orang lain, kemudian bisa memimpin dan mengambil keputusan. Selain sekolah wawasan, para PRT juga diajarkan untuk sekolah ketrampilan seperti belajar bahasa inggris, memasak, membuat kue agar para PRT bisa mempraktekkan ketrampilan yang lain

JALA PRT sebagai organisasi PRT juga pernah mengadakan sekolah jurnalistik bagi para Pekerja Rumah Tangga (PRT) di kantor JALA PRT di Kalibata, Jakarta. Pelatihan jurnalistik  dilakukan untuk mengajak para PRT untuk menulis, mengungkapkan pendapat-pendapat mereka dalam tulisan-tulisan.

Kini, para PRT sudah banyak menulis dan mengungkapkan gagasan-gagasan mereka soal nasib PRT di laman-laman media komunitas. Saatnya PRT mengemukakaan pendapatnya, menulis, memimpin dan berorganisasi.

Dengan belajar ini, saya menjadi tahu hak-hak saya sebagai PRT. Saya sudah tidak takut lagi untuk minta gaji yang layak dan meminta hak-hak saya.

Jujur, saya punya keberanian berhadapan dengan majikan setelah bergabung di organisasi. Gaji saya bertambah. Saya memperoleh libur hari Minggu. Saya mendapat banyak wawasan. Punya banyak teman. 

“KEDIP atau Konde Literasi Digital Perempuan”, adalah program untuk mengajak perempuan dan kelompok minoritas menuangkan gagasan melalui pendidikan literasi digital dan tulisan. Tulisan para Pekerja Rumah Tangga (PRT) merupakan kerjasama www.Konde.co dengan Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT)

Tukiyem

Bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga, aktif di Organisasi JALA PRT

Let's share!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email