Kerja 15 Jam Perhari; Kelelahan Kerja, PRT Rentan Terkena Covid

Dalam sehari, saya bekerja selama 15 jam. Mungkin ini jadi pemicu saya dan para Pekerja Rumah Tangga (PRT) lainnya kelelahan kerja dan kena Covid

Sudah 4 hari saya terkena Covid-19. Untuk penyebabnya mungkin saya tidak pernah tahu darimana tertularnya, tapi ketika terakhir kerja di rumah majikan minggu lalu, ada satu pekerja yang batuk-batuk terus, bisa jadi saya tertular dari pekerja yang sedang batuk, tapi bisa jadi karena saya mengalami kelelahan kerja. Paling tidak kelelahan kerja ini bisa sebagai pemicu orang menjadi kurang fit kondisinya, itu yang saya rasakan

Namaku Lilis Suryani, sudah lebih dari 15 tahun saya bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT), dari sebagai baby sitter, merawat Lansia, bekerja di Hongkong dan Arab, dan sekarang mengurus rumah, memasak dan membersihkan kantor. Saya mulai bekerja membersihkan kantor dan rumah bos atau majikan sejak jam 5.30 WIB setiap hari dan baru selesai pada jam 8 malam. 15 jam kerja bukan waktu yang pendek yang saya lakukan.

Dimulai dari pagi jam 5.30 WIB saya harus membersihkan kantor bos atau majikan, kemudian membersihkan rumah, memasak dan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga sampai menyiapkan makan malam jam 19.00 WIB dan membereskan meja makan dan baru selesai jam 20.00 WIB, di jam itulah saya baru bisa istirahat

Minggu lalu, ada satu pekerja yang tiba-tiba batuk-batuk, selain itu saya juga agak takut dengan kondisi saat ini karena majikan sering sekali order paket ke rumah. Setiap orderan datang, saya yang terima orderan. Walau barang tersebut sebelum saya ambil saya semprot dulu dan cuci tangan, jadi kemungkinan bersih. Jadi saya tidak pernah tahu terkena Covid darimana.

Yang jelas, saya merasa bahwa kelelahan kerja adalah salah satu pemicu badan saya tidak fit. Pagi itu tiba-tiba saya merasa demam dan tenggorokan saya tidak enak, saya bilang ke majikan kalau tenggorokan sakit dan pusing, seperti mau flu. Lalu saya diberikan obat penurun flu dan saya juga bilang bahwa sudah sejak semalam saya mengalami demam.

Majikan saya bilang di hari itu saya tidak usah bersih-bersih rumah dulu, hanya diminta membantu memasak saja untuk tamu dan tidak bersih-bersih. Majikan melihat saya lemas dan sering duduk, lalu ia meminta saya pulang.

Setiap hari saya bekerja dan tidur di rumah majikan dari Senin-Sabtu sore. Sabtu sore saya pulang ke rumah, dan Senin pagi saya bekerja lagi di rumah majikan.

Ketika majikan meminta saya pulang karena tidak enak badan di hari itu, saya bilang, kalau besok kalau saya tidak bangun atau masih sakit, saya akan kasih kabar karena takutnya saya sakit.

Tiba di rumah, saya sudah merasa tidak enak badan, saya mencari obat dan vitamin di apotek, juga mencari air kelapa hijau, ternyata saya cari kemana-mana tidak ada. Saya dan suami mencari juga tidak ada, ternyata suami saya juga merasakan flu yang sama. Saya memutuskan untuk pulang karena mencari obat, vitamin dan air kelapa yang dimaksud tidak ada. Akhirnya saya hanya minum obat penurun flu saja

Besok harinya saya akan berangkat kerja, tapi saya masih batuk, lalu saya bilang ke majikan apakah saya harus masuk?. Majikan minta saya langsung ke dokter karena ada dokter pribadi majikan. Ternyata besoknya saya PCR antigen dan swab dan saya terkena Covid. Majikan saya bilang: please going home dan menurut saran dari dokter saja. Saya juga periksa paru-paru dan paru-paru saya bersih, jadi saya diminta isolasi mandiri di rumah dan minum obat dan vitamin dari dokter

Awalnya saya bingung, apa yang harus saya lakukan dengan Covid ini, saya juga membayangkan bagaimana para PRT lain yang tak punya akses kesehatan, dimana mereka bisa mendapatkan obat dan vitamin?.

Lalu saya tanya ke teman-teman organisasi JALA PRT bagaimana menyelesaikan ini, saya juga sharing di Whats App group PRT dan saya bertanya perkembangan dari teman-teman juga, banyak teman yang memberikan informasi apa yang harus saya lakukan dan buat saya ini sangat membantu.

Pekerjaan saya memang selalu padat dari 5.30 WIB sampai jam 8 malam tiap hari, 15 jam perharinya, mungkin ini jadi pemicu saya Lelah dan cepat sakit. Saya kadang iri sama PRT lain yang mulai kerja dari jam 8 pagi, sedangkan saya dari jam 5.30 WIB, tapi saya tidak bisa bernegosiasi dengan majikan

Saya sedang kepepet kerjaan ketika bekerja disini di awal tahun 2021 karena lagi susahnya cari kerja  karena pandemi. Jadi saya pikir waktu itu, yang penting diterima kerja dimana saja. Dari informasi teman-teman organisasi, saya menjadi tahu bahwa saya seharusnya bisa bernegosiasi ketika awal kerja, paling tidak negosiasi jam kerja biar saya tidak kelelahan kerja

Semoga majikan saya membaca tulisan saya ini dan mau bernegosiasi setelah ini. Nama saya Lilis Suryani, saya adalah PRT yang terkena Covid-19. Saya masih harus isolasi mandiri, semoga setelah ini pekerjaan saya tidak berat dan tidak sepanjang kemarin jam kerja saya

“KEDIP atau Konde Literasi Digital Perempuan”, adalah program untuk mengajak perempuan dan kelompok minoritas menuangkan gagasan melalui pendidikan literasi digital dan tulisan. Tulisan para Pekerja Rumah Tangga (PRT) merupakan kerjasama www.Konde.co dengan Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT)

(Foto/ ilustrasi: Pixabay)

Lilis Suryani

Sehari-hari bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT)

Let's share!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email