Dinilai Berdedikasi dan Inklusif, Rihanna Dinobatkan Jadi Pahlawan Barbados

Rihanna tak hanya sukses, ia juga peduli pada orang-orang yang selama ini terpinggirkan. Makanya, ia layak dijadikan pahlawan di negara asalnya, Barbados.

Siapa yang tak kenal sosok Rihanna? Penyanyi single ‘Umbrella’ dan ‘Diamond” ini, memang tersohor sebagai perempuan yang mempunyai banyak talenta. Bukan saja memiliki bakat menakjubkan di dunia musik, penyanyi yang mengambil jalur genre R&B ini juga dikenal sebagai aktris berbakat hingga pebisnis yang sukses.

Perempuan kelahiran Barbados 20 Februari 1988 itu juga dikenal memiliki kepedulian yang tinggi pada keberagaman dan masalah social. Dan, daftar kesuksesan Rihanna kian lengkap, setelah pada pekan lalu ia dinobatkan sebagai pahlawan di negara asalnya, Barbados!

Rihanna memang lahir dan besar di Barbados, sebelum akhirnya hijrah ke Amerika Serikat setelah karier music yang dirintisnya sejak usia 16 tahun meroket.

Pengangkatan Rihanna sebagai pahlawan nasional Barbados bukan tanpa alasan, Rihanna dianggap telah berjasa terhadap negara pulau yang terletak di Laut Karibia, tempat wisata yang berada di Amerika Selatan itu. Rihanna adalah warga asli Barbados yang paling terkenal dan banyak diperbincangkan, tak hanya di negeri asalnya tapi juga di seantero dunia.

Penyanyi peraih sederet penghargaan Grammy ini dinilai unik. Pasalnya, dia selalu memasukkan unsur budaya Barbados dalam musiknya. Dia juga piawai membalut dansa ala Karibia dengan musik R&B dan pop, sehingga jadi jati dirinya.

Dalam malam perayaan penobatan Rihanna sebagai Pahlawan Barbados pada Selasa (30/11/2021) lalu, Perdana Menteri Barbados yang baru, Mia Mottley, memuji-muji single terbaru Rihanna yang berjudul ‘Diamond’. 

 “Semoga anda terus bersinar seperti berlian dan membawa kehormatan bagi bangsa Anda, dengan kata-kata Anda, dengan perbuatan Anda dan melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan,” ujar Mia Mottley dikutip AP News.

Dalam kesempatan itu, perdana menteri perempuan Barbados itu juga mengungkapkan rasa bangganya pada kreativitas Rihanna. Juga dedikasinya yang luar biasa bagi kemajuan tanah kelahirannya.

Atas dasar itulah, pemilik nama asli Robyn Rihanna Fenty ini mendapat gelar ‘The Right Excellent Robyn Rihanna Fenty’.

Rihanna sendiri tak mampu menyembunyikan rasa bangga dan bahagianya mendapat kehormatan ini.

“Saya telah melakukan perjalanan ke seluruh penjuru dunia dan menerima sederet penghargaan dan pengakuan dari dunia. Tapi tak ada, tak ada yang bisa dibandingkan dengan diakui di negeri di mana kamu tumbuh,” ujarnya saat menerima penobatan itu.

Acara penobatan bersejarah yang dihadiri pewaris tahta kerajaan Inggris, Pangeran Charles ini terasa begitu meriah dan diramaikan dengan parade militer. 

Sebagai kebanggaan warga Karibia, tugas utama pemilik brand kosmetik Fenty Beauty ini adalah memperkenalkan dan mempromosikan pendidikan, pariwisata, dan investasi di Barbados.

Dengan segudang prestasi yang berhasil dicapainya, tak membuat Rihanna melupakan identitas diri dan negara asalnya. 

Pemilik nama akrab Riri ini, juga mempunyai keunikan dengan mulai merambah bisnis make up di bawah bendera Fenty Beauty. Tak sekadar berbisnis, Riri mempunyai misi mulia yakni mengusung keberagaman.

Dengan merek yang dibangunnya, Rihanna mengusung tema inklusi warna kulit. Fenty Beauty pun kemudian mampu meruntuhkan standar kecantikan yang selama ini dilanggengkan industry make up dunia yaitu ‘cantik itu harus putih’.

Dominasi warna cerah dalam industri kosmetik kerap menciptakan standar kecantikan yang tak adil bagi perempuan kulit berwarna. Pilihan yang itu-itu saja membuat perempuan dengan kulit gelap kesulian untuk mendapat warna alas bedak yang sesuai dengan warna kulitnya. 

Kegelisahan inilah yang membuat Riri mencetuskan Fenty Beauty. Rihanna juga memilki produk pakaian dalam dengan merek Savage X Fenty. Lewat produk inilah, Riri dikenal sebagai sosok yang tak segan mengampanyekan inklusivitas. Rihanna sering memakai peraga laki-laki dan perempuan dari berbagai ukuran dan warna kulit.

Sikap ini menorehkan penghargaan tersendiri bagi perempuan yang tahun ini berusia 33 tahun itu. Perhatian yang besar terhadap keberagaman inilah, yang kemudian juga menjadi salah satu alasan kuat penobatannya sebagai pahlawan Barbados.

Perempuan Duta Barbados Sejak 2008

Jika menengok ke belakang, kiprah Rihanna bagi kemajuan negerinya sudah terjejak sejak 2008. Tepatnya pada tanggal 21 Februari 2008 atau saat dia berada di puncak karirnya dengan berhasil menjual lebih dari 250 juta keping rekaman, Rihanna ditunjuk menjaid duta budaya Barbados.

Ketenarannya sebagai artis kelas dunia dimanfaatkan pemerintah Barbados untuk mempromosikan pariwisata di negeri yang baru saja mendeklarasikan diri menjadi negara republic dan melepaskan diri dari Persemakmuran atau organisasi negara-negara bekas jajahan Inggris itu.

Penobatan Rihanna juga memiliki makna lebih, karena ini kali pertama kali setelah 20 tahun pemerintah Barbados menganugerahkan gelar kehormatan bagi warganya. Orang terakhir yang menerima gelar tersebut adalah mantan pemain kriket bernama Garfield Sobers. 

Hingga saat ini, Barbados telah memberikan gelar terhormat sebanyak 11 orang sepanjang sejarah. Rihanna menjadi perempuan kedua yang menerima gelar kehormatan sebagai The Right Excellent itu.

Penghormatan ini menjadi bagian dari perayaan rakyat Barbados, bagi sejarah baru negaranya yang baru saja mendeklarasikan diri sebagai Republik ini. Ribuan warga Barbados turun ke jalan untuk merayakan pencapaian yang melibatkan banyak sosok perempuan hebat di baliknya.

Dengan perubahan bentuk menjadi republik, Barbados kini tak lagi mengakui Ratu Elizabeth II sebagai kepala negara. Posisi itu kini dipegang oleh Dame Sandra Mason yang dipercaya menjadi Presiden pertama Republik Barbados.

Dorongan Barbados agar menjadi negara republik sudah terjadi sejak dua dekade silam. Pergulatan panjang terjadi di dalam parlemendan memanas sejak pemilihan presidensial dengan 2/3 suara sah memilih Mason sebagai orang tertinggi di negeri itu.

Pada usianya yang ke 55 tahun, Mason kini resmi memimpin jabatan paling tinggi dan berpengaruh di Barbados. Mason sendiri pernah menjabat sebagai Gubernur Jendral.

Selama bernaung di Persemakmuran, Barbados sudah melakukan berbagai perlawanan, Namun, penjajahan selama ratusan tahun oleh Inggris tetap memiliki pengaruh besar pada identitas Barbados. Jadi selamat untuk Rihanna dari Barbados!

(Dari berbagai sumber)

Reka Kajaksana dan Nurul Nur Azizah

Jurnalis Konde.co

Let's share!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email