7 Novel Dewi ‘Dee’ Lestari yang Wajib Kamu Baca: Dari ‘Supernova’ Hingga ‘Rapijali’

Tulisan Dewi “Dee” Lestari, mulai dari Supernova hingga trilogi Rapijali menyedot perhatian dunia sastra. Karya terbarunya “Rapijali” manuskrip tertua Dee, merupakan novel anak muda tentang band Rapijali dan tentang Ping, remaja perempuan berusia 17 tahun yang sedang mencari jati dirinya.

Desember 2021 lalu, “Rapijali” manuskrip tertua yang pernah dibuat penulis Dewi “Dee” Lestari akhirnya resmi menjadi trilogi dengan masing-masing berjudul Rapijali: Mencari (terbit pada Maret 2021), Rapijali:Menjadi (terbit Mei 2021) dan terakhir Rapijali: Kembali (terbit Desember 2021).

Karya yang pernah tertidur selama hampir 27 tahun itu mengangkat tema utama yang dekat dengan kehidupan sang penulis, yakni dunia musik dengan sentuhan drama keluarga, politik, dan persahabatan khas remaja.

Tulisan Dee mulai dari seri Supernova hingga trilogi Rapijali selalu menyedot perhatian dari pembaca dan dunia sastra Tanah Air. Beberapa karyanya masuk nominasi Kusala Khatulistiwa, penghargaan sastra tertinggi di Indonesia serta penghargaan dari industri perbukuan Tanah Air.

Sebagai penulis, Dee Lestari dikenal dengan cara menulisnya yang mengalir serta dialog-dialog yang cergas antara tokoh-tokohnya. Topik di novel Dee selalu selalu tak terduga dengan imajinasi.  Sejumlah novel Dee juga diadaptasi menjadi film layar lebar, seperti Supernova: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh, Perahu Kertas, Filosofi Kopi, Rectoverso dan juga Madre.

Dari sekian banyak karya Dee Lestari, berikut Konde pilihkan 7 karya terbaiknya yang wajib kamu baca untuk menambah pengetahuan kamu. Apa saja, langsung simak aja ya!

1.Trilogi Rapijali

Rapijali mengisahkan hidup Ping, remaja perempuan berusia 17 tahun yang hidup damai bersama kakeknya di sebuah rumah dekat tepian Sungai Cijulang yang membelah wilayah bernama Pantai Batu Karas.

Bakat kakek sebagai pemusik menurun pada Ping. Ping merasa tidak memiliki wadah di Batu Karas. Namun, dia tidak berani bercita-cita besar karena keterbatasan yang melingkupi hidupnya.

Namun, Ping tidak menyadari kalau sang kakek sedang menyiapkan masa depan untuknya di Ibukota. Yudha, si kakek, yang tahu umurnya tidak panjang, menyerahkan Ping kepada Guntur, ayah kandung Ping, tanpa sepengetahuan Ping.

Guntur adalah walikota Jakarta Selatan yang sedang mempersiapkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta. Kepindahan Ping ke Jakarta menjungkir balikkan kehidupan Ping. Dia harus menghadapi sekolah baru, kawan-kawan baru, dan tantangan baru. Dari sana, Ping menyadari hidupnya ternyata tidak sesederhana yang ia duga. Ada sesuatu dari masa lalunya yang menanti untuk dikuak.

Karya perdana namun baru dirilis menggenapi kepenulisan Dee Lestari. Rapijali mengingatkan kita pada novel Dee sebelumya, Perahu Kertas. Sebuah kisah yang realistis tentang seorang remaja yang mencari jati dirinya.

 2.Series Supernova 1-6

Dilansir Gramedia.com, Supernova Series dimulai dengan seri pertama berjudul Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh Supernova Series kemudian diteruskan dengan judul Akar, Petir, Partikel, Gelombang, dan terakhir Intelejensi Embun Pagi.

Seri pertama Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh dirilis 16 Februari 2001 lalu, dan langsung mencuri hati pembaca.  Bercerita tentang sepasang kekasih yang membuat cerita tentang tiga tokoh, yaitu Ksatria, Sang Puteri, dan Sang Bintang Jatuh. Istilah sains dan cerita cintanya yang unik membuat novel ini langsung terjual hingga 12 ribu eksemplar hanya dalam waktu 35 hari.

Dilansir gramedia.com, novel ini juga masuk dalam lima besar Khatulistiwa Literary Award 2001, bersaing dengan sastrawan senior macam Goenawan Mohamad, Danarto (Setangkai Melati di Sayap Jibril), Dorothea Herliany ataupun Hamsad Rangkuti.

Novel ini berhasil melambungkan nama Dee Lestari sebagai penulis. Sebelumnya, Dee lebih dikenal sebagai Dewi Lestari Lestari, salah satu anggota vokal grup Rida-Sita-Dewi yang ngetop di tahun 1990an.

“Momentum tidak dapat dikejar. Momentum hadir. Begitu ia lewat, ia tidak lagi sebuah momentum. Ia menjadi kenangan. Dan kenangan tidak akan membawa Anda kemana-mana. Kenangan adalah batu-batu di antara aliran sungai. Anda seharusnya menjadi arus, bukan batu.”

Melanjutkan seri pertamanya, seri kedua Supernova: Akar juga laku keras di pasaran dan menjadi salah satu buku yang paling dicari, hingga saat ini. Akar sempat mengundang kontroversi karena dianggap melecehkan umat Hindu. Umat Hindu menolak dicantumkannya lambang Omkara/Aum yang merupakan aksara suci Brahman Tuhan yang Maha Esa dalam Hindu sebagai cover buku.

Novel ini bercerita tentang perjalanan Bodhi, seorang pemuda pengikut subkultur punk yang memiliki keanehan dapat melihat nasib makhluk di sekitarnya. Keunikan jalan cerita dengan pendekatan ajaran agama Budha, novel ini berhasil menempati 10 besar Khatulistiwa Literary Award 2003.

“Satu-satunya cara untuk mengetahui asal-usulmu adalah keluar, lalu kembali. Kamu pikir si Adam itu tahu dirinya istimewa kalau tidak dibuang dulu ke bumi?”

Seri ketiga Supernova, yaitu Supernova: Petir. Kisah di novel ini masih terkait dengan dua novel sebelumnya. Hanya saja, ia memasukkan 4 tokoh baru dalam Petir. Salah satunya adalah Elektra, tokoh sentral yang ada di novel tersebut.

Seri terakhir Supernova; Intelegensi Embun Pagi  (Bentang Pustaka) dirilis pada 2016. Karya pamungkas ini juga diganjar penghargaan sebagai Book of The Year IKAPI Award 2016.

 “Drama adalah komplikasi. Drama membuat kalian egois, berpikir kepentingan pribadi kalianlah yang paling penting.”

3. Filosofi Kopi

Filosofi Kopi merupakan kumpulan cerpen dan prosa yang ditulis Dee sepanjang 1996-2006. Filosofi Kopi adalah judul salah satu tulisan di situ yang mengisahkan persahabatan Ben dan Jodhy.

Kopi menjadi benang yang menautkan hingga keduanya membuka kedai kopi dengan konsep, siapa pun yang datang ke toko kopi bisa berkeluh kesah akan keadaannya. Sang Barista akan menawarkan kopi yang sesuai dengan keadaan sang pengunjung. Untuk itulah disebut dengan Filosofi Kopi, karena setiap kopi punya rasa dan manfaat yang berbeda-beda.

Lagi-lagi karya Dee yang dirilis di 2006 ini juga meraih berbagai penghargaan. Filosofi Kopi masuk Top 5 Khatulistiwa Literary Award 2006. Selain itu, Filosofi Kopi juga dinobatkan sebagai Karya Sastra Terbaik 2006 versi Majalah Tempo. Sukses di antara pembaca, buku ini kemudian dilirik oleh produser, dan akhirnya diadaptasi menjadi film layar lebar dengan judul Filosofi Kopi arahan sutradara Angga Dwimas Sasongko.

“Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apapun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.”

4. Aroma Karsa

Novel Aroma Karsa diluncurkan tahun 2018, mengisahkan perjuangan pengusaha parfum bernama Raras Prayagung mencari bunga mitos bernama Puspa Karsa. Bunga spesial ini dipercaya hanya dapat ditemukan oleh orang spesial dengan penciuman yang sangat tajam. Raras memiliki anak angkat bernama Tanaya Suma yang memiliki penciuman yang sangat tajam. Raras juga dipertemukan dengan Jati Wesi yang memiliki kemampuan yang sama layaknya Suma. Ternyata mereka berdua jatuh cinta dan setelah melakukan pencarian Puspa Karsa, ditemukan bahwa Tanaya Suma dan Jati Wesi bukanlah manusia biasa.

Dengan cermat Dee berhasil meramu rasa obsesi, pencarian, penciuman dan wangi-wangian dengan kisah percintaan tokoh utamanya yaitu, Raras, Jati Wesi dan Tanaya Suma dalam mencari Puspa Karsa.

Aroma Karsa mengangkat berbagai mitos dan budaya Jawa yang selama ini jarang dibicarakan. Riset tak kenal lelah yang dilakukan Dee membuatnya mampu menguak fakta-fakta perkembangan manusia sejak di Rahim. Bahwa indra yang kali pertama terbentuk pada janin, aromalah jendela pertama manusia memahami dunia.

Ide fresh tentang pencarian dan penciuman ini membuat Aroma Karsa menyabet penghargaan Book of The Year IKAPI Awards 2018.

“Asmara tidak bisa dipahami, cuma bisa dirasakan akibatnya.” demikian kutipan dari novel ini.

5.Madre

Seperti halnya Filosofi Kopi, Madre juga berisi kumpulan tulisan Dee. Madre terdiri dari 13 cerita fiksi karya Dee Lestari dalam kurun 2006-2011. Madre adalah salah satu judul tulisan di buku ini yang bercerita tentang sebuah toko roti yang sudah lama tutup dan memiliki benih roti yang khas.

Benih roti inilah yang membuat hasil roti dari Tan Bakery selalu memiliki penggemarnya tersendiri. Benih roti ini tersimpan di sebuah ruangan khusus kemudian diwariskan kepada cucunya. Sang cucu yang sudah meniti karir harus kembali ke toko roti tua dan mengembangkan benih roti menjadi roti yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Madre juga diangkat menjadi film dan menghiasi layar lebar.

6. Rectoverso

Rectoverso dirilis pada Agustus 2008. Novel ini merupakan paduan fiksi dan musik. Tema yang diusung adalah Sentuh Hati dari Dua Sisi. Rectoverso merupakan pengistilahan untuk dua citra yang seolah terpisah tetapi sesungguhnya satu kesatuan. Saling melengkapi. Buku Rectoverso terdiri dari 11 fiksi dan 11 lagu yang saling berhubungan. Tajuk dari buku ini adalah Dengar Fiksinya, Baca Musiknya.

7.Perahu Kertas  

Perahu Kertas dirilis pada 2009. Ini merupakan novel ke-6 Dee, tetapi merupakan novel pertamanya yang bergenre popular. Benih Perahu Kertas sebenarnya sudah dibuat sejak 1996, namun setelah 11 tahun mati suri, Dee mengebut dan menyelesaikannya dalam waktu 55 hari. Novel ini mengisahkan persahabatan antara Keenan dan Kugy.

Adalah Keenan yang bercita-cita jadi penulis, namun sang Ayah tidak merestuinya. Sementara Kugy adalah perempuan yang unik dan memiliki imajinasi tinggi. Berpenampilan eksentrik cenderung berantakan.

Keenan dan Kugy dipertemukan di tempat mereka kuliah dan saling tertarik. Namun, situasi tidak memungkinkan keduanya bersatu karena Kugy sudah memiliki kekasih. Perjalanan saling menemukan inilah yang mengisi Perahu Kertas

Foto: tipsmedia.net

Mulat Esti Utami

Selama 20 tahun bekerja sebagai jurnalis di sejumlah media nasional, mencoba tetap setia di jalan yang dipilihnya dengan bergabung di Konde.co

Let's share!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email