Yuk, Berikan Dukunganmu Untuk Para Pekerja Rumah Tangga Lewat Komik dan Infografis

Para Pekerja Rumah Tangga (PRT) mengajak kamu mengapresiasikan dukunganmu melalui komik dan infografis. Kampanye melalui lomba ini dilakukan untuk membuka ruang diskusi, opini publik, dan membuka kemungkinan-kemungkinan baru, dan mendesakkan banyaknya aturan yang tidak berpihak pada kelompok minoritas seperti PRT

Jika kamu lewat di sekeliling rumahmu, kamu pasti kerap bertemu Mbak PRT, atau Mbak Pekerja Rumah Tangga (PRT). Ada orang yang manggil dengan sebutan: Si embak, perempuan yang mengerjakan pekerjaan di rumah-rumah, dari mencuci, memasak, mengepel lantai, dll

Mulai sekarang, panggilah ia PRT, bukan asisten atau si embak. Karena sejatinya PRT adalah pekerja, sama seperti pekerja lainnya yang bekerja di perusahaan atau gedung-gedung yang harus kamu hargai keberadaannya

Tahukah kamu bagaimana nasib Pekerja Rumah Tangga (PRT)? Sudah 18 tahun DPR RI tak mau mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT), padahal perjuangan panjang harus terus dilakukan agar PRT lepas dari kekerasan dan pelecehan, diakui sebagai pekerja dan mendapatkan jaminan kerja seperti halnya pekerja lainnya

Situasi ini yang membuat Jala PRT, Konde.co dengan didukung VOICE kemudian menggelar lomba menulis infografis dan komik dengan tema Pekerja Rumah Tangga sebagai bagian dari kampanye stop kekerasan dan pelecehan di dunia kerja.

Lomba ini sebagai bagian untuk mengajak publik untuk mengetahui problem yang dialami PRT, yang tidak diakui sebagai pekerja, hidupnya banyak yang susah, dan harus diperjuangkan haknya

Dengan mengambil topik stop kekerasan dan pelecehan terhadap Pekerja Rumah Tangga (PRT) dan Sahkan Rancangan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT), masyarakat diajak untuk bersama-sama mengkampanyekan isu PRT melalui komik dan infografis

Sejatinya RUU Perlindungan PRT sudah terlalu lama antri di DPR RI, yaitu selama 18 tahun dan berulang kali terdaftar sebagai Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR RI sejak periode 2004-2009 hingga kemudian masuk sebagai RUU Prioritas Prolegnas 2020 dan 2021.

Sementara ada sekitar 5 juta PRT di Indonesia menurut data JALA PRT terus mengalami berbagai bentuk kerentanan dan diskriminasi. Pemetaan yang dilakukan  JALA PRT menunjukkan bahwa PRT mengalami kekerasan di tempat kerja seperti disiksa dan dilecehkan.

Kasus parah pernah terjadi pada Sri Siti Marni (Ani) dan Erni, PRT yang  telah bekerja hampir 9 tahun sejak usia 12 tahun, mengalami penyiksaan dan kekerasan oleh pemberi kerja secara terus-menerus. Korban sering mendapat pukulan dengan tangan ataupun benda keras, disiram air panas, disetrika dan dipaksa untuk memakan kotoran kucing. Kekerasan tersebut mengakibatkan mereka mengalami luka parah, difabel sebab indera penglihatan tidak berfungsi  serta trauma psikis.

PRT mengalami stigma sebagai orang kotor, berasal dari desa, bodoh, unskilled job dan lain sebagainya. Selama masa pandemi, PRT dianggap sebagai penyebar virus COVID-19 yang kemudian berujung pada PHK sepihak. Tentunya hal ini menimbulkan ancaman feminisasi kemiskinan baru bagi PRT dan anggota keluarganya. Pekerjaannya yang erat dengan perawatan dan pengasuhan justru diabaikan, tak diakui sebagai pekerja. 

Lomba pembuatan komik dan infografis ini kemudian diadakan untuk mengkampanyekan hak-hak para PRT. Kampanye ini agar bisa membuka ruang diskusi, opini publik, dan membuka kemungkinan-kemungkinan baru, bahkan mendesakkan ketika aturan itu tidak berpihak pada kelompok minoritas seperti PRT

Lomba ini diselenggarakan untuk umum/ publik (bukan untuk Pekerja Rumah Tangga/ PRT), peserta harus berusia berusia 18-35 tahun, infografis/ komik menggunakan Bahasa Indonesia, ukuran file dibatasi maksimal 20 MB, peserta maksimal mengirimkan 2 buah karya dan komik/ infografis merupakan karya asli, bukan tiruan/plagiat, dan belum pernah dipublikasikan serta diikutserakan dalam lomba manapun.

Karya dikirimkan melalui email: voicejala.program@gmail.com sampai 8 Maret 2022

Tim Konde.co

Konde.co lahir pada 8 Maret 2016 untuk mengelola ruang publik dari sudut pandang perempuan dan minoritas sebagai bagian dari kesadaran dan daya kritis, menghadirkan penerbitan artikel di website, produksi video/ film, dan informasi/ pengetahuan publik. Kini dikelola oleh individu-individu yang mempunyai kesamaan dalam memandang perempuan dan minoritas.

Let's share!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email