Yuk, Suarakan Kepedulianmu untuk Pekerja Rumah Tangga Lewat Video Pendek

Konde.co dan JALA PRT didukung VOICE menggelar lomba video pendek dengan tema Stop Kekerasan dan Pelecehan terhadap Pekerja Rumah Tangga yang terakhir dikumpulkan pada tanggal 19 April 2022. Yuk ikutan!

Pernahkah kamu membayangkan jika tidak ada perempuan yang mau bekerja sebagai pekerja rumah tangga? Siapa yang akan mencuci dan menyetrika baju kamu?  Siapa yang akan membereskan rumah kamu sehingga ketika kamu pulang kerja atau pulang kuliah sudah bersih dan rapi?

Kamu mungkin sudah sering bertemu dengan mereka yang bekerja sebagai PRT, tapi seberapa besar kamu memperhatikan mereka dan sumbangan kerja mereka mereka mendukung kenyamanan hidup dan produktivitas kamu?

Jadi mulai sekarang, cobalah sejenak meluangkan waktumu untuk lebih memperhatikan dan menghargai kerja mereka. Perlakukan mereka sebagaimana halnya pekerja lainnya.

Tahukah kamu, hingga saat ini jutaan perempuan menggantungkan hidupnya pada profesi ini. Namun, hingga kini PRt belum sepenuhnya diakui sebagai pekerja formal. Meski sudah 18 tahun diperjuangkan, Rancangan Undang-Undang Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) tak kunjung disahkan.

Padahal RUU ini penting untuk melindungi PRT dari eksploitasi, kekerasan dan pelecehan di tempat kerja. UU ini juga akan membuat PRT diakui sebagai pekerja dan mendapatkan jaminan kerja seperti halnya pekerja lainnya.

Melihat kondisi ini, Jaringan Nasional untuk Advokasi (Jala) PRT dan Konde.co dengan didukung VOICE tergerak untuk menggalang dukungan bagi perjuangan para PRT. Salah satunya adalah dengan menggelar lomba video pendek dengan tema Stop Kekerasan dan Pelecehan terhadap Pekerja Rumah Tangga. Lomba ini  sebagai bagian dari kampanye stop kekerasan dan pelecehan di dunia kerja yang kini disuarakan Koalisi Stop Kekerasan di Dunia Kerja.

Dengan mengikuti lomba video PRT ini, kamu juga sekaligus mengkampanyekan keberadaan Konvensi ILO (Organisasi Buruh Dunia) 190 tentang Stop Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja. Bahwa kekerasan tak boleh lagi menimpa para pekerja, termasuk PRT.

Ratifikasi Konvensi ILO 190 penting karena konvensi ini mengakui dan melindungi seluruh pekerja tidak hanya pekerja informal tetapi juga non formal seperti pekerja rumah tangga, pekerja disable, mahasiswa magang/ internship, relawan, dan lain-lain sebagai pekerja yang punya hak yang sama seperti pekerja lainnya.

Konvensi ILO 190 ini akan menjadi pintu bagi lahirnya peraturan yang melindungi semua pekerja, termasuk pekerja rumah tangga dari ancaman pelecehan dan kekerasan di dunia.

(Poster Lomba video pendek tentang PRT)

Kriteria Lomba

Dengan lomba ini, Jala PRT dan Konde.co ingin mengajak masyarakat umum untuk mengetahui lebih dalam problem yang selama ini dialami para PRT. Menurut data JALA PRT, para pekerja rumah tangga terus mengalami berbagai bentuk kerentanan dan diskriminasi.

Mayoritas dari sekitar 5 juta perempuan yang bekerja sebagai PRT bekerja tanpa jaminan social, tanpa perlindungan, tanpa batasan jam kerja yang jelas dan diupah rendah. Masih banyak PRT yang hidupnya susah dan tidak bisa mengakses haknya sebagai pekerja.

PRT sering mengalami kekerasan di tempat kerja seperti disiksa dan dilecehkan. Pekerjaan PRT yang erat dengan perawatan dan pengasuhan membuat PRT sering diabaikan dan tak diakui sebagai pekerja. PRT dianggap sebagai pekerjaan kasar yang tak perlu keterampilan. 

PRT distigma sebagai kotor, bodoh, tidak terampil, udik dan lain sebagainya sehingga tak berhak mendapatkan upah selayaknya pekerja. Kondisi ini mengakibatkan PRT bekerja tanpa kepastian, sehingga ia dan keluarganya terjebak dalam rantai kemiskinan yang tak berujung.

Kasus terparah pernah terjadi pada Sri Siti Marni (Ani) dan Erni, PRT yang  harus bekerja sejak usia 12 tahun. Ia mengalami penyiksaan dan kekerasan oleh pemberi kerja secara terus-menerus. Korban sering dipukul baik dengan menggunakan tangan ataupun benda keras. Disiram air panas, disetrika dan dipaksa untuk memakan kotoran kucing. Kekerasan tersebut mengakibatkan mereka mengalami luka parah dan bahkan meninggal. Ada juga PRT yang mengalami cacat karena dianiaya majikan.

Ani dan Erni adalah martir, yang kematiannya kemudian dijadikan penanda bagi bangkitnya perjuangan para PRT. Setiap tanggal 15 Februari atau hari kematian Ani lantas diperingati sebagai Hari PRT Nasional.

Apakah kamu akan terus menutup mata dengan kondisi ini? Ayo cobalah buka hatimu. Langkah kecilmu akan sangat besar artinya bagi perjuangan para PRT yang sudah berlangsung belasan tahun.   

Dengan mengikuti lomba video tentang PRT ini, kamu akan turut mendukung kampanye terkait hak-hak para PRT. Lomba ini sekaligus membuka ruang diskusi, membangun opini publik, dan membuka kemungkinan-kemungkinan baru, bahkan mendesakkan ketika aturan itu tidak berpihak pada kelompok minoritas seperti PRT

Dengan mengambil topik “Stop kekerasan dan pelecehan terhadap Pekerja Rumah Tangga (PRT) dan Sahkan Rancangan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT), kamu diajak untuk turut menyuarakan hak dan perlindungan bagi PRT.

Sudah terlalu lama antri PRT menunggu. Turutlah bergerak agar RUU Perlindungan PRT yang tahun ini genap berusia 18 tahun bisa segera disahkan. Jangan biarkan orang-orang yang banyak berjasa untuk hidup kamu berjuang sendirian.

RUU Perlindungan PRT sudah berulang kali terdaftar dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR RI sejak 2004. Lantas masuk sebagai RUU Prioritas Prolegnas 2020 dan 2021.

Lomba ini diselenggarakan untuk umum/publik (bukan untuk Pekerja Rumah Tangga/ PRT), peserta dari berbagai usia. Buatlah video semenarik mungkin dengan menggunakan Bahasa Indonesia.

Kamu bisa mengirimkan 2 buah karya video pendek dengan durasi 3-5 menit. Video merupakan karya asli, bukan tiruan/plagiat, dan belum pernah dipublikasikan serta diikut-sertakan dalam lomba manapun.

Video itu sudah harus kamu unggah di akun media social kamu dengan menyertakan tagar #StopKekerasandan PelecehandiDuniaKerja, #RatifikasiKonvesiILO190 dan #SahkanRUUPerlindunganPRT.

Karya ditunggu di voicejala.program@gmail.com sampai 19 April 2022 pukul 00.00 Waktu Indonesia Barat. 

Tim Konde.co

Konde.co lahir pada 8 Maret 2016 untuk mengelola ruang publik dari sudut pandang perempuan dan minoritas sebagai bagian dari kesadaran dan daya kritis, menghadirkan penerbitan artikel di website, produksi video/ film, dan informasi/ pengetahuan publik. Kini dikelola oleh individu-individu yang mempunyai kesamaan dalam memandang perempuan dan minoritas.

Let's share!