Film ‘Darlings’: Kamu Bisa Lihat Bagaimana Perlawanan Korban KDRT

Keluar dari siklus kekerasan yang terjadi dalam kasus KDRT bukanlah perkara yang mudah. Namun bukan berarti tak mungkin dilakukan. Lewat sosok Badru, tokoh utama film Darlings, penonton diajak melawan KDRT dalam balutan komedi-horor.

Seorang perempuan berambut panjang, sedang menunggu seseorang di tengah kota yang ramai. 

Lagu berlirik “Darlings,” mengiringi langkahnya bersamaan dengan kamera yang terus menyorot senyumnya yang perlahan memudar. Tak berapa lama, seorang laki-laki datang membawakan boneka.

Keduanya sempat bertengkar karena si lelaki datang terlambat. Namun, perempuan bernama Badrunnisa atau Badru (Alia Bhatt) itu kemudian dilamar oleh si lelaki yang dipanggil Hamza (Vijay Varma). 

Hari itu Hamza diterima kerja sebagai pegawai negeri di dinas perhubungan yang mengawasi kereta sehingga ia berani melamar pacarnya. Badru mengatakan bersedia menerima lamaran Hamza.

Cerita dipercepat ke tiga tahun kemudian. Badru tampak menjalankan perannya sebagai istri yang dalam konstruksi di India pada umumnya, tugasnya melayani makan malam Hamza. Keduanya tampak seperti pasangan bahagia pada umumnya. Hanya saja, saat Hamza tak sengaja memakan kerikil kecil di nasinya, ia marah dan langsung melakukan kekerasan.

Film ini berisi banyak adegan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Namun, tak seperti film dengan tema serupa lainnya, Darlings mencoba memasukkan unsur komedi dan satir di dalamnya. Film ini seolah-olah mengamini perkataan Anton Chekov bahwa puncak tragedi hidup adalah komedi.

Film yang diproduksi oleh Netflix ini mulai tayang di platform tersebut pada 5 Agustus 2022 lalu. Sebelumnya, Netflix telah merilis satu season serial berjudul Maid yang juga berkisah tentang perempuan penyintas KDRT di Amerika Serikat. 

Kali ini, Darlings yang disutradarai oleh Jasmeet K Reen mengambil latar tempat di India dengan bahasa Hindu. Darlings menerima banyak pujian kritis terkait alur cerita dan akting yang memukau dari para pemerannya.

Kekerasan Dalam Rumah Tangga di India

Pada setengah bagian pertama film, kita akan dijejali oleh beragam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Hamza terhadap istrinya, Badru. 

Keduanya tinggal di sebuah rumah susun yang dihuni oleh masyarakat menengah ke bawah di India. Berkali-kali terluka secara fisik, berkali-kali pula Badru diabaikan oleh tetangganya.

Salah satunya, pemilik salon yang memilih mengencangkan volume speakernya tiap kali kekerasan terjadi di rumah Badru. Tampaknya, ia masih berpikir bahwa kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan urusan privat sehingga ia tak perlu ikut campur. Dianggap sekadar “aib” keluarga membuat KDRT terhadap perempuan terus berlanjut dan sulit diselesaikan.

Ibu Badru, Shamsun (Shefali Shah), yang tinggal di satu bangunan yang sama dengan Badru, berkali-kali mengingatkan putrinya untuk segera meninggalkan Hamza. Ia juga nyaris berhasil memaksa Badru menjebloskan Hamza ke dalam penjara selama tiga tahun. Menurutnya hal itu lebih baik daripada Badru bercerai, menyandang status janda, dan kesulitan mencari suami lagi.

Hanya saja, tak semudah itu berpisah dari suami beracun. Pasalnya, laki-laki sebagai sosok yang sering kali jadi pelaku KDRT kerap melakukan berbagai macam cara untuk mempertahankan kekuasaannya di dalam sebuah hubungan. 

Misalnya, Hamza menggunakan kata-kata manipulatif (seperti ia mengatakan jika ia bersikap “keras” pada Badru karena mencintainya), memberikan berbagai macam hadiah, dan menjanjikan Badru berbagai macam hal—termasuk bahwa ia akan berubah–hingga perempuan itu luluh.

Dalam serial Maid, Alex (Margaret Qualley) dihalang-halangi oleh suaminya saat hendak mencari uang sendiri. Ia terus dibuat bergantung secara finansial kepada suaminya sehingga lebih sulit keluar dari KDRT. Hal semacam ini juga dilakukan oleh pelaku KDRT sebagai salah satu cara mempertahankan kuasanya.

Saat pertama kali tinggal sementara di sebuah rumah aman, Alex sempat bingung mengapa salah satu temannya, yang juga penyintas KDRT, kembali lagi pada suami toksik yang nyaris menghabisi nyawanya. Namun, keadaan serupa kemudian juga menimpanya.

Alex yang mulanya bertekad meninggalkan suaminya untuk selama-lamanya, pada satu titik mesti kembali tinggal dengan lelaki itu. Barulah ketika ia kembali menjadi korban kekerasan hingga depresi, ia sadar kekerasan itu akan terus terulang kecuali ia benar-benar pergi dari suaminya. Sekali lagi ia mengumpulkan tekad untuk pergi dari rumah dan tidak akan pernah kembali lagi.

Kadang-kadang, sesama perempuan menganggap perempuan korban KDRT sebagai orang yang bodoh karena tidak lekas menyudahi hubungannya dengan lelaki toksik. Padahal, pergi dari sebuah relasi beracun juga tak semudah itu. Tidak hanya dengan cara-cara halus seperti menggunakan kata-kata manipulatif atau memberi kado, laki-laki yang tega memukuli istrinya juga kerap mengancam agar istrinya mau bertahan dengannya. Tidak jarang pula beberapa perempuan tetap diteror oleh mantan suaminya yang beracun meski sudah berpisah–yang lain bahkan benar-benar dihabisi nyawanya. Film ini juga mencoba menunjukkan hal itu.

Dalam Darlings, Shamsun juga mengingatkan Badru bahwa pelaku kekerasan tidak akan pernah berubah. Ia tidak akan berhenti melakukan kekerasan karena alasan apapun, barangkali sampai Badru benar-benar mati. Karena itu ia berkali-kali meminta Badru segera meninggalkan suaminya.

Perempuan Melawan Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Sebagian besar perempuan mungkin akan melapor ke polisi saat mengalami kekerasan. Lantas ia ditempatkan di rumah aman sampai bisa berpisah dan menjauh dari pelaku. Badru pun sempat melakukannya. Meski dihakimi oleh polisi yang laki-laki, polisi tetap menerima laporannya dan nyaris memasukkan Hamza ke penjara.

Namun, Badru kemudian mencari cara lain untuk menghukum Hamza. Ia berani bangkit menemukan kekuatannya saat sampai di titik terendahnya. Ia menyadari Hamza tidak akan berhenti melakukan kekerasan meskipun ia berhenti minum alkohol atau memiliki anak. Ia jelas tidak akan berubah hanya karena Badru memintanya.

Setelah dijejali dengan serangkaian tindakan KDRT pada paruh pertama film, paruh kedua Darlings menampilkan upaya-upaya Badru membalas tindakan Hamza. 

Bersama ibunya, Badru membalikkan image baik, pemaaf, dan penerima yang disematkan padanya. Ia juga dibantu oleh Zulfi (Roshan Mathew) yang bercita-cita menjadi penulis, yang merupakan wakil laki-laki baru yang berpihak pada Badru.

Dibumbui dengan berbagai komedi dan satir (misalnya saat Ibu Badru mengatakan kesadaran tentang KDRT hanya ada di Twitter), film ini membuat penonton tertawa, sedih, ngeri, ngilu, tegang, dan takut sekaligus. 

Meskipun meremukkan hati di setengah bagian pertama, pada bagian akhir cerita, penonton seolah-olah diberi kekuatan lagi untuk bangkit dari segala trauma KDRT bersama Badru. 

Dengan plot twist cerita, penonton juga diajak berdiri lagi bersama Badru. 

Sumber Gambar: Instagram @aliaabhatt

Sanya Dinda

Sehari-hari bekerja sebagai pekerja media di salah satu media di Jakarta

Let's share!