Laki-Laki Juga Bisa Menjadi Korban Kekerasan Seksual

Laki-laki juga bisa menjadi korban kekerasan seksual. Jika ada yang mengatakan bahwa laki-laki yang jadi korban kekerasan adalah laki-laki yang tak jantan, ini merupakan persepsi keliru

Laki-laki juga bisa menjadi korban kekerasan seksual. Seorang teman laki-laki pernah menjadi korban kekerasaan seksual kakak kelasnya yang juga laki-laki ketika ia kecil. Cerita menjadi korban ini selalu disimpannya dalam hati dan tak pernah ia ceritakan pada siapapun sampai ia dewasa.

Ia merasa malu, risih, kecewa dan sulit sekali bercerita. Buatnya, ini adalah momok buruk dalam hidupnya

Kekerasan seksual ternyata bisa menimpa siapa saja tanpa memandang jenis kelamin, walau perempuan jauh lebih banyak menjadi korban, namun laki-laki juga bisa menjadi korban perkosaan, dan mereka juga akan mengalami trauma mendalam bila hal tersebut terjadi

Laki-laki yang menjadi korban perkosaan juga kerap menerima stigma sebagai orang yang lemah dan tak berdaya.

“Masak laki-laki diperkosa?.”

“Dia tak jantan, makanya diperkosa.”

Kalimat ini seolah menandaskan bahwa tak seharusnya laki-laki diperkosa, karena laki-laki itu mestinya kuat, jantan dan seharusnya bisa melawan. Padahal ini persepsi yang keliru

Anggapan itu yang akhirnya membuat sebagian korban laki-laki menjadi malu untuk bercerita atau  mengakui bahwa dirinya telah menjadi korban Alih-alih memberikan dukungan moral kepada korban, namun malah ada yang menjadikan hal ini sebagai  guyonan yang dianggap lucu dan tidak seharusnya terjadi kepada laki-laki.

Secara tidak langsung hal ini bisa menjadi indikasi bahwa seharusnya korban perkosaan adalah perempuan dan bukan laki-laki, karena laki-laki seharusnya menjadi pelaku bukan korban. Padahal tentu tidak bisa begitu bambank!

Siapapun korban pemerkosaan adalah manusia yang tak boleh diabaikan, harus diberikan support karena telah mengalami luka yang menyebabkan trauma mendalam. Perkosaan yang terjadi pada laki-laki juga bukanlah perkara menyenangkan disertai kenikmatan. Pemerkosaan tetap merupakan tindakan yang dilakukan secara paksa tanpa ada persetujuan dari salah satu pihak. Jadi stop untuk mengolok-olok karena itu sama saja melakukan kekerasan baru

Saya mencatat beberapa dampak yang dirasakan korban (laki-laki) ketika menjadi korban perkosaan:

1. Menanggung beban rasa malu karena telah diperkosa, hal ini yang menjadikan korban enggan mencari pertolongan atau mengakui

2. Menanggung beban psikologis sendiri

3. Membawa luka batin yang sulit disembuhkan

4. Ragu terhadap identitas dirinya sendiri

5. Merasa gagal menjadi seorang laki-laki

Bukanlah perkara mudah menjadi korban pemerkosaan bagi laki-laki, beban yang ditanggung tentu sama seperti perempuan, tidak ada pemerkosaan yang menyenangkan bagi korban.

Stop untuk menghujat atau mentertawakan, sudah seharusnya kita memberikan dukungan kepada korban dan berusaha untuk empati terhadap penderitaan korban, tidak ada satupun orang yang ingin mengalami tindak kekerasan seksual. Yang salah adalah pelaku yang otaknya telah digadaikan.

(Foto/ ilustrasi: Pixabay)

Sri Melynda

Sehari-hari aktif sebagai mahasiswa di sebuah universitas swasta di Kuningan, Jabar

Let's share!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email