Anugerah Saparinah Sadli 2016

Luviana – www.konde.co

Jakarta, Konde.co - Anugerah Saparinah Sadli yang ke-6 di tahun 2016 ini, diberikan kepada Sri Wahyuningsih, seorang guru SMP Tamanan di Bondowoso, Jawa Tengah yang selama ini banyak memberikan penyuluhan kesehatan reproduksi dan dampak perkawinan anak. Penghargaan diberikan pada Rabu (25/082016) kemarin di Jakarta.

Tema Saparinah Sadli Award di tahun 2016 ini adalah Hapuskan Perkawinan Anak Perempuan. Dalam saparinahsadli.org dituliskan bahwa tema ini dipilih karena keprihatinan terhadap tingginya fenomena perkawinan anak perempuan di Indonesia.

Indonesia kini menduduki peringkat ke 2 tertinggi di Asean sesudah Kamboja dalam hal perkawinan anak. Bahkan di kalangan negara-negara Islam, Indonesia duduk pada peringkat ke 22. Data Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2008 menunjukkan bahwa 34,5% anak perempuan di Indonesia menikah pada usia kurang dari 19 tahun. Hal ini berakibat buruk bagi masa depan anak perempuan Indonesia.


Saparinah Sadli,adalah tokoh dan aktivis perempuan Indonesia.  Lahir di Tegalsari, 24 Agustus 1927, adalah perempuan yang telah berperan sebagai akademisi, motivator, mediator, penggerak masyarakat, sekaligus pejuang HAM khususnya bagi perempuan.

Saparinah Sadli memulai karir di bidang akademik di Fakultas Psikologi tempat ia memperoleh gelar Doktor. Setelah berkiprah sampai jabatan tertinggi di fakultas, pada tahun 1990 ia mendirikan dan memimpin Program Studi Kajian Wanita, Sebuah Program Pascasarjana Universitas Indonesia selama 10 tahun.

Pada tahun 1997 sampai 2002, ia menjadi Wakil Ketua Komisi Nasional Hak-Hak Asasi Manusia.Ia adalah tokoh kunci yang menggerakan anggota masyarakat untuk menuntut negara menuntaskan penyelidikan mengenai kekerasan seksual yang terjadi dalam tragedi kerusuhan Mei 1998.

Saparinah kemudian mempimpin Komnas Perempuan sejak berdirinya pada Oktober 1998 hingga dimulainya Anugerah ini pada tahun 2002. Kini, di usianya yang ke 90 tahun, Saparinah masih aktif di Kajian Gender UI, di Yayasan Kesehatan Perempuan serta di Dewan Guru Besar Universitas Indonesia.



Referensi: Saparinahsadli.org
(Pemberian penghargaan Saparinah Sadli dari Saparinah Sadli kepada guru SMP Tamanan Bondowoso, Jawa Tengah, Sri Wahyuningsih pada Rabu 25 Agustus 2016 di Jakarta/ Foto: Misiyah)