3 Hal Penting Dari Film ‘Dear Nathan: Thank You Salma’: Stop Kekerasan Seksual Sampai Kesehatan Mental

Film “Dear Nathan: Thank You Salma” menjadi film penting, terasa segar dan tak cuma menampilkan kisah cinta melulu, tapi juga pesan seperti stop kekerasan seksual di kampus, mengajak anak muda stop korupsi, sampai memperjuangkan isu kesehatan mental buat anak muda

Film “Dear Nathan: Thank you Salma” tak hanya berisi kisah cinta yang biasanya jadi aroma film anak muda, tapi banyak pesan penting dengan nilai kebaruan. Ini sangat melegakan.

Nathan (Jefri Nichol) membuka  film dengan rencananya bersama teman-teman kampusnya yang mau demo stop korupsi. Demo dilakukan di DPR dan berakhir ricuh. Salma  (Amanda Rawles), sebagai pacar, deg-degan, takut aksi akan rusuh dan takut Nathan terlibat dalam kerusuhan aksi.

Sebagai mahasiswi sastra, Salma lebih suka mengubah kondisi yang buruk lewat tulisan, sedangkan Nathan lebih suka turun ke jalan. 

Nathan adalah pacar Salma, hubungan mereka sudah dimulai sejak SMA, walau tak pernah mulus. Apa saja yang membuat hubungan mereka bolak-balik putus sambung. Relasi Nathan dan Salma ini digunakan cerita penyambung cerita yang merangkai film trilogy atau cerita 3 babak

Di film pertama yang berjudul “Dear Nathan”, Nathan bertemu dengan Salma di SMA, lalu mereka pacaran. Tapi hubungan ini tak pernah mulus, karena Salma selalu ragu, selalu takut dengan aktivitas Nathan, terlibat dalam “perkelahian” karena Nathan menolak pelecehan dan membela siapapun yang dilecehkan. Selain itu konflik dengan bapak dan ibu Nathan yang membuat emosi Nathan naik turun yang menjadikan Salma selalu ragu

Walaupun hubungan ini didukung oleh ibu Salma (Karina Suwandi), hubungan itu lalu tak mulus karena tak disetujui ayahnya Nathan (Gito Gilas).

Di Film kedua “Dear Nathan, Hello Salma”, Nathan kemudian ‘dikeluarkan dari sekolah, di sekolah baru, ia bertemu dengan siswi yang mengalami hal yang sama: problem kesehatan mental. Nathan kemudian mendukung sahabatnya ini, Rebecca (Susan Sameh) untuk membentuk organisasi: Love Your Self, organisasi yang dibentuk untuk menyelesaikan problem kesehatan mental.  Cinta Rebecca pada Nathan tak menghalangi persahabatan mereka.

Dibandingkan film pertama “Dear Nathan” dan film kedua “Dear Nathan, Hello Salma,” film ketiga yang berjudul “Dear Nathan, Thank you Salma” seperti menjanjikan sesuatu dengan mengusung isu demokrasi kekinian yang sedang ramai diperbincangkan saat ini. Anak-anak  muda terlibat dalam kampanye serta turun ke jalan

Di film ketiga ini, ada 1 cowok yang juga ingin merebut perhatian Salma, yaitu Gema Senja atau Afkar (Ardhito Pramono), yang dalam proses berikutnya, sosoknya kemudian muncul untuk mendukung stop kekerasan seksual di kampus

Jadi film ini tak cuma film tentang cinta dan tak melulu soal cinta-cinta, tapi juga mengangkat isu permasalahan kekerasan seksual, korupsi dan kesehatan mental. Buat remaja seperti kami ini, film ini memberikan sudut pandang, ternyata ada film buat anak 13 tahun+ yang ada pesan-pesannya, dan pesan ini sangat penting

Film ini juga membuat haru, ada konflik antara anak dan orangtua yang penting untuk didiskusikan buat remaja. Kita juga bisa belajar artinya berjuang untuk cinta keluarga, cinta dengan relasinya. Nathan adalah orang yang berani beraksi dan Salma adalah orang yang belajar untuk berani mengambil resiko

Dari film ketiga ini, ada 3 hal penting yang dibahas dalam film:

1.Stop Korupsi

Para mahasiswa teman Nathan yang selama ini melakukan aksi-aksi anti korupsi ternyata tidak konsisten dan punya nilai-nilai patriarki yang tinggi seperti menjadi pelaku kekerasan seksual. Ini merupakan anomali dalam perjuangan

2.Stop Kekerasan seksual

Setelah aksi anti korupsi, teman-teman Nathan di kampus yang semuanya laki-laki tersebut ternyata membela pelaku kekerasan seksual, salah satu dari mereka melakukan perkosaan terhadap mahasiswi yang merupakan teman kelas mereka, Zanna (Indah Permatasari). Ini membuat Nathan kemudian pasang badan dan membela korban

Pembelaannya ini dilakukan dengan mendukung korban untuk mendapatkan keadilan di kampus sampai dengan melakukan kampanye bersama

Buat kita yang remaja, adegan-adegan disini memberikan banyak pelajaran bahwa perempuan yang jatuh itu gak berarti selamanya akan down atau jatuh, tapi bisa bangkit dan melawan, dan ini mesti ini didukung oleh support sistem yang ia dapatkan dari lingkungannya

3.Perjuangkan Kesehatan Mental

Love your self, organisasi yang dibangun Rebecca, jadi organisasi yang menghimpun kekuatan anak muda untuk cerita apa saja tentang problem kesehatan mental yang dialami

Film ini diangkat dari novel karya Erisca febriani yang disutradari oleh Kuntz Agus dan produser Gope T. Samtami, produksi Rapi Film.

Kamu juga akan mendapatkan cerita seru, gimana akhir hubungan Nathan dan Salma. Itu catatan dari nonton film ini, kamu bisa juga perjuangkan ini di lingkunganmu!

Nakku Cinta dan Candid Nusantara

Pelajar yang suka baca novel dan cerita petualangan. Sesekali menulis cerita.

Let's share!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email