Perpustakaan Virginia Ramah Perempuan: Sediakan Box Khusus Untuk Balita

Ada sebuah perpustakaan di Kawasan Henrico, Virginia, Amerika serikat yang ramah untuk perempuan dan anak. Perpustakaan ini menyedikan kotak atau box khusus untuk bayi agar ibunya bisa meletakkan bayi di kotak dan para ibu bisa melanjutkan untuk mengetik atau membaca.

Awalnya, direktur Perpustakaan di Henrico, Virginia, Barbara Weedman sering melihat sejumlah ibu muda menggendong bayi di lututnya ketika di perpustakaan. Mereka sangat kesulitan dalam mengetik atau mencari buku karena harus sambil konsentrasi menggendong anak. 

Maka Barbara Weedman kemudian buru-buru merancang ide untuk menciptakan box khusus untuk bayi agar para ibu bisa bekerja. Dalam box khusus itu, para bayi bisa bermain sendiri sambil menunggu ibunya bekerja

Tinggal di Amerika atau Eropa memang serba tak mudah bagi orang yang bekerja dan punya anak kecil. Gaji baby sitter atau Pekerja Rumah Tangga yang mahal membuat semua pasangan harus mau berbagi tugas

Orang tua yang bekerja ini umumnya punya banyak kendala dalam pengasuhan anak. Terlebih, jika mereka mengasuh anak secara mandiri. Tapi, bagaimana jika kedua pasangan sama-sama sibuk bekerja dan mesti mengasuh anak? 

Sebuah perpustakaan di Virginia, Amerika Serikat (AS) punya solusinya. Perpustakaan umum yang terletak di kawasan Henrico ini menarik perhatian publik di sosial media beberapa waktu lalu. Seorang direktur Kebijakan Families Forward Virginia, Ali Faruk, mengunggah sebuah ruang kerja unik di perpustakaan Virginia yang mengakomodir kebutuhan pengawasan dan pengasuhan anak termasuk bayi di bawah tiga tahun (balita). 

“Ruang publik yang tersedia dan dapat diakses oleh semua sangat penting. Inilah cara kami memperkuat keluarga dan menciptakan budaya dan komunitas yang menghargai anak-anak,” cuit Ali pada akunnya @FamiliesFwdVA yang hingga kini telah disukai lebih dari 239 ribu. 

Dalam cuitannya, Ali juga menyertakan foto sebuah meja ganda di ruang perpustakaan. Satu sisi ada komputer lengkap dengan fasilitas meja dan kerja sementara sisi lainnya ada sebuah meja yang dipagari kayu menyerupai kotak untuk anak-anak istirahat atau bermain. 

Dilansir Fatherly,  Biro Sensus AS mengungkap masa pandemi ini tak dipungkiri memberi dampak signifikan terhadap perekonomian dan ketenagakerjaan di AS. Pekerja banyak yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) atau menurunnya penghasilan. Maka, pekerja harus bersiasat untuk meminimalisasi pengeluaran salah satunya mengasuh anak sendiri sambil bekerja. Di situasi pandemi, banyak pula tempat penitipan anak yang juga tutup. 

“Ini bukan sesuatu yang mudah, tapi memiliki ruang kerja yang akomodatif, seperti meja di perpustakaan umum kawasan Henrico, Virginia, AS, akan sangat membantu,” ujar Biro itu. 

Awal Mula Ide: Cerita Ibu Muda Kerepotan Menggendong Bayi

Perpustakaan umum di Henrico, Virginia, AS itu memiliki meja khusus yang ramah anak atas saran dari Direktur Perpustakaan, Barbara Weedman. Dia awalnya mengidentifikasi masalah bahwa dirinya seringkali melihat seorang ibu muda sambil menggendong bayi di lututnya ketika ada di perpustakaan. 

“Ibu-ibu datang ke perpustakaan untuk memanfaatkan jaringan internet mengisi lamaran kerja, tetapi mereka mengalami kesulitan melakukan apa yang mereka butuhkan karena balitanya goyang-goyang,” ujar Weedman dilansir Moms.

Dia melanjutkan, stasiun-stasiun komputer di perpustakaan itu sudah ada sejak awal mula berdirinya bangunan perpustakaan dan dibuka untuk umum di sekitar tahun 2019. Namun saat masa pandemi, perpustakaan itu kemudian dibangun lebih layak dengan memperhatikan kebutuhan orang tua pekerja khususnya ibu. 

“Untuk memberikan privasi ibu dan bayi bersama-sama dan seharusnya sudah ada lebih awal. Orang tua telah bekerja dengan anak-anak mereka lebih dari sebelumnya dan keseimbangan itu sulit,” terangnya. 

Maka dari itu, dirinya mendorong lebih banyak lagi ruang-ruang publik ataupun rumah yang bisa mengakomodir orang tua bekerja yang mempunyai bayi untuk terus berkarya. Tanpa mengesampingkan tumbuh kembang anak agar tak luput diperhatikan. 

“Stasiun kerja dan bermain (ramah anak) dapat bekerja dengan baik di rumah setiap orang tua yang memiliki bayi tapi perlu menggunakan komputer,” katanya. 

Inisiasi Ruang Kerja Ramah Anak Perlu Terus Digalakkan

Berbagai inisiatif untuk menciptakan dunia kerja yang ramah bagi orang tua dengan anak memang perlu digencarkan. Di konteks ruang publik perpustakaan di Indonesia, saat ini sudah bermunculan perpustakaan yang menyediakan ruang khusus bermain yang ramah anak. Misalnya saja, perpustakaan umum milik pemerintah di sebelah Planetarium, komplek Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. 

Di perpustakaan DKI Jakarta itu, ada permainan edukatif dan permainan indoor seperti perosotan sampai mobil-mobilan listrik. Ada pula area membaca yang bisa diakses anak-anak dengan ruangan yang relatif lega dan terang sehingga anak-anak betah di sana. Ke depan, bisa saja dikembangkan seperti halnya di perpustakaan umum Virginia, AS, yang mengakomodir meja khusus untuk balita dan komputer untuk orang tua pekerja. 

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) belakangan ini juga menggalakkan wacana kantor kerja dengan daycare atau penitipan anak untuk mengoptimalkan pengasuhan anak bagi orang tua pekerja. 

Tak hanya itu, tentu kita berharap komitmen semua stakeholder untuk menciptakan kawasan layak dan ramah anak juga terus terlaksana. Kota Ramah Anak misalnya, jangan hanya jadi slogan, tapi harus diterapkan secara hulu ke hilir untuk melindungi hak-hak anak. Termasuk, kaitannya dalam upaya memberdayakan orang tua pekerja utamanya perempuan. 

Yuk, bangun sama-sama!

Nurul Nur Azizah

Redaktur Pelaksana Konde.co
Republikasi artikel ini, klik tombol di bawah

Creative Commons License

1. Silakan lakukan republikasi namun tidak boleh mengedit artikel ini, cantumkan nama penulis, dan sebut bahwa artikel ini sumbernya dari konde.co, tautkan URL dari artikel asli di kata “konde.co”. Anda bebas menerbitkan ulang artikel ini baik online maupun cetak di bawah lisensi Creative Commons.

2. Artikel kami juga tidak boleh dijual secara terpisah atau menyebarkannya ke pihak lain demi mendapatkan keuntungan material.

Let's share!