Tak Mau Patah dan Terjerembab dalam Cinta


*Rara Kinanti- www.Konde.co

Siapa yang bilang bahwa jatuh cinta itu mengenal waktu dan orang? Saya pernah mendengar pepatah yang bilang bahwa: jatuh cinta tak pernah mengenal ruang dan waktu.

Namun bagaimana jika kita jatuh cinta pada orang yang tidak tepat? Jatuh cinta pada laki-laki yang tak mencintai kita. Jatuh cinta pada laki-laki yang sudah mempunyai pasangan, atau jatuh cinta pada laki-laki yang tak pernah serius berkomitmen, atau lebih buruknya lagi jatuh cinta pada laki-laki yang melakukan kekerasan pada kita.

Buat saya, walau jatuh cinta katanya tak pernah mengenal tempat, namun paling tidak kita mesti harus tetap rasional ketika menemukan sesuatu yang janggal.

Ini seperti yang dialami kawan perempuan saya ketika ia jatuh cinta pada laki-laki yang sudah berpasangan. Awalnya tak pernah mudah. Kami bahkan harus selalu menemaninya agar ia segera melupakan laki-laki ini. Bagi kami, yang jelas: jika kita perempuan mau secara sadar berbuat sesuatu, inilah saatnya. Inilah saat yang tepat kita jauh dari banyak resiko, resiko untuk menyakiti perempuan lain yang menjadi pasangan laki-laki ini, juga resiko agar kita tak patah, tak terjerembab pada jurang yang lebih dalam.

Walau, siapa sih yang mau kehilangan persona dari laki-laki yang kita cintai? Siapa sih yang mau kehilangan orang yang paling kita harapkan datang pagi-pagi di saat kita membutuhkan sesuatu? Tak mudah? Teman perempuan saya bisa melakukannya. Ini karena dia harus fokus. Ia tak mau kehilangan banyak waktu, hanya disini, menunggui, berharap pada laki-laki yang sudah mempunyai komitmen dengan yang lain.

Hal lain, tentu kita tak mau menyakiti perempuan lain. Jadi, jangan biarkan kita terjerembab pada sedu sedan yang terlalu lama. Masih ada hari, masih ada ruang-ruang yang harus kita isi. Yuk, bangkit lagi!

(Foto/ Ilustrasi: Pixabay)

*Rara Kinanti, blogger dan vlogger