Feminist Festival 2019 Dorong Narasi Kesetaraan Gender dan Hak Perempuan

Acara Feminis Festival (Femsfest) kembali diadakan tahun ini dengan tema besar yakni ‘Feminis Buatan Indonesia’. Acara yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Lintas Feminis Jakarta ini akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 23 dan 24 November 2019, bertempat di Wisma PKBI, Kebayoran Baru, Jakarta.

Acara Feminis Festival (Femsfest) kembali diadakan tahun ini dengan tema besar yakni ‘Feminis Buatan Indonesia’. Acara yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Lintas Feminis Jakarta ini akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 23 dan 24 November 2019, bertempat di Wisma PKBI, Kebayoran Baru, Jakarta.

Festival yang diadakan dwitahunan ini, dilatar belakangi oleh bagaimana feminisme secara umum dianggap berposisi sebagai upaya melakukan westernisasi negara melalui nilai-nilai asing. Dari kesalahpahaman ini, pada faktanya justru nilai feminis telah hidup dalam banyak kebudayaan dan salah satunya dalam budaya Indonesia.

Skolastika Lupitawina, selaku ketua FemFest 2019, menjelaskan dalam pernyataan sikap yang diterima www.Konde.co, bahwa visi festival tahun ini adalah untuk meningkatkan pemahaman bahwa feminisme juga merupakan bagian dari budaya Indonesia.

“FemFest tahun ini ingin meningkatkan pemahaman bahwa feminisme bukan barang impor, melainkan perspektif dan perjuangan yang sudah lama hidup di Indonesia. Selain itu kami juga ingin mendorong masyarakat, khususnya muda-mudi, untuk turut menjadi aktivis feminis dengan pemahaman ini.”

Selain itu, FemFest tahun ini juga membawa narasi mengenai kesetaraan gender dan hak perempuan untuk lebih digalakkan.

Paham feminisme sendiri juga bukan hanya berkutat pada persoalan gender, melainkan pula juga pada pembahasannya seputar ras, kelas sosial, agama, dan interseksi lainnya antara identitas pribadi dan politik.

Mengangkat tema ‘Feminis Buatan Indonesia’, Tika mengatakan bahwa makna tema Feminist Festival 2019 diselenggarakan @jakartafeminist Instagram dan Twitter: @femfestid tahun ini datang dari pergerakan perempuan yang vokal sejak lama dan berupaya untuk terus dilanjutkan.

“Feminis Buatan Indonesia’ adalah kesempatan kami mendorong narasi bahwa kesetaraan gender dan hak perempuan sudah semenjak dulu, dan akan terus menjadi, isu Indonesia yang dibawakan oleh orang Indonesia. Indonesia punya sejarah pergerakan perempuan yang sangat kaya, yang memiliki semangat feminis meskipun tidak selalu dibingkai dengan istilah feminism,” ujar Skolastika Lupitawina.

FemFest 2019 akan menghadirkan rangkaian agenda acara berupa diskusi hingga penampilan lokakarya. Diskusi yang sekiranya akan dibagi beberapa sesi, yakni bertema perempuan dan budaya, identitas gender, interseksional, sekutu feminis, menjadi feminis di kampus, feminisme dalam politik, hingga feminisme dan hak pekerja.

Dalam diskusi, turut menghadirkan panel pembicara yang punya konsen dengan tema masing-masing diskusi, di antaranya akan hadir Andhyta F. Utami, Anis Hidayah, Anindya Restuviani, Dara Nasution, Dena Rachman, Hannah Al Rashid, Tara Basro, Maryam Lee, Ika Vantiani, Bhagavad Sambadha, Tunggal Pawestri, dan pembicara lainnya.

Jadwal lengkap FemFest 2019 dapat diakses melalui tautan: bit.ly/JadwalFemFest2019 Tiket FemFest 2019 dapat dibeli melalui tautan: bit.ly/TiketFemFest2019

Poedjiati Tan

Psikolog, aktivis perempuan dan manager sosial media www.Konde.co. Pernah menjadi representative ILGA ASIA dan ILGA World Board. Penulis buku “Mengenal Perbedaan Orientasi Seksual Remaja Putri.”

Let's share!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email