‘Anakku Diambil Saat Sakit dan Menyusu’ Cleo Shelvia Kini Berjuang Bisa Bersama Anak 

Cleo Shelvia sudah hampir 1,5 tahun dipisahkan dengan anaknya, Jojo oleh mantan suami. Jojo diambil secara diam-diam saat sedang sakit. Saat ini, Cleo Shelvia masih terus berjuang mendapatkan anaknya kembali, meski Ia mengantongi hak asuh.

Lebih dari 1 tahun 3 bulan, adalah waktu yang telah ditempuh oleh Cleo Shelvia untuk memperjuangkan hak mendapatkan anaknya kembali.

Selama waktu itu juga Shelvia berjuang dari satu lembaga ke lembaga lain untuk meminta bantuan dan kepastian hukum. Namun, hingga saat ini hasilnya nihil.

Beberapa kali nama Shelvia viral di media sosial dan media pemberitaan. Salah satu yang paling ramai adalah video keributan dengan suaminya di salah satu hotel di Batam. Di video yang yang mendapat lebih dari 34 ribu like itu, Shelvia nampak berhadapan dengan seorang lelaki yang sedang ribut dengan pengambil gambar video tersebut. Lelaki itu tak lain adalah mantan suaminya sendiri. 

Konde.co menghubungi Shelvia untuk mewawancarainya terkait kasus yang ia alami, pada Rabu (6/12/2023). Ia menyambut positif. Nada bicaranya nampak antusias namun tetap teratur dalam menjelaskan. 

Shelvia memulai kisahnya dari kronologi awal sebelum ia berpisah dengan Daniel. 

“Ada ketidakcocokan awalnya, pisah baik-baik. Waktu itu tinggal di Singapura. Terjadi ketidakcocokan di tahun 2022. Namun keadaannya masih baik-baik saja. Mantan suami sepakat untuk berpisah baik-baik,” ungkap Shelvia mengenang kisahnya.

Mereka yang awalnya berdomisili di Singapura ini, akhirnya berpisah tempat tinggal. Shelvia kembali ke Indonesia dan Daniel masih di Singapura. 

Pada saat di Indonesia, Shelvia berkonsultasi dengan konsultan hukumnya. Dari konsultasi itu, Shelvia disarankan tidak perlu kembali ke Singapura karena pada akhirnya rumah tangga mereka juga akan berakhir. Pengacaranya menyarankan, semuanya bisa diselesaikan dari Indonesia. 

Anak Diambil Paksa saat Sedang Sakit dan Menyusu

Hubungan Shelvia dengan keluarga Daniel masih baik-baik saja hingga menjelang akhir tahun 2022. Suatu hari pada September 2022, mertua Shelvia berkunjung ke rumahnya. Mereka bermain dengan Jojo, buah hati Shelvia yang diperjuangkan hingga kini dan belum diketahui pasti keberadaannya. Pada saat itu, Jojo sedang diare, dan masih menyusu.

Saat Shelvia sedang mengobrol dengan mertuanya, ia diberitahu bahwa Daniel akan datang. Pesan itu disampaikan oleh mertua perempuan. Namun, tanpa disangka-sangka kedatangan Daniel adalah untuk mengambil Jojo. 

Jojo yang pada saat itu sedang bermain, diambil oleh Daniel dan dibawa ke suatu tempat. Setelah ditanya kepada Daniel melalui mertuanya, Daniel mengatakan membawa Jojo ke mal Summarecon Bekasi.

“Saya datangi ke mal itu. Setelah saya datang, suami bilang kalo dia pindah ke Trans Studio Mal Cibubur. Akhirnya saya ke Trans Studio Mal Cibubur,” jelas Shelvia, seraya menghela napas saat menceritakan kembali peristiwa itu.

Saat itu, Shelvia harus menempuh jarak sekitar 26 km. Waktu yang harus ditempuh paling cepat 1 jam. Sepanjang perjalanan, hatinya gelisah atas keberadaan anaknya. 

Baca Juga: ‘Mrs. Chatterjee vs Norway’: Demi Hak Asuh Anak, Negara pun Ibu Lawan

Sampai di Trans Studio Mal Cibubur, Shelvia berkeliling untuk menanyakan apakah ada orang yang melihat bayinya. Hal ini karena Daniel tidak bisa dihubungi. 

Shelvia membawa foto anaknya dalam handphone dan mendatangi satu persatu tempat bermain dan lokasi di mana mungkin mereka berada. Dari mulai arena bermain hingga ke tenant-tenant di mal tersebut, dan hasilnya kosong. 

Tapi, tidak ada satupun yang mengaku melihat Jojo dan Daniel. 

“Saya tanya orang-orang disana (Trans Studio Mal Cibubur) kok nggak ada. Akhirnya saya tinggal di rumah mertua saya nungguin suami sama anak saya sampai jam 10 malam. Besoknya saya pulang ke rumah. Saya video call tapi saat video call selalu gelap-gelapan atau di toilet,” jelas Shelvia dengan nada yang semakin tinggi.

Dengan suasana hati yang semakin terguncang, Shelvia mencoba mencari sendiri keberadaan anaknya. Bersama adiknya, ia mencoba mencatat hotel-hotel yang berada di sekitar di mana kemungkinan mereka berada. Shelvia menghubungi satu persatu hotel-hotel tersebut. Namun hasilnya tetap negatif. 

Shelvia merasa khawatir luar biasa karena Jojo masih menyusu dan sedang sakit diare. Ketika dibawa, Jojo hanya memakai kaos kutang dan tidak membawa obat. 

Setelah beberapa hari berlalu, Shelvia mencoba membujuk Daniel untuk mengembalikan Jojo. Shelvia mengatakan bahwasanya Jojo ada jadwal melakukan vaksin campak. Hal ini dilakukan agar Daniel mau mengembalikan Jojo, namun hasilnya tetap nihil.

Anak Dibawa Berpindah-Pindah

Pada 11 September 2022, Shelvia mengetahui keberadaan Daniel dan Jojo yang sedang berada di Batam. Saat itu juga Shelvia terbang ke sana dan menemui Daniel di suatu hotel di Batam. Namun, yang terjadi adalah keributan yang akhirnya ramai di media sosial. 

“Aku kangen… 8 bulan sudah tapi air mata belum kering juga,” tulis Shelvia pada unggahan tersebut.

Daniel terlihat emosional dan bertindak di luar kontrol pada video itu. Gerak tubuhnya menunjukkan dia menghalangi Shelvia untuk mendekati Jojo. 

“Selama 1 minggu di Batam dia minta paspor anak saya tapi nggak saya kasih. Dia sempat bersurat ke PN Tangerang minta paspor anak saya. Padahal saya sempat tahu dia di Singapura,” Shelvia menjelaskan dengan emosi yang mulai teratur.

Keberadaan Jojo bersama Daniel sangat sulit untuk diketahui. Shelvia menduga bahwa Daniel akan membawa Jojo ke Singapura atau bahkan mungkin sudah pernah ke sana. Hal ini dirasakan saat Daniel meminta paspor Jojo. 

Shelvia sempat berkonsultasi dengan beberapa pihak, diantaranya adalah kuasa hukum hingga KPAI. Dari konsultasi itu, ia mendapati bahwa akan lebih sulit mendapatkan Jojo jika Jojo berada di Singapura. Ini dikarenakan prosesnya akan melibatkan hukum di 2 wilayah. Oleh karena itu, Shelvia tidak memberikan paspor Jojo. 

“Itu terjadi saat anak (Jojo) di dia, saya konsultasi ke berbagai pihak. Dia minta paspor anak saya tapi saya tidak kasih karena saya mau anak saya tetap di sini, karena kalau di Singapura nanti akan berada di 2 wilayah hukum dan akan semakin kompleks” lanjut Shelvia.

Baca Juga: Cerai Karena KDRT, Ibu Yang Tak Bekerja Berhakkah Atas Hak Asuh Anak?

Waktu demi waktu berlalu hingga sudah hampir setengah tahun Shelvia memperjuangkan Jojo. Berat beban yang dirasakan Shelvia hanya mampu ia ungkapkan dengan mencoba memberitahu orang-orang mengenai kasusnya. Hingga pada suatu ketika, kasusnya diangkat dalam sebuah podcast di saluran YouTube Uya Kuya. 

Di kesempatan itu, Shelvia menjelaskan ceritanya, kesedihannya dan apa saja yang telah ia perbuat untuk bertemu kembali dengan Jojo. Dari podcast itu pula, Daniel merespon. Shelvia mengungkapkan bahwa Daniel adalah tipikal lelaki yang tidak ingin nama baiknya tercoreng. Kehadiran Shelvia di podcast tersebut akhirnya memancing Daniel untuk memberikan klarifikasi di saluran yang sama. 

Beruntungnya pada kesempatan itu, Shelvia diperbolehkan bertemu Jojo. Selama 1,5 jam Daniel melakukan wawancara, selama itu pula waktu yang didapatkan Shelvia bertemu Jojo setelah sekian lama.

Shelvia sangat senang luar biasa. Ia melihat perkembangan anaknya yang terlewat olehnya. Melihat Jojo sudah bisa sedikit bicara, Jojo yang kini lebih aktif dan Jojo yang masih mengenali ibunya. 

Momen itu seperti “hari raya” yang dirayakan Shelvia seorang diri. Namun, waktu akhirnya habis. Setelah waktu itu, Jojo diambil paksa kembali. Jojo diangkat dari pelukan Shelvia dan dipisahkan dari Shelvia. 

Negara Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa

Perjuangan Shelvia telah melalui berbagai jalan. Ia sudah meminta bantuan KPAI, Kemenlu, Komnas Perempuan, Komnas HAM, KemenPPPA, Kompolnas hingga Kedubes Indonesia di Singapura. 

“Kalau dari Komnas Perempuan hanya mengeluarkan surat rekomendasi saya sebagai korban KDRT” jelas Shelvia.

Shelvia mengungkapkan kekesalannya atas tidak adanya kepastian hukum. Ia menganggap hukum di Indonesia seperti hukum rimba. Hak asuh yang harusnya dimilikinya tak kunjung ia dapatkan. Shelvia telah mendapatkan kepastian akan hak asuh anaknya oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada 8 Februari 2023. Saat tidak bisa bersama dengan anaknya, negara tidak bisa memberikan kepastian hukum.

“Perihal kasus anak ini seperti hukum rimba, kalau mobil saja diambil itu bisa dihukum, Ini anak lebih berharga dari mobil, tapi yang mengambil tidak bisa dihukum. Kita sudah minta DPR minta sahkan UU hak asuh anak hasil perceraian, tapi tidak ada hasil juga” ungkap Shelvia.

Langkah yang sudah ditempuh Shelvia ke berbagai elemen penegak hukum dan legislatif nyatanya belum juga membuahkan hasil. Selama itu pula akhirnya masalah yang seharusnya hanya seputar hak asuh anak menjadi melebar kemana-mana. 

Kedua pihak kini saling melapor atas berbagai tuduhan. Shelvia dilaporkan oleh mantan suaminya, terdapat 10 laporan Daniel yang ditujukan kepada Shelvia. Mulai dari pencemaran nama baik hingga memberikan keterangan palsu. 

Baca Juga: Klinik Hukum Perempuan: Pengasuhan Anak yang Orangtuanya Pisah, Tanggungjawab Siapa?

Daniel sendiri kini menjadi tahanan dari Kejaksaan Negeri Lampung Timur atas tindakannya memberikan keterangan palsu. Daniel memberikan keterangan bahwasanya paspor Jojo hilang saat dalam perjalanan, padahal paspor masih di tangan Shelvia, dan tidak hilang.

“Dia bilang paspor anak sudah dibawa tapi jatuh hilang di perjalanan. Dari PTUN menyatakan paspor anak harus ada KTP orang tua, ternyata KTP saya double. Satu KTP asli yang saya pegang, satu lagi KTP atas nama saya di dia (Daniel) itu palsu. Jadi saya kembali ke Indonesia Agustus, tapi di putusan PTUN itu KTP saya dipindahkan Agustus tanggal 11. Dia sudah berencana menyiapkan KTP baru saya  tanpa sepengetahuan saya” ungkap Shelvia.

Dari pernyataan di atas, Daniel nampak sudah merencanakan untuk memisahkan Jojo dari ibunya. Daniel telah merencanakan membuat KTP Shelvia yang nantinya akan digunakan untuk membuat paspor baru Jojo. Hal ini karena paspor anak harus menyertakan KTP kedua orang tua sebagai prasyarat. Dari paspor baru inilah Jojo kemungkinan akan dibawa ke luar negeri.

Dalam podcast Uya Kuya TV, mantan suami Cleo Shelvia, Daniel Marshall, sempat angkat bicara. Pihaknya mengatakan, tidak membawa kabur anaknya. Daniel bilang, dia dan Shelvia menikah dan tinggal di Singapura. Jojo pun lahir di Singapura.

“Konteksnya yang bawa kabur bukan gue, tapi dia kabur ke rumah mertua (Bekasi). Trus gue bawa pulang,” ujar Daniel di podcast yang tayang 7 bulan lalu itu. 

Ditanya alasan kenapa Daniel membawa secara diam-diam Jojo dari rumah mertuanya di Bekasi, dia menjawab, jika izin pasti tidak akan diizinkan. Makanya, dia membawanya tanpa sepengetahuan Shelvi. 

Keterangan Kuasa Hukum Shelvia

Shelvia dalam menghadapi persoalan ini dibantu oleh beberapa kuasa hukum. 

Konde.co menghubungi Putri Maya Rumanti, S.H., M.H. (13/12/2023) salah satu kuasa hukum Shelvia untuk permasalahan paspor Jojo. Putri merasa kecewa terhadap putusan yang dijatuhkan kepada Daniel. Daniel hanya dihukum 6 bulan tahanan kota dari tuntutan jaksa yang harusnya 2 tahun 6 bulan penjara. Keputusan ini termaktub dalam nomor perkara 273/Pid.B/2023/PN Sdn.

“Itu kan pakai pasal 263 KUHP. Dalam tuntutan jaksa 2 tahun 6 bulan tapi hari rabu minggu lalu diputus hanaya 6 bulan, jauh dari prediksi kami” jelas Putri.

Putri juga menambahkan keterangan perihal kasus keterangan palsu ini. Pada awalnya Shelvia dan Daniel sepakat berbagi hak asuh setiap bulan. Namun pada kenyataannya pihak Daniel tidak melaksanakan kesepakatan tersebut. 

Selain berbagi hak asuh, Daniel dan Shelvia juga sepakat apabila Shelvia memberikan paspor Jojo kepada Daniel, maka Daniel akan menyerahkan Jojo kepada Shelvia. Namun itu tidak terjadi. 

Dalam kasus ini, seolah-olah malah Shelvia yang bersalah.

Lebih lanjut, Putri mengungkapkan kekecewaannya atas putusan pengadilan yang dirasa terlalu ringan dan jauh dari keadilan.

“Kami kuasa hukumnya sudah komplain, sangat luar biasa memutus 6 bulan saja. Hanya tahanan kota. Untuk apa ada peradilan? yang bersalah bisa dikorting, artinya semua orang nanti bisa melakukan kejahatan” tegas Putri.

Baca Juga: 7 Tahun Terpisah dari Anak Meski Menang Hak Asuh: Cerita Tsania Marwa Tuntut Keadilan

Putusan perceraian Shelvia yang sudah diputus oleh Pengadilan Negeri pun kini terkatung-katung di Mahkamah Agung. Daniel selaku pihak tergugat melakukan banding hingga ke pusat (Mahkamah Agung) demi tidak berpisah dengan Shelvia meskipun mereka sudah tidak bisa mempertahankan rumah tangga.

“Kita sudah membuka ruang untuk damai. Saat ini banding putusan cerai masih di MA. Di putusan awal tingkat pertama (PN), Shelvia sudah menang hak asuh, lalu Daniel banding hingga MA” jelas Putri.

Kasus yang sudah berjalan lebih dari setahun ini nampaknya belum akan selesai dalam waktu singkat. Putri yang menjadi salah satu kuasa hukum menerangkan keprihatinannya atas Shelvia yang harus berlarut-larut menghadapi permasalahan hukum. Ia menjelaskan sebagai sesama perempuan, hatinya tergerak untuk memberi bantuan hukum.

“Saya tahu rasanya bagaimana seorang ibu dijauhkan dari anak. Kami sangat mengecam ayah yang tega memisahkan anak dari ibunya. Begitu juga orang tua Daniel yang mendukung tindakan anaknya. Kami dengan rela membantu bu Shelvia. Pengaduan kasus seperti ini sangat banyak masuk ke kami. Sebenarnya anak itu milik negara, karena masih di bawah umur. Artinya pemerintah tidak boleh membiarkan. Pak Hotman Paris Hutapea selaku tim yang membantu Shelvia juga menyatakan kalau UU perlindungan anak tidak direvisi, ini sangat merugikan. Harus berimbang mana yang menjadi kepentingan anak. Terkecuali si ibu tidak dalam kondisi yang baik. Beda dengan kondisi Shelvia” terang Putri.

Baca Juga: 19 Tahun UU Penghapusan KDRT, Perempuan Masih Marak Jadi Korban

Hingga kini, Shelvia masih menantikan kepastian hukum yang bisa ia dapatkan. Keberadaan Jojo hingga kini belum diketahui meskipun Daniel telah ditahan. Shelvia sudah hampir kehabisan cara untuk meminta bantuan dari pihak yang harusnya memiliki otoritas. 

Hingga pada akhir tahun 2023 ini, Shelvia terus memosting perjuangan yang ia lakukan via media sosial.  Walaupun begitu, penegak hukum nampaknya masih tidak berdaya melakukan sesuatu.

Shelvia adalah satu dari sekian banyak perempuan yang menjadi korban atas ketidakpastian hak asuh anak hasil perceraian. Beberapa waktu lalu Konde.co juga sempat menulis kisah Tsania Marwa yang juga memperjuangkan hak asuh atas anaknya yang dibawa pergi oleh mantan suami. 

Shelvia mengaku banyak perempuan di belakangnya yang bernasib sama namun tidak tahu juga harus berbuat apa. Negara yang harusnya memberi kepastian hukum, ternyata hanya sebatas melihat dan mendengar saja keluhan dari para ibu yang terpaksa dipisahkan dengan anak-anaknya.

(Sumber Gambar: Tangkapan Layar Youtube Uya Kuya TV)

Ika Ariyani

Kontributor Konde.co
Republikasi artikel ini, klik tombol di bawah

Creative Commons License

1. Silakan lakukan republikasi namun tidak boleh mengedit artikel ini, cantumkan nama penulis, dan sebut bahwa artikel ini sumbernya dari konde.co, tautkan URL dari artikel asli di kata “konde.co”. Anda bebas menerbitkan ulang artikel ini baik online maupun cetak di bawah lisensi Creative Commons.

2. Artikel kami juga tidak boleh dijual secara terpisah atau menyebarkannya ke pihak lain demi mendapatkan keuntungan material.

Let's share!