Hak Jawab Untuk Artikel ‘Anakku Diambil Saat Sakit dan Menyusu’ Cleo Shelvia Kini Berjuang Bisa Bersama Anak 

Dear Pembaca, usai mempublikasikan peliputan soal Cleo Shelvia yang berjudul ‘Anakku Diambil Saat Sakit dan Menyusu’ Cleo Shelvia Kini Berjuang Bisa Bersama Anak’ pada 25 Januari 2024, Konde.co dihubungi oleh Daniel marshall, mantan suami Cleo Shelvia yang menulis soal keberatan pada artikel tersebut. Kami memuat hak jawabnya dalam artikel ini.

Paska menayangkan artikel ‘Anakku Diambil Saat Sakit dan Menyusu’ Cleo Shelvia Kini Berjuang Bisa Bersama Anak’ tertanggal 25 Januari 2024, Daniel Marshall, suami Cleo  menghubungi Konde.co dan menyampaikan permintaan penjelasan dari tulisan. Daniel mengirimkan surat ke Konde.co pada 20 Februari 2024. 

Daniel mempertanyakan bahwa ada lebih dari 20 paragraf yang Konde.co tulis membahas cerita yang disampaikan pihak Shelvia dan dilengkapi pula cerita pengacaranya, sedari awal mereka berpura-pura tidak paham atas urutan peristiwanya, dan minim menuliskan kisah dari sisi Daniel Marshall.

Dalam emailnya, Daniel juga memberikan sanggahan atas beberapa poin pernyataan yang disampaikan oleh Shelvia dan pengacaranya yang dituliskan dalam laporan itu. Dia mempertanyakan Konde.co yang dinilainya kurang berimbang dalam menyajikan pemberitaan, berat sebelah pada Cleo Shelvia. Daniel kemudian juga melampirkan surat hak jawab dan meminta Konde.co memuatnya. 

Konde.co sebagai media yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers Pasal 5 ayat (2) tentang kewajiban Pers, menuliskan hak jawab tersebut. Berikut hak jawab berikut kronologinya

Kronologinya adalah sebagai berikut: 
1.Konde.co telah mempublikasikan tulisan: ‘Anakku Diambil Saat Sakit dan Menyusu’ Cleo Shelvia Kini Berjuang Bisa Bersama Anak’ pada 25 Januari 2024  

Tulisan ini berisi cerita seorang perempuan bernama Cleo Shelvia yang mengaku sudah hampir 1,5 tahun dipisahkan dengan anaknya, yang Ia panggil Jojo, oleh mantan suaminya bernama Daniel Marshall. Pada saat itu, Shelvia bilang Ia masih terus berjuang mendapatkan anaknya kembali, karena hak asuh anak ada di tangannya.  

Penulisan artikel ini bermula saat kami pertama kali mendapatkan pesan tertulis via DM Instagram permohonan wawancara untuk diangkat sebagai pemberitaan dari pihak Cleo Shelvia menyoal anaknya yang saat itu terpisah darinya (sesuai yang tertulis dalam laporan) pada 22 November 2023. 

Pada 6 Desember 2023 kami kemudian mengontak dan mewawancarai Cleo Shelvia, serta mengontak pengacara Cleo Shelvia, Putri Maya Rumanti, pada 13 Desember 2023. 

Saat itu, kami sudah berupaya mencari kontak Daniel Marshall melalui sosial media yang bisa dihubungi, namun belum mendapatkannya. Kami akhirnya menuliskan pernyataan dan klarifikasi dari Daniel Marshall mengutip dari podcast Uya Kuya TV, yang saat itu kami ketahui juga sudah banyak dikutip dalam pemberitaan berbagai media. 

2.Pada Selasa, 20 Februari 2024, Daniel Marshall kemudian menghubungi Konde.co dan menyampaikan permintaan penjelasan dari tulisan yang sudah kami tayangkan. 

Menurutnya, ada lebih dari 20 paragraf yang kami tulis membahas cerita yang disampaikan pihak Shelvia dilengkapi pula dengan cerita pengacaranya, yang menurutnya sedari awal berpura-pura tidak paham atas urutan peristiwanya. 

Di samping itu, Daniel Marshall juga mempertanyakan keberimbangan kutipan penjelasan dari pihaknya yang kami tulis dari podcast Uya Kuya TV berjudul “Giliran Suami Shelvia Muncul, “Shelvia yang Bawa Kabur anak Saya Duluan!!”. Berikut isi tulisan yang memuat kutipan pernyataan Daniel Marshall tersebut:

Dalam podcast Uya Kuya TV, mantan suami Cleo Shelvia, Daniel Marshall, sempat angkat bicara. Pihaknya mengatakan, tidak membawa kabur anaknya. Daniel bilang, dia dan Shelvia menikah dan tinggal di Singapura. Jojo pun lahir di Singapura.

“Konteksnya yang bawa kabur bukan gue, tapi dia kabur ke rumah mertua (Bekasi). Trus gue bawa pulang,” ujar Daniel di podcast yang tayang 7 bulan lalu itu.

Ditanya alasan kenapa Daniel membawa secara diam-diam Jojo dari rumah mertuanya di Bekasi, dia menjawab, jika izin pasti tidak akan diizinkan. Makanya, dia membawanya tanpa sepengetahuan Shelvi.  

Daniel lalu menanyakan kepada Konde.co, darimana kutipan tersebut memberi keterangan berimbang mengenai klaim bahwa: 

  • Anak saya sedang diare dan masih menyusu?
  • Anak saya “diambil” sama saya? jadi saat dia bawa anak itu ke indonesia dan ga balik karena suruhan pengacara bukan “ambil”?
  • Shelvia menduga Daniel akan membawa “jojo” (siapa pula ini?) ke Singapura, apa anda sudah melakukan riset terlebih dahulu bahwa memang dibawa ke Singapura itu kesepakatan notaris? https://mediaindonesia.com/nusantara/560665/daniel-bantah-keterangan-mantan-istri-terkait-pengambilan-paksa-anak
  • Oleh karena itu Shelvia tidak memberikan paspor jojo? dimana faktanya bahwa di akta notaris itu disepakati dia harus menyerahkan passport tersebut?
  • “Daniel memberikan keterangan bahwasanya paspor Jojo hilang saat dalam perjalanan, padahal paspor masih di tangan Shelvia, dan tidak hilang.” Dimana fakta bahwa dia lah yang membohongi saya dengan sadar dan sengaja menyatakan sudah mengirimkan paspor, dimana hakim kemudian mengutip dialah yang mengakibatkan seluruh peristiwa ini bisa terjadi?
3. Pada hari yang sama, Selasa (20/2/2024) Konde.co memberikan respons kepada Daniel Marshall soal permohonan penjelasan yang diajukan. 

Kami menjelaskan soal proses wawancara Shelvia dan pengacaranya yang dilakukan secara sukarela dan penuh kesadaran oleh pihak bersangkutan. Di sini perlu kami sampaikan, kami sebagai media alternatif yang menyuarakan isu perempuan dan marginal secara interseksional, bersikap independen dan menerapkan perspektif gender dalam pemberitaan. Dalam proses jurnalisme, kami menampilkan nama dan memuat cerita sesuai dengan consent narasumber yang kami wawancarai. 

Menyoal keterbatasan kami saat itu karena tidak berhasil menemukan kontak dan menghubungi Daniel secara langsung sehingga akhirnya mengutip pernyataan klarifikasinya yang tayang di Podcast Uya Kuya TV (dengan menyebutkan sumber).

Sebagaimana telah kami sampaikan juga pada balasan email kepada Daniel Marshall bahwa kami mempersilakannya untuk memberi keterangan dari sudut pandangnya atas tulisan  Konde.co berjudul ‘Anakku Diambil Saat Sakit dan Menyusu’ Cleo Shelvia Kini Berjuang Bisa Bersama Anak’ dalam bentuk hak jawab sesuai dengan pedoman Dewan Pers. Sesuai aturan Dewan Pers, kami mengunggah hak awab yang dikirimkan Daniel Marshall dengan berasaskan keadilan, kepentingan umum, proporsionalitas dan profesionalitas. 

4. Daniel melampirkan surat Hak Jawab untuk dimuat Konde.co. Berikut isi dari Surat Hak Jawab Daniel Marshall yang dikirimkan kepada Konde.co tertanggal 21 Februari 2024: 

Ada beberapa poin dalam artikel sebelumnya yang jujurnya tidak berimbang, meskipun sebenarnya sudah dijelaskan secara detail dalam siaran Uya Kuya, namun saya menyayangkan Tim Konde.co hanya mengutip beberapa kalimat saja, dan selebihnya menelan bulat-bulat cerita sepihak yang dikemukan oleh Shelvia.

Pada faktanya seperti yang telah saya jelaskan juga di Uya Kuya maupun akun Instagram saya di @iammarshall21, Shelvia menerangkan pengacaranya lah yang melarang Shelvia untuk mempertemukan anak tersebut dengan saya kembali. Apapun alasannya, hal ini sungguh tidak etis, karena pengacara yang dewasa seharusnya mencoba membantu masalah klien-nya secara kekeluargaan apabila klien nya sedang mengalami permasalahan keluarga, bukan malah memicu peperangan. Saya kurang paham apa karena pengacaranya melihat Shelvia dari keluarga berada sehingga memiliki “prospek” sebagai klien jangka panjang sehingga menyarankan demikian, atau bahkan ada tujuan lain. 

(Daniel Marshall kemudian melanjutkan, dengan menyoroti 3 poin tanggapannya terkait tulisan Konde.co yang didapatkan dari hasil wawancara dengan Cleo Shelvia pada 6 Desember 2023 dan pengacaranya pada Putri Maya Rumanti pada 13 Desember 2023. Dalam Hak Jawabnya dia menerangkan dari sudut pandangnya soal kasus yang dituliskan Konde.co)

Poin Pertama Soal sub-judul Anak Diambil Paksa saat Sedang Sakit dan Menyusu pada tulisan Konde.co berjudul ‘Anakku Diambil Saat Sakit dan Menyusu’ Cleo Shelvia Kini Berjuang Bisa Bersama Anak’. Berikut tanggapan Daniel Marshall:

Kembali lagi pada faktanya, narasi Shelvia yang kerap menyuarakan bahwa anak “diambil paksa” tidak lah sesuai dengan fakta bahwa ada kesepakatan notaris yang kami berdua buat di Batam dengan nomor akta 1068 di Notaris Devi Ananji dimana salah satu poinnya adalah kesepakatan untuk berbagi hak rawat dimulai dari saya, hal yang mana dilanggar oleh Shelvia sendiri dan kemudian oleh pengacaranya dinyatakan bahwa Shelvia tidak mau mengakui akta tersebut dengan alasan tidak memperjuangkan hak anak. Hal yang aneh karena mayoritas poin dalam akta tersebut justru dimasukan oleh pengacaranya sendiri, dan notaris tersebut juga ditunjuk oleh dirinya sendiri, sehingga apabila itu tidak memperjuangkan anak, Hal tersebut justru berasal dari pihak nya sendiri. Hal ini senada dengan niatnya sewaktu di batam untuk menaruh anak tersebut di Shelter, hal yang saya tentang keras.

Anehnya poin “menyusui” ini pun kerap disuarakan tapi dengan meninggalkan konteks bahwa anak saya ada alergi yang bisa menimbulkan eczema, dimana apabila dia tidak menjaga konsumsi makanan untuk menghindari makanan yang mengandung alergen Ezekiel, penyakit tersebut akan timbul dan membuat Ezekiel gatal dan menggaruk tubuhnya sampai kadang berdarah. Berkali-kali sudah saya ingatkan untuk menjaga konsumsi nya, dan berkali-kali kami harus membawa anak ke dokter karena hal tersebut, tapi hal itu sepertinya tidak masalah buat dia.

Inilah tulisan Konde.co berdasarkan wawancara dengan Cleo Shelvia pada 6 Desember 2023, yang ditanggapi oleh Daniel Marshall dari sudut pandangnya:

Hubungan Shelvia dengan keluarga Daniel masih baik-baik saja hingga menjelang akhir tahun 2022. Suatu hari pada September 2022, mertua Shelvia berkunjung ke rumahnya. Mereka bermain dengan Jojo, buah hati Shelvia yang diperjuangkan hingga kini dan belum diketahui pasti keberadaannya. Pada saat itu, Jojo sedang diare, dan masih menyusu.

Saat Shelvia sedang mengobrol dengan mertuanya, ia diberitahu bahwa Daniel akan datang. Pesan itu disampaikan oleh mertua perempuan. Namun, tanpa disangka-sangka kedatangan Daniel adalah untuk mengambil Jojo. 

Jojo yang pada saat itu sedang bermain, diambil oleh Daniel dan dibawa ke suatu tempat. Setelah ditanya kepada Daniel melalui mertuanya, Daniel mengatakan membawa Jojo ke mal Summarecon Bekasi.

“Saya datangi ke mal itu. Setelah saya datang, suami bilang kalo dia pindah ke Trans Studio Mal Cibubur. Akhirnya saya ke Trans Studio Mal Cibubur,” jelas Shelvia, seraya menghela napas saat menceritakan kembali peristiwa itu.

Saat itu, Shelvia harus menempuh jarak sekitar 26 km. Waktu yang harus ditempuh paling cepat 1 jam. Sepanjang perjalanan, hatinya gelisah atas keberadaan anaknya. 

Sampai di Trans Studio Mal Cibubur, Shelvia berkeliling untuk menanyakan apakah ada orang yang melihat bayinya. Hal ini karena Daniel tidak bisa dihubungi. 

Shelvia membawa foto anaknya dalam handphone dan mendatangi satu persatu tempat bermain dan lokasi di mana mungkin mereka berada. Dari mulai arena bermain hingga ke tenant-tenant di mal tersebut, dan hasilnya kosong. 

Tapi, tidak ada satupun yang mengaku melihat Jojo dan Daniel. 

“Saya tanya orang-orang disana (Trans Studio Mal Cibubur) kok nggak ada. Akhirnya saya tinggal di rumah mertua saya nungguin suami sama anak saya sampai jam 10 malam. Besoknya saya pulang ke rumah. Saya video call tapi saat video call selalu gelap-gelapan atau di toilet,” jelas Shelvia dengan nada yang semakin tinggi.

Dengan suasana hati yang semakin terguncang, Shelvia mencoba mencari sendiri keberadaan anaknya. Bersama adiknya, ia mencoba mencatat hotel-hotel yang berada di sekitar di mana kemungkinan mereka berada. Shelvia menghubungi satu persatu hotel-hotel tersebut. Namun hasilnya tetap negatif. 

Shelvia merasa khawatir luar biasa karena Jojo masih menyusu dan sedang sakit diare. Ketika dibawa, Jojo hanya memakai kaos kutang dan tidak membawa obat. 

Setelah beberapa hari berlalu, Shelvia mencoba membujuk Daniel untuk mengembalikan Jojo. Shelvia mengatakan bahwasanya Jojo ada jadwal melakukan vaksin campak. Hal ini dilakukan agar Daniel mau mengembalikan Jojo, namun hasilnya tetap nihil. 

Poin Kedua Soal sub-judul Anak Dibawa Berpindah-Pindah pada tulisan Konde.co berjudul ‘Anakku Diambil Saat Sakit dan Menyusu’ Cleo Shelvia Kini Berjuang Bisa Bersama Anak’. Berikut tanggapan Daniel Marshall:

Lagi-lagi narasi ini juga tidak sesuai dengan fakta karena dalam akta notaris tersebut sudah dijelaskan bahwa saya akan membawa anak saya ke Singapura ke tempat tinggal kami selama ini. Akan tetapi beliau tidak pernah mencoba mengatur pertemuan dengan anak saya di alamat tersebut. Yang ada beliau datang ke alamat tersebut tanpa ada pemberitahuan sebelumnya dengan membawa keluarga nya menggunakan jilbab dan masker seolah-olah menyembunyikan identitas mereka dari CCTV. Mereka bahkan tidak mengetuk pintu unit dan langsung berbalik ke lift saat melihat CCTV.

Hal yang aneh karena setahu saya keluarganya tidak ada yang beragama muslim, dan tidak pernah menggunakan jilbab dalam kehidupan sehari-hari. Pertemuan di Uya pun terjadi setelah kami berdua menyepakati teknis pertemuan di hari tersebut. Namun lagi-lagi dilanggar oleh Shelvia, padahal berkali-kali pihak kami meminta pengacaranya untuk mengajarkan kliennya agar memahami apa itu sebuah kesepakatan, namun hal tersebut diabaikannya. Hingga saat ini belum ada lagi komunikasi dari pengacaranya kepada pengacara saya terkait hal tersebut, mungkin karena mereka sadar tidak mudah untuk mengajarkan kepada kliennya untuk memahami arti “kesepakatan” layaknya orang dewasa.

Inilah tulisan Konde.co berdasarkan wawancara dengan Cleo Shelvia pada 6 Desember 2023, yang ditanggapi oleh Daniel Marshall dari sudut pandangnya:

Pada 11 September 2022, Shelvia mengetahui keberadaan Daniel dan Jojo yang sedang berada di Batam. Saat itu juga Shelvia terbang ke sana dan menemui Daniel di suatu hotel di Batam. Namun, yang terjadi adalah keributan yang akhirnya ramai di media sosial. 

“Aku kangen… 8 bulan sudah tapi air mata belum kering juga,” tulis Shelvia pada unggahan tersebut.

Daniel terlihat emosional dan bertindak di luar kontrol pada video itu. Gerak tubuhnya menunjukkan dia menghalangi Shelvia untuk mendekati Jojo. 

“Selama 1 minggu di Batam dia minta paspor anak saya tapi nggak saya kasih. Dia sempat bersurat ke PN Tangerang minta paspor anak saya. Padahal saya sempat tahu dia di Singapura,” Shelvia menjelaskan dengan emosi yang mulai teratur.

Keberadaan Jojo bersama Daniel sangat sulit untuk diketahui. Shelvia menduga bahwa Daniel akan membawa Jojo ke Singapura atau bahkan mungkin sudah pernah ke sana. Hal ini dirasakan saat Daniel meminta paspor Jojo. 

Shelvia sempat berkonsultasi dengan beberapa pihak, diantaranya adalah kuasa hukum hingga KPAI. Dari konsultasi itu, ia mendapati bahwa akan lebih sulit mendapatkan Jojo jika Jojo berada di Singapura. Ini dikarenakan prosesnya akan melibatkan hukum di 2 wilayah. Oleh karena itu, Shelvia tidak memberikan paspor Jojo. 

“Itu terjadi saat anak (Jojo) di dia, saya konsultasi ke berbagai pihak. Dia minta paspor anak saya tapi saya tidak kasih karena saya mau anak saya tetap di sini, karena kalau di Singapura nanti akan berada di 2 wilayah hukum dan akan semakin kompleks” lanjut Shelvia.

Waktu demi waktu berlalu hingga sudah hampir setengah tahun Shelvia memperjuangkan Jojo. Berat beban yang dirasakan Shelvia hanya mampu ia ungkapkan dengan mencoba memberitahu orang-orang mengenai kasusnya. Hingga pada suatu ketika, kasusnya diangkat dalam sebuah podcast di saluran YouTube Uya Kuya. 

Di kesempatan itu, Shelvia menjelaskan ceritanya, kesedihannya dan apa saja yang telah ia perbuat untuk bertemu kembali dengan Jojo. Dari podcast itu pula, Daniel merespon. Shelvia mengungkapkan bahwa Daniel adalah tipikal lelaki yang tidak ingin nama baiknya tercoreng. Kehadiran Shelvia di podcast tersebut akhirnya memancing Daniel untuk memberikan klarifikasi di saluran yang sama. 

Beruntungnya pada kesempatan itu, Shelvia diperbolehkan bertemu Jojo. Selama 1,5 jam Daniel melakukan wawancara, selama itu pula waktu yang didapatkan Shelvia bertemu Jojo setelah sekian lama.

Shelvia sangat senang luar biasa. Ia melihat perkembangan anaknya yang terlewat olehnya. Melihat Jojo sudah bisa sedikit bicara, Jojo yang kini lebih aktif dan Jojo yang masih mengenali ibunya. 

Momen itu seperti “hari raya” yang dirayakan Shelvia seorang diri. Namun, waktu akhirnya habis. Setelah waktu itu, Jojo diambil paksa kembali. Jojo diangkat dari pelukan Shelvia dan dipisahkan dari Shelvia.

Poin Ketiga Soal sub-judul Negara Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa pada tulisan Konde.co berjudul ‘Anakku Diambil Saat Sakit dan Menyusu’ Cleo Shelvia Kini Berjuang Bisa Bersama Anak’. Berikut tanggapan Daniel Marshall:

Tagline ini juga terlalu berlebihan, dan lagi-lagi menjelaskan kurangnya riset dalam pembuatan artikel ini sendiri, dan pentingnya untuk mendapatkan informasi yang berimbang.

Pada faktanya, hingga saat ini (20 Februari 2024) belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap mengenai hak asuh, dan perlu diketahui dalam setiap laporan pidana Shelvia kepada saya, untuk itu bisa berlanjut, maka perlu adanya kesaksian palsu dalam narasi ceritanya, Laporan-laporan saya pada umumnya adalah justru melaporkan dugaan kesaksian palsu tersebut dengan harapan dirinya mengetahui ada konsekuensi dari pemberian kesaksian palsu.

Dalam kasus KDRT di Batam dimana dia membuat kesaksian bahwa dia memiliki visum pada tanggal 13 September 2022 (sehari sebelum dia membuat laporan polisi itu sendiri), padahal visum tersebut tertanggal 28 oktober 2022 atau 1,5 bulan dari “pemeriksaan” yang dilakukan. Hal yang patut diduga bahwa visum tersebut direkayasa, karena secara logika tidak mungkin seorang dokter mengingat hasil pemeriksaan yang dia lakukan 1,5 bulan sebelumnya, apalagi visum.

Begitu juga laporan yang sedang saya hadapi di Lampung, dimana dibuat narasi seolah-olah pada saat saya membuat surat tanda laporan kehilangan paspor anak saya, posisi kami sudah cerai dan dia sudah memiliki hak asuh, yang pada faktanya gugatan cerainya pun belum ada pada saat itu. Dalam vonis nya sendiri, hakim menyatakan kebohongan Shelvia bahwa dirinya telah mengirimkan paspor anak ke saya lah yang menggiring saya berasumsi bahwa paspor tersebut hilang, dan karena penggunaan asumsi tersebut yang kemudian tidak benar lah saya dianggap “memalsu surat”. 

Hal yang kemudian saya keberatan, karena tidak ada masyarakat yang membuat surat tanda lapor kehilangan tidak dengan menggunakan asumsi, karena sebuah kehilangan itu tidak bisa dibuktikan, apabila kehilangan tersebut bisa dibuktikan, maka benda tersebut tidak jadi hilang. Terlebih lagi, apabila penggunaan asumsi hilang dalam membuat surat tanda lapor kehilangan adalah pidana, bukan kah ini jadi membuat polisi yang menerbitkan surat tersebut turut memfasilitasi masyarakat untuk melakukan tindak pidana? Hal ini sangat tidak logis buat saya.

Jadi sebenarnya bukan “Negara tidak bisa berbuat apa-apa”, akan tetapi sulit untuk negara menindak kasus yang terlalu dipaksakan, dan tidak seharusnya juga aparat melakukan hal tersebut.

Inilah tulisan Konde.co berdasarkan wawancara dengan Cleo Shelvia pada 6 Desember 2023, yang ditanggapi oleh Daniel Marshall dari sudut pandangnya:

Perjuangan Shelvia telah melalui berbagai jalan. Ia sudah meminta bantuan KPAI, Kemenlu, Komnas Perempuan, Komnas HAM, KemenPPPA, Kompolnas hingga Kedubes Indonesia di Singapura. 

“Kalau dari Komnas Perempuan hanya mengeluarkan surat rekomendasi saya sebagai korban KDRT” jelas Shelvia.

Shelvia mengungkapkan kekesalannya atas tidak adanya kepastian hukum. Ia menganggap hukum di Indonesia seperti hukum rimba. Hak asuh yang harusnya dimilikinya tak kunjung ia dapatkan. Shelvia telah mendapatkan kepastian akan hak asuh anaknya oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada 8 Februari 2023. Saat tidak bisa bersama dengan anaknya, negara tidak bisa memberikan kepastian hukum.

“Perihal kasus anak ini seperti hukum rimba, kalau mobil saja diambil itu bisa dihukum, Ini anak lebih berharga dari mobil, tapi yang mengambil tidak bisa dihukum. Kita sudah minta DPR minta sahkan UU hak asuh anak hasil perceraian, tapi tidak ada hasil juga” ungkap Shelvia.

Langkah yang sudah ditempuh Shelvia ke berbagai elemen penegak hukum dan legislatif nyatanya belum juga membuahkan hasil. Selama itu pula akhirnya masalah yang seharusnya hanya seputar hak asuh anak menjadi melebar kemana-mana. 

Kedua pihak kini saling melapor atas berbagai tuduhan. Shelvia dilaporkan oleh mantan suaminya, terdapat 10 laporan Daniel yang ditujukan kepada Shelvia. Mulai dari pencemaran nama baik hingga memberikan keterangan palsu. 

Daniel sendiri kini menjadi tahanan dari Kejaksaan Negeri Lampung Timur atas tindakannya memberikan keterangan palsu. Daniel memberikan keterangan bahwasanya paspor Jojo hilang saat dalam perjalanan, padahal paspor masih di tangan Shelvia, dan tidak hilang.

“Dia bilang paspor anak sudah dibawa tapi jatuh hilang di perjalanan. Dari PTUN menyatakan paspor anak harus ada KTP orang tua, ternyata KTP saya double. Satu KTP asli yang saya pegang, satu lagi KTP atas nama saya di dia (Daniel) itu palsu. Jadi saya kembali ke Indonesia Agustus, tapi di putusan PTUN itu KTP saya dipindahkan Agustus tanggal 11. Dia sudah berencana menyiapkan KTP baru saya  tanpa sepengetahuan saya” ungkap Shelvia.

Dari pernyataan di atas, Daniel nampak sudah merencanakan untuk memisahkan Jojo dari ibunya. Daniel telah merencanakan membuat KTP Shelvia yang nantinya akan digunakan untuk membuat paspor baru Jojo. Hal ini karena paspor anak harus menyertakan KTP kedua orang tua sebagai prasyarat. Dari paspor baru inilah Jojo kemungkinan akan dibawa ke luar negeri.

Dalam podcast Uya Kuya TV, mantan suami Cleo Shelvia, Daniel Marshall, sempat angkat bicara. Pihaknya mengatakan, tidak membawa kabur anaknya. Daniel bilang, dia dan Shelvia menikah dan tinggal di Singapura. Jojo pun lahir di Singapura.

“Konteksnya yang bawa kabur bukan gue, tapi dia kabur ke rumah mertua (Bekasi). Trus gue bawa pulang,” ujar Daniel di podcast yang tayang 7 bulan lalu itu. 

Ditanya alasan kenapa Daniel membawa secara diam-diam Jojo dari rumah mertuanya di Bekasi, dia menjawab, jika izin pasti tidak akan diizinkan. Makanya, dia membawanya tanpa sepengetahuan Shelvi.

Demikian penjelasan dari kami dan unggahan surat Hak Jawab yang diajukan oleh Daniel Marshall atas artikel berjudul ‘Anakku Diambil Saat Sakit dan Menyusu’ Cleo Shelvia Kini Berjuang Bisa Bersama Anak’.

Tertanda,

Redaksi Konde.co

Tim Konde.co

Konde.co lahir pada 8 Maret 2016 untuk mengelola ruang publik dari sudut pandang perempuan dan minoritas sebagai bagian dari kesadaran dan daya kritis, menghadirkan penerbitan artikel di website, produksi video/ film, dan informasi/ pengetahuan publik.Kini dikelola oleh individu-individu yang mempunyai kesamaan dalam memandang perempuan dan minoritas.
Republikasi artikel ini, klik tombol di bawah

Creative Commons License

1. Silakan lakukan republikasi namun tidak boleh mengedit artikel ini, cantumkan nama penulis, dan sebut bahwa artikel ini sumbernya dari konde.co, tautkan URL dari artikel asli di kata “konde.co”. Anda bebas menerbitkan ulang artikel ini baik online maupun cetak di bawah lisensi Creative Commons.

2. Artikel kami juga tidak boleh dijual secara terpisah atau menyebarkannya ke pihak lain demi mendapatkan keuntungan material.

Let's share!