Makan 12 Anggur di Bawah Meja: Ini Cerita Para Perempuan ‘Seru-seruan’ untuk Keberuntungan

‘Makan 12 anggur di bawah meja’ jadi cara merayakan malam tahun baru yang oleh sebagian orang seru-seruan dilakukan. Konon, tradisi dari Spanyol ini bisa memberikan keberuntungan sepanjang tahun ini. Begini, cerita para perempuan muda yang sempat ikutan tren yang ramai di media sosial dengan hashtag #Makan12Anggur itu.

Liburan natal dan tahun baru ini, Nakku Cinta (16), berpelesir ke Bali bersama keluarga. Memisahkan diri dari rombongan, dia sempat berkunjung ke rumah temannya di malam perayaan tahun baru. 

Di tengah perayaan malam tahun baru bersama keluarga temannya, mereka pun tercetus untuk merealisasikan ‘Makan 12 Anggur di Bawah Meja’ yang ramai mereka tonton di media sosial Tiktok. Iseng dan seru-seruan aja mencoba, selain juga ada FOMO (Fear of Missing Out) karena memang sedang ramai.

Usai mempelajari tata caranya, mereka pun mengeluarkan anggur hijau yang sudah disiapkan. Tepat jam 12 malam berdentang dan kembang api bertubi-tubi memancarkan kerlipnya ke langit, mereka memulainya. Makan 12 anggur dalam semenit, disertai merapalkan harapan di tiap anggur yang dikunyah dan ditelan. 

Sebagaimana remaja seusianya, Nakku bilang, harapan keberuntungan yang dia panjatkan, salah satunya soal masalah percintaan. Di samping, harapan juga semoga tahun ini beruntung dalam hal pendidikan, keluarga, dan organisasinya. 

“Aku sama temenku ini emang kayak, ya namanya juga Gen Z kan, kadang suka nyari pacar, nyari cowok gitu kan. Kita nyoba kayak siapa tau berhasil juga gitu kan. Terus akhirnya yaudahlah kita mau nyoba aja,” kata Nakku kepada Konde.co, Kamis (9/1/2025).

Baca Juga: Natal Bukan Hanya Cerita Tentang Yesus, Tapi Juga Tentang Maria Yang Feminis

Kaitannya dengan cinta, 12 anggur hijau yang dimakan itu konon bermakna green flag. Artinya, cinta atau pasangan yang diharapkan nantinya tidak toksik. 

Meski keberuntungan yang nantinya bisa benar datang dia amini, tapi Nakku tak terlalu ambil pusing. Perayaan tahun baru dengan ‘Makan 12 Anggur di Bawah Meja’ ini hanya sebagai caranya menikmati quality time dan keseruan tren medsos. 

Dia pun, tidak menggantungkan semua harapannya sebatas pada ‘Makan 12 Anggur di Bawah Meja’. Sebab baginya, harapan dan impian itu harus dibarengi dengan usaha keras dan doa. Jadi, itu sebagai penguat afirmasi positif saja.

Pun saat ada komen-komen negatif terhadap apa yang dia lakukan, saat Nakku posting di second account medsosnya. Dia mengaku, tidak merasa bawa perasaan (baper). 

Salah satunya yang terjadi padanya, ada temen yang dia kenal posting video ‘Makan 12 Anggur’ dengan komentar ‘musyrik’ yang seolah menyindir dirinya yang sesaat sebelumnya posting foto ‘Makan 12 Anggur’ di medsos. Ada juga ya komen “Maaf ya agak kasar, kayak goblok banget ini, gitu kan’.

“Jujur, aku gak baper,” katanya. 

Baca Juga: Buat Saya, Natal adalah Momen Berbagi untuk Mereka yang Terlupakan

Cerita lainnya diungkapkan oleh seorang perempuan muda bernama Ara (22). Tahun ini dia ikutan ‘Makan 12 Anggur di Bawah Meja’ setelah setahun sebelumnya dia melihat tren itu di media sosial (TikTok). 

Bukan soal percintaan, harapan Ara soal keberuntungan yang dia harap dapatkan di tahun ini adalah keperluan pendidikan ke luar negeri, relasi dengan teman dan keluarganya, dan kesehatan. 

“Doa lebih utama exchange abroad tahun ini, untuk teman-teman, keluarga dan kesehatan,” katanya dihubungi berbeda Konde.co pada Jumat (10/1/2025). 

Seperti halnya yang dilakukan Nakku, Ara memakan 12 Anggur saat pergantian malam tahun baru. Saat momen kumpul-kumpul dengan temannya, dia ditawari untuk melakukan “Makan 12 Anggur” bersama teman-temannya. Dia pun tak ambil serius, dan ikut ‘Makan 12 Anggur’ itu. 

“Jam 12 (malam) teng, aku makan 1 anggur untuk harapan 1 bulan. Ada 12 harapan, tapi aku cuma list 10 harapan. Terus doa apa lagi ya? Sempat bingung, yaudah. Pas makan, temanku cepet-cepet, terus aku sempat mikir ‘ngapain aku ngelakuin ini ya?” cerita Ara terkekeh, mengingat kembali momen makan anggur itu. 

Baca Juga: Pengalaman Natal Nabilla, Penganut Kristen Mormon dan Stigma yang Dirasakannya

Ara bilang, selagi tak melukai siapapun, cara perayaan “Makan 12 Anggur” itu gak masalah buatnya. Ini caranya gak baper saat ada komen-komen negatif yang menyerangnya karena ‘Makan 12 Anggur’ itu. Di samping, itu juga dia lakukan sebagai bentuk penghargaan terhadap kepercayaan budaya lain. 

“Bukan suatu yang aku percaya dan yakini banget. Aku sebagai mahasiswa antropologi, ini menghargai budaya aja. I don’t think it’s working in my way,”katanya.

Seperti halnya Nakku dan Ara, tren ‘Makan 12 Anggur di Bawah Meja’ ini memang jadi momen ‘seru-seruan’ bareng teman termasuk yang dilakukan oleh para perempuan. Salah satu seleb Indonesia yang melakukannya, Dian Sastrowardoyo, yang mempostingnya di Instagram pribadinya.

Kayanya gagal deh.. harus dalam 1 menit habis ya ternyata? Gatot ni.. salah milih jenis anggur,” tulisnya sebagai keterangan dalam unggahan yang melengkapi momen kebersamaan bertiga dengan temannya.

Tradisi Makan 12 Anggur 

Bisakah anggur memberi Anda keberuntungan? Orang-orang Spanyol mempercayai hal tersebut. Makan 12 anggur saat dentang jam pergantian tahun baru berbunyi, tradisi mereka menyatakan bahwa keberuntungan akan mengiringi sepanjang tahun.

Medsos abad 21 kemudian membumbuinya dengan tradisi makannya di bawah meja. Pengguna Tik Tok memposting di medsos dan mengatakan mereka sedang makan 12 buah anggur, baik merah atau hijau, di bawah meja, dengan harapan keberuntungan dalam kisah cintanya. 

Dikutip dari CBS News, tradisi ‘Makan 12 Anggur di Bawah Meja’ pernah mencatatkan @annadstoddard memposting bahwa setelah dia makan anggur di bawah meja dia beruntung dalam cinta. Rekaman menunjukkan dia memasang cincin serbet yang dipilin di jari pasangannya. 

Begitupun, pengguna Tik Tok @helenguillen, yang sekarang berganti akun @helengmorales memposting pada tahun 2022 bahwa dia makan anggur di bawah meja pada malam Tahun Baru dan bertunangan setelahnya. Dalam video tersebut, ia memamerkan cincin pertunangannya. 

Dari situ, semakin ramai seolah menjadi “perlombaan” untuk melahap 12 buah anggur sebelum menit pertama tahun berlalu. 12 anggur yang mewakili bulan-bulan dalam setahun, harus dimakan satu per satu sebelum jam berubah menjadi 12:01. Jika buah anggur dikonsumsi, tradisi menyatakan keberuntungan akan menyertai sepanjang tahun.

Baca Juga: Natal, Perempuan dan Juru Damai

Jika ditelusuri, asal muasal tradisi ini salah satunya dimulai oleh petani anggur di Alicante, Spanyol. Guna mengurangi surplus anggur pada awal tahun 1900-an, munculah ide untuk menjadikan makan anggur jadi tradisi perayaan tahun baru. 

Versi lainnya, menyebutkan bahwa kaum borjuis Madrid meniru tradisi Perancis yang menikmati anggur dan sampanye pada hari terakhir tahun ini. Namun ceritanya, penduduk Madrid ingin memberontak terhadap perbedaan kelas dan memutuskan untuk mengejek bangsawan dengan pergi ke Puerta del Sol untuk makan buah anggur diiringi suara lonceng.

Apa pun awalnya, tradisi ini telah berkembang pesat di Spanyol. Jaringan supermarket seperti Mercadona dan Super Sol mengiklankan dan menjual “uvas de la suerte” di seluruh Spanyol.

Mercadona, salah satu jaringan toko kelontong terbesar di Spanyol, mengiklankan empat cara membeli anggur untuk acara tersebut. Tandan anggur alami dengan biji dari Alicante menambahkan “elemen kesenangan pada tradisi 12 buah anggur”. Benihnya memberikan “sentuhan renyah”, kata supermarket. Konsumen juga dapat membeli anggur tanpa biji, atau anggur kemasan “dipilih secara khusus dan dikemas dengan jumlah tepat yang dibutuhkan untuk setiap bunyi”.

Anggur yang dikemas memungkinkan orang yang bersuka ria untuk membuka buah anggur tepat pada saat jam berganti dan tidak perlu khawatir menghitung atau mengupas buah anggur di tengah kemeriahan perayaan tahun baru.

Sumber Gambar: Ilustrasi dari Instagram Dian Sastro

Nurul Nur Azizah

Redaktur Pelaksana Konde.co
Republikasi artikel ini, klik tombol di bawah

Creative Commons License

1. Silakan lakukan republikasi namun tidak boleh mengedit artikel ini, cantumkan nama penulis, dan sebut bahwa artikel ini sumbernya dari konde.co, tautkan URL dari artikel asli di kata “konde.co”. Anda bebas menerbitkan ulang artikel ini baik online maupun cetak di bawah lisensi Creative Commons.

2. Artikel kami juga tidak boleh dijual secara terpisah atau menyebarkannya ke pihak lain demi mendapatkan keuntungan material.

Let's share!