Grup K-pop 2NE1. (sumber foto: Instagram @2ne1official)

Bukan Cuma Nostalgia: Welcome Back 2NE1, ‘Ratu K-Pop’ yang Gebrak Standar Kecantikan Korea!

Kembalinya grup K-pop perempuan, 2NE1, ke industri musik setelah bertahun-tahun, disambut oleh para penggemar lintas generasi. Sebagai salah satu girl group K-pop populer di dunia, banyak orang terinspirasi oleh 2NE1 yang menggebrak standar kecantikan di Korea Selatan.

Kalau kamu bagian dari generasi milenial atau gen Z, kamu mungkin pernah mendengar lirik berbunyi ‘naega jeil jal naga’ dari lagu fenomenal ‘I am the Best’ yang dinyanyikan girl group K-pop 2NE1. Setelah bubar pada 2017, akhirnya grup dengan julukan ‘Queen of K-pop’ ini comeback dengan konser lewat tur Asia pada 2024-2025! Kembalinya grup beranggotakan CL, Sandara Park, Park Bom, dan Minzy ini kontan membuat para penggemar K-pop antusias, termasuk saya.

Saya membaca komentar di sebuah posting-an berita comeback 2NE1 tersebut di Instagram. Salah satunya kurang lebih berbunyi, “Dulu ndengerin lagu 2NE1 sambil ngerjain tugas sekolah. Sekarang ndengerinnya sambil momong anak.”

Sebagai seorang Blackjack (sebutan penggemar 2NE1, red.), rasanya saya langsung relate dengan pernyataan itu. Bukan di bagian “momong anak”-nya, tapi di bagian bahwa saya tumbuh dengan lagu-lagu 2NE1. Saya pertama kali mengenal girl group ini saat kelas 5 SD dan menghadiri konser mereka 10 tahun lalu, pada tahun 2014. Meskipun sudah bubar, saya tetap setia mendengarkan lagu-lagu mereka, walau rasanya tidak ada harapan lagi untuk menantikan 2NE1 kembali. Namun, rasa putus asa dan penantian panjang itu akhirnya terjawab pada tahun 2024 ini.

Baca Juga: (G)I-DLE Dobrak Standar Kecantikan dan Patriarki Lewat Musik

Comeback 2NE1 dirayakan dengan menggelar konser, yang dibuka selama tiga hari di Seoul, Korea Selatan. Banyak media lokal melaporkan betapa spektakulernya konser tersebut karena dihadiri banyak idola K-pop terkenal lintas-generasi. Seperti New Jeans, Babymonster, G-Dragon, hingga Jennie ‘Blackpink’.

Melanjutkan konser itu, 2NE1 mengumumkan tur Asia sejak awal Oktober 2024 hingga Februari 2025. Indonesia masuk daftar negara yang akan mereka hampiri pada 23-24 November 2024. Diketahui bahwa tiket konser mereka di Indonesia terjual habis hanya dalam hitungan jam. Alhasil, banyak Blackjack yang belum berhasil mendapatkan tiket. Melihat antusiasme tersebut, 2NE1 menambah waktu konser di Indonesia dari yang semula hanya satu hari menjadi dua hari.

2NE1: Lebih dari Sekadar “Grup Nenek-Nenek”

Setelah 2NE1 bubar pada 2017, banyak teman yang dulu juga Blackjack seperti saya, memilih untuk tidak terlalu terlibat lagi dalam dunia K-Pop. Meskipun masih mendengarkan beberapa lagu K-Pop dari grup lain, kami tidak lagi menjadi fans garis keras yang rela berburu merchandise atau tiket konser. Kurang lebih 10 tahun kami “masuk goa”—bersembunyi dan menunggu kabar baik.

Tanpa terasa, waktu terus berjalan, dan usia kami bertambah. Banyak idol K-Pop generasi baru—seumuran adik-adik kami—bermunculan. Saya setuju bahwa kami layak disebut “Veteran K-Popers“. Bahkan ada yang bercanda menyebut 2NE1 sebagai “grup nenek-nenek”.

Saat 2NE1 resmi kembali, banyak Blackjacks yang merasa seperti “bangkit dari kubur”. Hal ini terbukti dari antusiasme yang tinggi dalam meramaikan setiap posting-an tentang konser dan tur 2NE1. Juga fakta bahwa tiket konser mereka langsung habis terjual dalam sekejap di Indonesia dan negara-negara lainnya.

Baca Juga: Ukhti Sekaligus Army: Negosiasi Antara Agama dan Hiburan Generasi Muda Muslim Indonesia

Sayangnya, saya bukan termasuk penggemar yang beruntung mendapatkan tiket untuk menyaksikan momen bersejarah itu. Namun, saya yakin suara saya telah terwakili oleh para Blackjacks, baik generasi lama maupun baru, yang siap mengguncang Beach City International Stadium (BCIS) Jakarta pada November nanti.

2NE1 mungkin adalah grup senior di dunia K-Pop dan para anggotanya sudah tidak muda lagi jika dibandingkan dengan idol grup baru. Namun, menurut saya, mereka tetap memiliki energi dan aura yang menjadi ciri khas mereka sejak awal. Empowering, “ganas”, dan berani lepas dari standar kecantikan Korea. Itulah yang membuat saya tetap setia menunggu kabar baik dari grup favorit saya.

Menggebrak Standar Kecantikan Korea

2NE1 dikenal sebagai salah satu grup K-Pop legendaris yang berhasil mendobrak berbagai batasan dalam industri musik Korea. Termasuk standar kecantikan yang ketat.

Pada awal kemunculannya, banyak yang menganggap para anggota 2NE1 tidak sejalan dengan standar kecantikan konvensional di Korea Selatan. Biasanya mereka menekankan pada penampilan feminin, kulit putih, tubuh cenderung kurus, dan wajah yang halus sempurna. Sebaliknya, 2NE1 tampil dengan gaya unik dan individual, terkesan kuat, berani, dan “tomboy”. Hal itu jarang terlihat di kalangan girl group pada saat itu. Pendekatan mereka yang lebih fokus pada karisma dan bakat, daripada sekadar penampilan fisik, menjadi hal yang sangat mencolok.

Mereka dihadapkan pada kritik bahwa mereka “kurang cantik” dibandingkan dengan grup K-Pop lain yang berfokus pada kecantikan wajah dan tubuh yang ideal. Namun, 2NE1 tidak terpengaruh oleh komentar-komentar tersebut. Sebaliknya, mereka justru menggunakan kritik itu sebagai motivasi untuk menonjolkan pesan bahwa kecantikan sejati datang dari keberanian dan kepercayaan diri. Lagu-lagu mereka seperti “I Am the Best” secara eksplisit menyoroti kekuatan perempuan yang tidak hanya ditentukan oleh penampilan luar, tetapi juga dari pencapaian dan karakter mereka.

Baca Juga: Membentuk Fandom Tanpa Jadi Toksik? Yuk, Bisa Kok!

Dengan pendekatan yang berbeda ini, 2NE1 membantu mengubah persepsi publik mengenai kecantikan di industri K-Pop. Mereka menunjukkan bahwa seorang idol tidak harus memenuhi standar kecantikan tertentu untuk sukses atau diterima. Anggota seperti CL dan Minzy bahkan secara terbuka menyatakan bahwa kekuatan mereka datang dari kemampuan mereka untuk tampil otentik, baik dalam hal musik maupun penampilan.

Gaya 2NE1 cenderung unik. Mulai dari fashion edgy hingga make-up tebal dan gaya rambut yang eksperimental, yang sering dilakukan oleh salah satu membernya, Dara. Ia menjadi simbol pemberontakan terhadap stereotip kecantikan tradisional.

Keberanian 2NE1 dalam menolak dikotomi “cantik atau tidak cantik” memberi dampak signifikan. Tidak hanya bagi penggemar mereka, tetapi juga bagi generasi idola K-Pop berikutnya. Mereka membuka jalan bagi banyak idol yang lebih beragam, baik dalam hal penampilan maupun ekspresi diri. Menunjukkan bahwa kesuksesan tidak selalu bergantung pada memenuhi standar kecantikan yang sempit. 2NE1 membuktikan bahwa bakat, karisma, dan ketulusan adalah kunci keberhasilan di dunia hiburan. Itulah yang menjadikan mereka salah satu grup paling berpengaruh dalam sejarah K-Pop.

Usia Cuma Angka

Melihat comeback 2NE1 bisa jadi tamparan keras bagi banyak dari kita, terutama yang merasa “sudah tidak muda lagi”. Bagaimana tidak? Meski para anggota 2NE1 kini berusia di antara 30 hingga 40 tahun, mereka masih mampu mengguncang panggung dengan penampilan yang energik dan penuh semangat. Sementara saya, yang bahkan belum mencapai usia 25 tahun, sudah mulai bergantung pada koyo dan balsem untuk meredakan pegal linu akibat terlalu banyak duduk.

Melihat mereka dengan lincah berlari, meliuk-liuk dengan gerakan yang luwes, serta berteriak penuh semangat hingga menggetarkan atap stadion. Seakan membuat saya bertanya-tanya, “Apa rahasia awet muda mereka?” Bukan hanya dari fisik yang tidak terlihat menua, namun juga energi yang masih meluap-luap.

Tentu saja, jawabannya pasti tidak jauh dari gaya hidup yang mereka jalani. Para anggota 2NE1 selalu dikenal menjaga kesehatan dan kebugaran mereka dengan baik. Di balik layar, mereka melakukan berbagai latihan fisik yang intens, menjaga pola makan, serta mungkin menjalani perawatan yang mendukung stamina dan penampilan mereka.

Baca Juga: Cancel Culture atau Boikot, Seberapa Efektif Diterapkan pada Pelaku Kekerasan Seksual?

Namun, yang paling penting, mereka juga memiliki mentalitas kuat yang sepertinya menjadi kunci utama mereka tetap terlihat dan terasa “muda”. Antusiasme dan passion yang mereka tunjukkan di atas panggung mencerminkan semangat yang tidak pernah padam, meski usia terus bertambah.

Kembalinya 2NE1 ke dunia K-Pop bukan hanya soal nostalgia atau sekadar reuni. Namun juga bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap berkarya dan bersinar. Mereka membuktikan bahwa energi dan kepercayaan diri bisa terus dipertahankan selama kita menjaga fisik, mental, serta semangat hidup. Dunia industri hiburan di Korea memang keras, terlebih apabila harus dihantam dengan tuntutan memenuhi standar kecantikan, Kendati demikian, 2NE1 tetap tidak takut mempertahankan jati diri mereka. Pun ketika dihadapkan dengan dunia yang sering kali menilai seseorang berdasarkan usia. 2NE1 justru menjadi inspirasi bahwa umur hanyalah angka.

2NE1 jadi grup legendaris K-Pop dengan banyak fans setianya yang siap geruduk BCIS Jakarta pada November nanti. Saya rasa, mereka merupakan ikon musik yang berani mendobrak standar kecantikan di Korea. Mereka yang menginisiasi grup lain untuk bisa tampil dengan gaya yang berani dan individual. Kritikan yang menyebut mereka “kurang cantik” tidak mempengaruhi mereka, melainkan mendorong mereka untuk menyebarkan pesan bahwa kecantikan sejati datang dari kepercayaan diri dan bakat, bukan dari penampilan fisik semata. 

Comeback yang juga melegenda tersebut juga menjadi simbol bahwa usia bukanlah batasan untuk tetap menjadi figur inspirasional. Energi yang luar biasa di atas panggung tidak hanya menginspirasi Blackjack lama dan baru. Melainkan juga idol group lain, baik lama maupun baru. Hal ini membuktikan bahwa semangat, bakat, dan otentisitas lebih berharga daripada memenuhi standar kecantikan atau batasan usia.

(sumber foto: Instagram @2ne1official)

Stella Hita Arawinda

Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Semarang
Republikasi artikel ini, klik tombol di bawah

Creative Commons License

1. Silakan lakukan republikasi namun tidak boleh mengedit artikel ini, cantumkan nama penulis, dan sebut bahwa artikel ini sumbernya dari konde.co, tautkan URL dari artikel asli di kata “konde.co”. Anda bebas menerbitkan ulang artikel ini baik online maupun cetak di bawah lisensi Creative Commons.

2. Artikel kami juga tidak boleh dijual secara terpisah atau menyebarkannya ke pihak lain demi mendapatkan keuntungan material.

Let's share!