Decluttering setelah berpisah dari pasangan

Setelah Berpisah Dengan Pasangan, Perlunya Decluttering Agar Tak Menimbulkan Ingatan Buruk

Decluttering adalah proses menyingkirkan barang-barang lama dari mantan agar tidak menimbulkan ingatan buruk.

Ketika berpisah dengan pasangan, salah satu pekerjaan rumah yang perlu dikelola adalah decluttering, yaitu proses menyingkirkan barang-barang yang sudah tidak memberi nilai dan menimbulkan ingatan negatif.

Lalu menjadikan ruang tinggal lebih sehat dan menentramkan.

Hidup bersama tidak hanya mengumpulkan banyak cerita dan kekayaan pembelajaran hidup, akumulasi barang-barang yang dikumpulkan bersama juga mengiringi perjalanan hubungan. Semakin panjang hubungan yang dijalani, semakin menumpuk barang-barang itu.

Kita mungkin menjalani proses decluttering pasca-perpisahan dalam beberapa kondisi; misalnya karena kematian pasangan atau sudah tidak dapat melanjutkan hidup bersama. Namun, tulisan ini membatasi pembahasan decluttering dalam konteks perpisahan jalan hidup dari pasangan. Sebab, meski decluttering secara umum memberikan pekerjaan yang sama, tentu dampaknya terhadap mental berbeda tergantung konteks tersebut.

Secara mental, decluttering setelah perpisahan memberikan beban yang berbeda dengan decluttering yang sehari-hari kita lakukan. Prosesnya membawa kita untuk menemui banyak memori bahagia atau menyakitkan, menyertai barang-barang yang kita pilah. Kabar baiknya, dengan decluttering, kita bisa mereklaim lemari pakaian, lemari buku, lemari perabotan, dapur, ruang tamu dan lain-lain sepenuhnya menjadi ruang kita sendiri. Kadang-kadang seperti menemukan diri kita yang utuh, yang mungkin sudah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun dikonsesuskan dengan pasangan.

Apa saja yang perlu dibuang atau disimpan ketika melakukan decluttering setelah perpisahan? Bagaimana melakukannya? Apa yang perlu kita lakukan dengan foto-foto kebersamaan, tempat tidur, pakaian yang kita belikan untuk pasangan atau sebaliknya, yang  sudah menumpuk dari tahun ke tahun?

Baca Juga: ‘Panduan Mempersiapkan Perpisahan’: Romansa Muda-Mudi Digilas Realita 

Lalu bagaimana dengan barang-barang fungsional bersama? Seperti sofa tempat nonton TV bersama, atau mesin pembuat kopi yang dulu memberi kegembiraan setiap memulai hari. Atau perabotan dapur, peralatan berkebun, dan lain-lain. Selain karena barang-barang fungsional itu masih kita perlukan, tidak semua orang dapat membeli barang baru untuk mempercepat move on. Tidak mudah pula meninggalkan ingatan-ingatan yang telah bercampur antara kenangan manis dan peristiwa-perasaan melukai yang segera ingin kita lepaskan. 

Maka dari itu, lakukanlah decluttering dengan perlahan. Proses decluttering jangan sampai menambah beban mental yang sedang kita kelola. Oleh karena itu, melembutkan hati sendiri bisa dicoba sebelum menata ulang isi rumah kenangan. Sebaliknya, decluttering mestinya mendukung proses pemulihan yang sedang kita jalani pasca-perpisahan.  Sadarilah,  kita tidak dapat  mengubah hal yang sudah terjadi. Tetapi kita dapat memilih cara mengelola masa kini dan move on sebaik yang kita mampu. 

Waktu yang Tepat untuk Mengelola Jejak Masa Lalu 

Bagi yang meninggalkan tempat tinggal bersama setelah perpisahan dan membuka hidup baru di tempat yang baru, persoalan decluttering akan fokus pada memilah barang-barang yang perlu dibawa pindah.

Sedangkan bagi yang tetap tinggal di tempat yang sama, hal yang perlu dilakukan menjadi ganda,  antara memilah barang-barang yang perlu disingkirkan atau dipertahankan dan membersihkan energi-memori yang masih tertinggal pada tempat tinggal dan barang-barang tersebut.  Untuk mengurangi beban mental selama decluttering, tentukan waktu yang tepat. 

Waktu yang tepat bagi setiap orang akan berbeda, sesuai dengan komplesitas perasaan dan urusan yang masing-masing orang hadapi paska perpisahan. Jadi,  pilihlah waktu yang kita merasa sudah siap untuk melakukannya. Sebagian orang dapat melakukannya beberapa hari setelah berpisah. Sebagian orang butuh waktu satu-dua bulan,  sambil merasakan kediriannya sudah benar-benar siap menuju kehidupan yang baru. Lakukanlah sesuai kemampuan kita, tapi jangan ditunda terlalu lama. Guna menghindari tekanan mental akibat ingatan-ingatan negatif yang menempel pada barang-barang dan ruang yang kita tempati. 

Lakukan secara bertahap. Misalnya,  bila terlalu menyakitkan untuk decluttering tempat tidur, lakukan dulu dari yang mungkin. Barangkali dari lemari pakaian.  Bila kita menemukan barang-barang yang ditinggalkan mantan di lemari pakaian. Idealnya,  berbicara dengannya untuk mengapakan barang-barang itu. Terutama bila ada barang berharga yang tertinggal,  yang dikhawatirkan menimbulkan persoalan di kemudian hari. Perlu ditanyakan apakah ia akan mengambilnya atau kita yang ingin segera mengirim padanya. Bila komunikasi serupa tidak memungkinkan,  kita dapat mengambil keputusan mengikuti apa yang terbaik untuk kesehatan mental kita. 

Pakaian, tas dan pernak-pernik yang ditinggalkan mantan dapat kita donasikan. Demikian juga barang-barangnya yang lain saat kita dekluttering meja kerja dan lemari kerjanya. Bila kita menemukan barang-barang peninggalannya dan barang-barang kita  yang sudah rusak atau tidak layak didonasikan segera singkirkan dan buang ke tempat sampah. Karena barang-barang itu seharusnya sudah kita buang,  bahkan sebelum perpisahan terjadi. 

Mengubah Vibe 

Biasanya,  setelah kita melakukan tahap decluttering yang pertama, kita akan merasa lapang dan perlahan merasakan kembalinya diri kita yang utuh. Lemari pakaian yang telah bersih dari ingatan dan energi yang ditinggalkan mantan. Tidak saja memberi space yang lebih luas tapi juga perasaan yang lebih tentram. Dan kita bisa mengkreasi ulang,  menata pakaian semau-maunya. Demikian juga dengan meja dan lemari kerja. 

Pada tahap decluttering bagian yang mudah ini, lakukan hal yang sama dengan barang-barang kita yang sudah lama tidak kita pakai. Terutama pada barang-barang yang membuat kita tidak nyaman,  karena sudah berubah nilainya. Seperti hadiah ulang tahun kebersamaan/pernikahan dari mantan, lingerie yang ia berikan dan apa pun yang menurut kita sudah berubah nilainya. 

Untuk barang-barang sendiri, selain didonasikan, dapat juga dijual sebagai barang preloved. Hasilnya dapat kita gunakan untuk membeli sebagian barang fungsional. Kadang-kadang kita perlu mengganti barang-barang itu karena terlalu melukai perasaan untuk terus kita pakai. Misalnya,  hasil preloved kita belikan sepeda baru. Karena sepeda lama mengingatkan pada momen olah raga bersama di masa bahagia. 

Lanjutkan keberhasilan kita decluttering lemari pakaian dan area kerja ke area lain mengikuti kenyamanan perasaan kita, apakah ke area dapur  atau ruang tivi. Atau garasi, teras tempat mantan banyak menghabiskan waktu. Ya, bila biasanya teras itu vibenya tempat tongkrongan mantan dan kawan-kawanya. Kita dapat menyingkirkan barang-barang yang sudah tidak kita perlukan dan menata ulang menjadi tempat kumpul-kumpul cantik dengan bestie-bestie kita. Bila sudah nyaman,  bisa juga meminta partisipasi para bestie untuk menyettingtempat kumpul bersama. Itu salah satu cara bagaimana kita mengubah vibe dan energi di tempat yang sama.  Lakukan hal yang sama di area dapur dan nonton tivi. 

Perubahan vibe dan pembersihan energi mantan ini akan membantu kita meninggalkan masa lalu dan memberi tanda kita sudah berada di masa kini yang sepenuhnya ada dalam kendali dan passion kita. 

Kamar mandi dan kamar tidur biasanya menjadi area intim sekaligus paling sering kita datangi dan tempati setiap hari. Bagiku, betapa menjengkelkan ketika mantan tidak membawa sikat gigi, penggosok bandan dan alat cukurnya ketika kami bersepakat berpisah. Pemandangan ketiganya sangat menggangu setiap aku ke kamar mandi. Karena itu, barang-barang itu menjadi barang pertama yang aku masukan ke tempat sampah. Bagaimana pengalaman Anda dengan decluttering kamar mandi? 

Lalu bagaimana dengan tempat tidur? Idealnya ketika kita memulai hidup baru, kita sudah tidak tidur di atas kasur dan ranjang yang sama. Tetapi tidak semua orang dapat melakukannya. Selain membutuhkan biaya, apabila kita mempunyai anak. Perubahan tempat tidur orang tuanya bisa juga menambah guncangan mental pada mereka. Jadi jangan lupa bermuyawarah dengan anak-anak terkait decluttering dan perubahan energi di tempat-tempat tempat bermesraan bersama anak-anak. Setiap keluarga mungkin punya tempat berkumpul yang berbeda, ada yang di tempat tidur orang tuanya, ruang tivi, atau meja makan.  

Tempat tidur bagi sebagian orang menjadi bagian yang terberat untuk melakukan decluttering. Perjalanan manis dan menjengkelkan rasanya menumpuk di tempat tidur. Di tempat tidur kita tidak hanya menyingkirkan barang-barang yang sudah tidak relevan dengan kita yang baru. Decluttering tempat tidur juga dapat memberi semangat baru kepada kita untuk melanjutkan kebaruan yang sedang kita tempuhi.  

Ada baiknya, membersihkan kamar kita dari setiap barang yang memberi petunjuk jejak selera mantan. Bila belum ada dana untuk mengganti bantal, kasur, dan ranjang. Kita bisa memulai mengganti motif dan warna seprei atau tirai kamar yang pernah menjadi preferensinya. Sambil kita mereklaim sepenuhnya selera kita dalam menata kamar. Kita juga dapat menata ulang posisi tempat tidur yang lebih nyaman untuk tidur sendiri. 

Satu hal lagi,  lakukan vacuum cleaner pada kasur dan bantal atau jemur di bawah terik matahari. Niatkan sebagai cara untuk membersihkan dari energi mantan selain membersihkan dari debu dan bakteri yang sudah lama tidak kita lakukan. 

Bangun perasaan positif  saat kita tidur sendirian. Daripada kita berpikir “dulu ada dia di sampingku” lebih baik rasakan-pikirkan betapa nyamannya memiliki pembaringan yang lebih lapang dan kita dapat bebas bergerak, bangun dan beraktifitas di kamar tanpa menimbang kebiasaan-preferasi teman tidur. 

Suasana Baru untuk Diri yang Baru 

Melakukan decluttering setelah perpisahan membantu menemukan kembali diri seutuhnya atau kita yang baru. Barang-barang, energi dan vibe yang kita singkirkan menjadi penanda kita sudah melepaskan kelekatan-kelekatan yang sudah tidak relevan. Sedangkan barang-barang yang masih ada dapat kita beri makna baru, energi baru, vibe baru untuk mengekpresikan diri yang utuh dan baru.

Pemandangan itu, akan membantu proses move on dan pemulihan paska perpisahan. 

(Editor: Salsabila Putri Pertiwi)

Dewi Nova

senang belajar hidup bersama semesta, menulis puisi, cerpen, esai sosial dan naskah akademis. Bukunya antara lain Perempuan Kopi, Burung Burung Bersayap Air, Mata Perempuan ODHA, Di Bawah Kaki Sendiri: Pengabaian Negara Atas Suara Korban Pelanggaran Kebebasan Beragama /Berkeyakinan, Akses Perempuan Pada Keadilan dan Mengkreasi Bisnis yang Produktif dan Inklusif Keragaman Seksual. Dewi dapat dihubungi melalui dewinova.wahyuni@gmail.com.
Republikasi artikel ini, klik tombol di bawah

Creative Commons License

1. Silakan lakukan republikasi namun tidak boleh mengedit artikel ini, cantumkan nama penulis, dan sebut bahwa artikel ini sumbernya dari konde.co, tautkan URL dari artikel asli di kata “konde.co”. Anda bebas menerbitkan ulang artikel ini baik online maupun cetak di bawah lisensi Creative Commons.

2. Artikel kami juga tidak boleh dijual secara terpisah atau menyebarkannya ke pihak lain demi mendapatkan keuntungan material.

Let's share!