Film “Pinky Promise” adalah cerita tentang Tika, careworker yang berjuang bagi pasien kanker payudara.
Ketika tantenya Tika yang bernama Tante Anind terkena kanker payudara stadium 4, Tika tak menyangka jika Rumah Pink yang didirikan Tante Anind akan membawanya pada kisah-kisah penyintas kanker payudara yang membuatnya menjadi seorang careworker.
Pinky Promise juga bercerita tentang kerapuhan, hal-hal kecil yang manis dalam perjuangan para penyintas kanker payudara. Film ini bercerita tentang problem gender yang dialami para penyintas payudara.
Cerita ini diawali dengan Tika yang baru saja putus dari pacarnya karena pacarnya selingkuh. Keluhan Tika yang putus dan batal menikah ini, ternyata tak berbanding lurus dengan yang dialami tantenya. Tante Tika terkena payudara stadium 4.
Baca Juga: Pengalamanku Donasi Rambut untuk Pasien Kanker
Cerita bagaimana Tika menjadi care worker bagi tantenya ini kemudian membawanya menjadi careworker bagi penyintas kanker payudara lainnya. Ia melihat bagaimana tante berjuang untuk pasien lain yang harus berobat dari luar kota ke Jakarta untuk bisa mendapatkan tempat tinggal murah, karena biaya perjalanan ke Jakarta sudah menelan biaya yang tak sedikit.
Tante Anind kemudian memintanya untuk mengelola rumah pink. Keyakinan, komitmen Tika sebagai care worker kemudian teruji, Tika diminta untuk mengelola manajemen Rumah Pink atau sebagai direktur disini.
Hari-harinya kemudian dipadati dengan menyediakan kamar bagi penyintas kanker, ada ruang konsultasi yang harus disiapkan, acara santai seperti senam bersama, mengelola hobi, dll di Rumah Pink ini. Selain mengurus administrasi, juga membuka tanya jawab seputar payudara baik online dan offline. Kesibukannya di Rumah Pink sedikit demi sedikit menghilangkan trauma selingkuh yang dilakukan pacarnya, walau ia beberapa kali juga mengaku kewalahan menghadapi ini semua: tiap hari melihat penyintas kanker yang berjuang, juga di satu sisi ia harus siap untuk kehilangan tantenya.
Rumah Pink akhirnya bercerita tentang Baby, seorang model yang harus operasi payudara dan takut kehilangan pekerjaan karena pandangan orang lain bahwa model yang punya satu payudara tak akan layak disebut sebagai model. Juga cerita tentang istri seorang satpam yang berjuang untuk hidup dengan ekonomi sulit dan menjadi pejuang kanker. Rambut yang rontok karena kemoterapi, solidaritas Tika yang memotong rambut menjadi botak. Ini tak lagi jadi perjuangan sendiri, tapi perjuangan bersama.
Baca Juga: Saya Distigma ‘Tak Utuh’, Cerita Perempuan Pejuang Kanker Payudara
Pinky Promise adalah sebuah film yang diproduksi di tahun 2016 yang disutradarai oleh Guntur Soeharjanto yang diproduksi oleh MP Pro Picture. Film ini dibintangi oleh Agni Pratistha, Alexanda Gottardo, Chelsea Islan, Dhe Ananda, Dhea Seto, Ira Maya Sopha, dll. Film ini untuk mendukung para penyintas kanker payudara. Dinamai pink, karena selama ini para penyintas kanker payudara menggunakan pita pink sebagai simbol solidaritas dan perjuangan.
Bulan Oktober menandai Bulan Kesadaran Kanker Payudara Sedunia. Setiap 26 Oktober pun, dunia memperingati Hari Kanker Payudara. Hari Kanker Payudara Sedunia pertama kali dirayakan pada tahun 1985, ketika American Cancer Society, bekerja sama dengan perusahaan farmasi AstraZeneca (Produsen obat-obatan anti-kanker) mendirikan Bulan Kesadaran Kanker Payudara Nasional di Amerika Serikat. Inisiatif ini kemudian menyebar ke berbagai negara dan bertransformasi menjadi gerakan global yang menggalang kesadaran tentang kanker payudara.
Peringatan ini semakin mencuri perhatian masyarakat saat Betty Ford, istri dari Presiden AS ke-38, Gerald Ford, memberikan dukungan. Betty Ford, seorang yang telah melalui pengalaman kanker payudara, menjadi salah satu tokoh yang menggagas Hari Kanker Payudara Sedunia.
Salah satu simbol utama yang menandakan dukungan pada pencegahan kanker payudara adalah pita berwarna merah muda. Simbol ini pertama kali digunakan pada tahun 1992 dalam kampanye yang diadakan oleh Estée Lauder Companies yang mendistribusikan 1,5 juta pita pink kepada masyarakat sebagai simbol peringatan penting ini. Pita merah muda adalah simbol solidaritas dalam perang melawan kanker payudara.
Baca Juga: ‘No Bra Day’ 13 Oktober: Sikap Politik Perempuan dan Kesadaran Atas Kanker Payudara
Pinky Promise mendekatkan para perempuan yang berjuang bersama dengan rasa solidaritas. Tak lagi dibatasi oleh sesuatu yang biasanya berjarak karena baru saja bertemu dan berkenalan.
Anind kemudian mempercayakan Rumah Pink pada Tika, di tengah Tika yang tak percaya dengan semua keterbatasan yang ia miliki sebagai careworker
“Menunggu adalah hal paling sulit ketika kita berada dalam ketidakpastian, ketika orang yang kita cintai akan meninggalkan kita. Hidup lebih indah jika kita tahu bahwa semua ada batasnya. Suara-suara musik klasik, dan kematian adalah hadiah terindah bagi manusia,” kata Tante Anind yang selalu berpesan pada Tika dengan kata-kata ini.
(sumber foto: iMDB)






