Skip to content
Facebook Twitter Youtube Instagram
Logo-Konde-Merah-(1)--
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin
  • Home
  • Voices
    • Perspektif
    • Peristiwa
    • Relax
    • Suara Pekerja
  • Edisi Khusus
    • Riset dan Jurnalisme Data Gender
    • Klinik Hukum Perempuan
    • Kamus Feminis
    • Publishing
  • English Section
  • Home
  • Voices
    • Perspektif
    • Peristiwa
    • Relax
    • Suara Pekerja
  • Edisi Khusus
    • Riset dan Jurnalisme Data Gender
    • Klinik Hukum Perempuan
    • Kamus Feminis
    • Publishing
  • English Section
  • Home
  • Voices
    • Perspektif
    • Peristiwa
    • Relax
    • Suara Pekerja
  • Edisi Khusus
    • Riset dan Jurnalisme Data Gender
    • Klinik Hukum Perempuan
    • Kamus Feminis
    • Publishing
  • English Section
  • Home
  • Voices
    • Perspektif
    • Peristiwa
    • Relax
    • Suara Pekerja
  • Edisi Khusus
    • Riset dan Jurnalisme Data Gender
    • Klinik Hukum Perempuan
    • Kamus Feminis
    • Publishing
  • English Section
Facebook Twitter Youtube Instagram
Membership
Facebook Twitter Youtube Instagram Linkedin
Facebook Twitter Youtube Instagram
Membership
  • Home
  • Voices
    • Peristiwa
    • Vox Pop
    • Inspirasi
    • Perspektif
  • Relax
    • Buku
    • Film
    • Sastra
  • Konde Talks
  • Video
  • Community
    • Event
    • Sponsored Content
  • Suara Pekerja
  • Riset & Jurnalisme Data Gender
  • Klinik Hukum Perempuan
  • Book & Publishing
  • Edisi Khusus
  • Perempuan dan Pemilu
  • English Section
  • Home
  • Voices
    • Peristiwa
    • Vox Pop
    • Inspirasi
    • Perspektif
  • Relax
    • Buku
    • Film
    • Sastra
  • Konde Talks
  • Video
  • Community
    • Event
    • Sponsored Content
  • Suara Pekerja
  • Riset & Jurnalisme Data Gender
  • Klinik Hukum Perempuan
  • Book & Publishing
  • Edisi Khusus
  • Perempuan dan Pemilu
  • English Section

media

Aurélie Moeremans dan bukunya 'Broken Strings'

‘Broken Strings’, Memoar Aurélie Moeremans: Menulis Sebagai Upaya Penyembuhan Sekaligus Perlawanan

Anita Dhewy January 19, 2026

Kenapa Penting Membangun Narasi Yang Adil Gender dan Inklusif?

Ahsan Jamet Hamidi December 15, 2025

Menag Sebut Media ‘Membesar-Besarkan’ Kekerasan Seksual di Pesantren: Mencederai Korban, Meremehkan Kerja Jurnalisme

Nobertus Mario Baskoro October 21, 2025
Prabowo dan propaganda pencapaian kabinetnya lewat tayangan iklan di bioskop. (sumber foto: Instagram presidenrepublikindonesia)

Bioskop Jadi Ajang Propaganda Pemerintah untuk Pamer ‘Prestasi’ Fana

Salsabila Putri Pertiwi September 17, 2025
Film 'The Most Beautiful Girl in the World' (sumber foto: IMDb)

‘The Most Beautiful Girl in the World’ Soroti Komodifikasi Kecantikan di Industri Media

Nurul Nur Azizah March 1, 2025
Kata 'buntung' dan teman disabilitas

Stop Atribut “Buntung” dalam Berita: Ini Langgengkan Stereotipe bagi Disabilitas

Nobertus Mario Baskoro December 23, 2024

Konsolidasi Media dan Organisasi Masyarakat Sipil Penting Untuk Hapus Kekerasan Berbasis Gender

Fila Kamilah dan Vanya Annisa Shizuka November 21, 2024
Pemberitaan KRDT reviktimisasi korban

Sensasionalisme Media Ikut Mereviktimisasi Artis Korban KDRT

Nobertus Mario Baskoro October 28, 2024

Menilik Tayangan Nostalgia: Kenangan Itu Abadi, Tapi Kita Hidup di Masa Kini

Selma A. Purac June 16, 2024

Hari Paling Buruk Dalam Hidup Ratu Waria: Media yang Sensasional telah Hancurkan Hidupku

Shevia Salsabila Hutagalung February 15, 2024
Load More

video

Mari Menulis

Kami memanggil kamu yang peduli dengan penguatan narasi yang berperspektif perempuan dan kelompok marjinal di media untuk menulis di Konde.co. Dengan mengirim tulisan ke Konde.co, kamu juga turut mendukung jurnalisme publik Konde.co bisa terus hidup.
Daftar

MORE THAN WORK

latest news

Suara pelajar memprotes sistem TKA yang belum siap

Polemik TKA: Sistem Pendidikan Belum Siap, Dengarkan Suara Pelajar

Aurélie Moeremans dan bukunya 'Broken Strings'

‘Broken Strings’, Memoar Aurélie Moeremans: Menulis Sebagai Upaya Penyembuhan Sekaligus Perlawanan

Novel 'Raumanen' dan 'Badai Pasti Berlalu' tunjukkan beban emosional percintaan tanpa status bagi perempuan.

Novel ‘Raumanen’ dan ‘Badai Pasti Berlalu’ Ceritakan Beban Emosional Perempuan di Percintaan Tanpa Status

Karakter Gwan-sik dalam drama When Life Gives You Tangerines (sumber foto: Netflix)

Gwan-sik dan Standar Baru Laki-laki Sehat Emosional

Laras Faizati usai menjalani sidang duplik di PN Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2026). (foto: dok. Konde.co/Salsabila Putri Pertiwi)

Laras Faizati (Tidak) Bebas Bersyarat, Rezim Kriminalisasi Awasi Perempuan dan Rakyat Kritis

Kasus Hukum Insanul Fahmi, Inara Rusli dan Wardatina Mawa, Siapa yang Harus Dibela?

Tweets by konde_co
Tulisan-Konde-footer
  • Tentang Konde.co
  • Penghargaan
  • Iklan & Kerja Sama
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Konde.co
  • Penghargaan
  • Iklan & Kerja Sama
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tim Konde.co
  • Kontak
  • Dukung Konde.co
  • Tim Konde.co
  • Kontak
  • Dukung Konde.co
  • Laporan Tahunan
  • Panduan Media
  • Laporan Transparansi
  • Laporan Tahunan
  • Panduan Media
  • Laporan Transparansi
JTI-certified-1-320
Trustworthy News

Support by Arkea.id

  • Home
  • Voices
    • Peristiwa
    • Vox Pop
    • Inspirasi
    • Perspektif
  • Relax
    • Buku
    • Film
    • Sastra
  • Konde Talks
  • Video
  • Community
    • Event
    • Sponsored Content
  • Suara Pekerja
  • Riset & Jurnalisme Data Gender
  • Klinik Hukum Perempuan
  • Book & Publishing
  • Edisi Khusus
  • Perempuan dan Pemilu
  • English Section
Search
Facebook Twitter Youtube Instagram